Friday, July 27, 2018

Pakaian Syar’i : Pakaian Terbaik


Oleh Wa Ode Sukmawati


Pernah tidak kesusahan dalam memilih pakaian apa yang harus dikenakan ketika hendak pergi ke suatu tempat. Seperti ketika ke mall, jalan sama teman-teman, mendaki gunung, berenang, dan ketempat yang biasa dikunjungi. Kaos di pake ketika mendaki gunung. Gaun dipake untuk pergi ke pesta. Dan baju yang agak terbuka di pake jika mau berenang. Rempong yah. Ada beberapa orang yang seperti itu, kesusahan untuk menentukan pakaian apa yang harus dikenakan. Apalagi wanita yang lengkap dengan kerempongannya.  Apakah harus memakai kaos, gaun, atau bahkan tanktop. 


Sebenarnya, tak perlu merasa kesusahan dalam berpakaian, karena Allah telah menjadikannya mudah, terutama dalam setiap penampilan. Ketika hendak keluar rumah misalnya. Tak perlu digalaukan dengan sejuta kerempongan dalam berpakaian. Cukup dengan berpakaian syar’i sesuai dengan yang di jelaskan dalam Al-qur’an dan Hadist. Hanya tinggal disesuaikan lagi kira-kira warna atau motif apa yang bagus untuk di kenakan. Entah itu mendaki gunung, berenang, olahraga, jalan-jalan atau apapun itu, kita harus tetap menggunakan pakaian syar’i sesuai dengan ketentuan-Nya. Begitu luar biasa ketika Islam mengatur segala aspek kehidupan, termasuk dalam berpakaian. 


Menutup aurat adalah kewajiban yang harus di taati oleh setiap muslimah yang sudah baligh. Karena ini adalah perintah dari Tuhan sang pencipta manusia. Maka kita sebagai hamba Allah harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Termaksud berpakaian syar’i.  Maka hendaknya ketika keluar rumah, kita harus menggunakan jilbab, krudung dan menggunakan kaos kaki. Tentu saja sebelum menggunakan jilbab untuk keluar rumah, harus terlebih dahulu menggunakan mihnah. Mihnah adalah pakaian yang dipakai wanita dirumah, biasanya  merupakan pelapis bagian dalam.


Nah mengenai jilbab,  Allah berfirman dalam QS. Al-Ahzab ayat 59


 “wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuan mu dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka menutupkan Jilbabnya keseluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang”.  


Allah memerintahkan Rasulullah Salallahu ‘alaihi wassalam untuk menyampaikan suatu ketentuan bagi para muslimah. Ketentuan yang dibebankan kepada para wanita mukmin, yaitu yudnina ‘alayhinna min jalabibihinna (hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka).

Kata jalabib merupakan bentuk jamak dari kata jilbab. Ibnu Abbas menafsirkan bahwa jilbab adalah ar-rida’ (mantel) yang menutup tubuh dari atas hingga bawah. Adapun menurut al-Qurthubi, Ibnu al-Arabi dan an-nasafi jilbab adalah pakaian yang menutupi seluruh tubuh. Jadi, jilbab adalah pakaian yang menutupi seluruh tubuh dan bukan sekedar kain yang menutupi kepala. 


Sedangkan kerudung, telah dijelaskan dalam  QS. An-Nur ayat 31

 “hendaklah mereka menutupkan kain kerudung (khimar) ke dada-dada mereka”. Dari ayat ini tampak jelas, bahwa wanita muslimah wajib untuk menghamparkan kerudung hingga menutupi kepala, leher, dan juyub (bukaan baju) mereka. Khimar berbeda dengan jilbab. Khimar adalah kerudung untuk menutupi kepala, leher dan dada. Apabila khimar yang dipakai masih dapat menunjukkan isi dibagian dalamnya maka wanita tersebut dikatakan belum melaksanakan perintah untuk mengenakan khimar sehingga ia masih mendapatkan dosa atas penampakan auratnya.


Nah, kenapa harus menggunakan kaos kaki? Agar lebih menjamin terjaga, karena kaki juga adalah aurat wanita muslimah yang wajib ditutupi ketika hendak keluar rumah.

Asma binti Abu Bakar pernah menemui Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam dengan memakai pakaian yang tipis. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam pun memalingkan pandangan darinya dan bersabda, “wahai Asma, sesungguhnya seorang wanita itu jika sudah haidh (sudah baligh), tidak boleh terlihat dari dirinya kecuali ini dan ini”, beliau menunjuk wajah dan kedua telapak tangannya (HR. Abu Daud 4106 dan dishahihkan al-Albani)


Seharusnya menutup aurat dengan bebusana syar’i tidak menjadi hal yang baru untuk diketahui, tetapi karena paham sekuler (pemisahan agama dari kehidupan) maka masi banyak wanita yang mengumbar auratnya karena menganggap bahwa menutup aurat hanya ketika sholat saja. Terkadang  masih ada wanita yang tidak mengetahui wajibnya menutup aurat dengan berpakaian syar’i. Bahkan disekolah pun kita tidak dapatkan pelajaran mengenai berbusana yang benar sesuai syari’at islam. 

Oleh karena itu mari sama-sama menutup aurat dengan bebusana syar’i yang sesuai dengan syariat islam yang hukumnya wajib untuk kita patuhi. Sangat mudah kan, ketika hendak keluar rumah cukup dengan berbusana syar’i sesuai ajaran islam. Wallahu A’lam Bissawab




SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!