Saturday, July 21, 2018

Pakaian Mulia Seorang Muslimah


Oleh Melia Anisa Sa'diyah

(Penulis Ideologis dan Pengamat Remaja)


Ngapain sih kamu pake baju gede-gede dan kerudung sebogem? Kayak emak-emak tau. Nah pernah nggak ngalamin hal seperti itu? Pastinya pernah. Kapan? Ketika pertama kali mengenakan Jilbab (gamis) dan Khimar (kerudung). Betul apa betul? Pastinya. Hehe


Ini sebuah fenomena yang sering terjadi. Banyak remaja yang mencurahkan keluhnya seputar pakaian syar'i. Mereka merasa tidak pede. Orang-orang pada ngelihatin. Dan beribu alasan lain untuk menolak berpakaian syar'i.


Menurut saya, ini ujian dan tantangan bagi remaja hijrah. Kenapa? Karena Allah mau melihat seberapa kuat hijrah kita. Seberapa kuat Iman kita. Dan seberapa kuat ketundukan kita kepada hukum syara'. Maka lanjutkan saja. Tidak usah dihiraukan. Karena kita telah berazzam bahwa kita hamba Allah dan umat Rasulullah. Tentu setiap aturan-Nya menjadi konsekuensi bagi kita. Dan setiap aktivitas Rasul itu menjadi contoh bagi seluruh manusia. Termasuk kita.


Dalam Islam, memakai pakaian syar'i itu kewajiban bukan pilihan. Maka ketika ditinggalkan akan berdosa. Dan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah kelak. Tentu ketika memilih Islam sebagai pedoman hidup, kita juga harus mentaati seluruh aturan yg ada didalamnya. Allah menjelaskan dalam dua surat yaitu And Nur ayat 31 dan Al Ahzab ayat 59 tentang ciri-ciri pakaian menurut hukum Syara'.


Pertama, Surat An Nur ayat 31. Allah berfirman, "Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasan (auratnya) kecuali yang biasa terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya ...." 

Nah menurut tafsir Ibnu Katsir, ayat diatas menjelaskan bahwa wajib bagi perempuan untuk        menundukkan pandangan dari yang haram dilihat. Juga dilarang untuk membuka aurat kecuali yang biasa terlihat yaitu muka dan telapak tangan. Dan memakai kerudung sampai batas dada mereka. Nah di akhir ayat tersebut dijelaskan bahwa bertaubatlah kalian agar beruntung.


Kedua, Surat Al Ahzab ayat 59. Allah berfirman, "Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak perempuanmu dan istri orang mukmin, Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka."

Makna jilbab pada ayat diatas, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa bentuknya panjang hingga mata kaki. Istilah jaman now adalah gamis. Di kalimat selanjutnya dijelaskan yang demikian itu agar mudah dikenali dan tidak diganggu. Ayat ini jelas kenapa Allah memerintahkan muslimah untuk menutup aurat sesuai hukum syara'. Agar dikenali dan tidak diganggu.


Jika kita lihat fakta saat ini, banyak kasus pemerkosaan oleh pacar, aborsi oleh remaja, pembunuhan karena pacar selingkuh dan lain sebagainya sampai ada istilah pacaran Islami. Itu bukan cermin perempuan sholihah sebagaimana yang telah Allah sebutkan dalam dua surat diatas. Karena masih mementingkan hawa nafsu dari pada Allah Pencipta.


Sebagai Muslimah seharusnya kita taat pada aturan Allah. Tidak memilih sesuatu tanpa menimbang bagaimana syara' mengatur. Karena dasar pokok bagi muslimah adalah halal dan haram. Semoga para remaja sadar dan kembali di jalan Allah. Sebagai bekal kelak di akhirat ketika mempertanggungjawabkan semuanya kepada Ilahi Robbi. 

Wallahu a'lam.



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!