Sunday, July 29, 2018

Orang Gila di Negeri yang Kaya


Oleh : Ratna Munjiah 

(Pemerhati Sosial Masyarakat)


Sedih melihat negeriku kini, apa yang salah, itulah yang jadi pertanyaannya, Pemimpinya, sistemnya, rakyatnya, atau manusianya sendiri. Indonesia negeri yang Allah limpahkan anugerah yang luar biasa. Luas wilayah teritorialnya sekitar 5 juta km² Sekitar 1,9 juta km² berupa daratan,  sedangkan 3,1 juta km² berupa lautan. Jika ditambah dengan zona ekonomi esklusif, luas wilayah Indonesia menjadi lebih dari 7,5 juta km², dengan luas wilayah laut menjadi 5,8 juta km². Bila disandingkan peta Indonesia didaratan Eropa maka wilayah Indonesia meliputi Inggris sampai dengan sebagian wilayah Rusia.

Alam Indonesia yang hijau, Indonesia memiliki wilayah laut yang luas, kurang lebih 24 juta ha,  perairan laut dangkal Indonesia cocok untuk budidaya laut dengan produksi sekitar 47 juta ton/tahun, tapi apa yang dihadapi rakyatnya, penderitaan, kemiskinan, kesulitan hidup, ditambah lagi dengan susahnya perekonomian saat ini bisa dilihat pertambahan jumlah manusia yang bunuh diri, apalagi jumlah orang gila (gila disini bukan karena penyakit) tetapi karena Stres, untuk di Samarinda sendiri dalam beberapa waktu ditemukan  kasus.

Tewasnya seorang ASN Disnakertrans Kaltim ditangan seorang warga yang diduga mengidap gangguan jiwa dijalan Pelita, senin (17/7/2018) cukup menyita perhatian Dinas Sosial (Dinsos) Kota Samarinda. Kepala Dinsos Kota Samarinda, HM Ridwan Tassa di ruangannya memastikan bahwa pihakya sudah turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan mendalam kepada pelaku. Dan hasilnya, Dinsos sementara ini menyimpulkan bahwa kondisi kejiwaan pelaku normal, alias tidak gila. Terlepas dari peristiwa ini, Ridwan megakui bahwa akhir-akhir ini ODGJ semakin sering terlihat di samarinda. TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA.

Masalah ini terjadi, tentu karena sistem pengaturan ekonomi saat ini sudah jauh sekali dari Islam, bisa dilihat negara abai dalam pengurusan rakyatnya, kita ketahui bersama, saat ini himpitan ekonomi telah melanda disemua lini kehidupan, semua harga kebutuhan pokok luar biasa mahalnya, dan nyaris masyarakat tak mampu membelinya.Dengan pengaturan yang salah wajar kesenjangan ekonomi semakin nampak. Akhirnya beban hidup yang berat membuat individu yang tidak kuat akan mengalami banyak tekanan, yang berujung pada stress tersebut.

Saat negara masih menerapkan sistem Kapitalis-Liberalisnya tentu bisa dipastikan kehidupan perekonomian di Indonesia tidak akan bisa sejahtera, kenapa ? karena dalam sistem ekonomi kapitalis, pembangunan ekonominya salah kelola, akibatnya sejak masa orde baru sampai sekarang kekayaan alam Indonesia telah diserahkan dengan harga yang sangat murah kepada swasta dan asing melalui berbagai produk undang-undang seperti UU Migas, UU Minerba, UU Penanaman Modal dan sebagainya.

Semua undang-undang yang memberikan peranan besar kepada swasta dan kapitalis asing ini disahkan oleh DPR tanpa ada upaya pencegahan sedikit pun. Semua ini berasas pada kepercayaan para penguasa dan pejabat di Indonesia pada sistem ekonomi liberalisme dan mekanisme pasar Ditambah lagi dengan mental korup mereka yang hanya berpikir untuk kepentingan diri mereka saja.


Sudah seharusnya kita kembali kepada aturan Islam, sebagai sebuah ideologi, Islam memiliki sistem ekonomi yang khas. Didalamnya ada konsep bagaimana mengelola sumberdaya alam. Menurut pandangan Islam hutan, air, dan energi adalah milik umum. Ini didasarkan pada hadis Rasullullah saw. “ Kaum Muslim berserikat dalam tiga hal ; air, padang rumput dan api “ (HR.Abu Dawud, Ahmad, Ibnu Majah) 

(Imam asy-syaukani, Nayl al-Awthar, hlm. 1140 ). Maka dari itu, Pengelolaanya tidak boleh diserahkan kepada swasta (corporate based management), tetapi harus dikelola oleh negara (state based management) dan hasilnya harus dikembalikan kepada rakyat dalam berbagai bentuk.

Berkaca dengan pernyataan tersebut,  jika negara menerapkan ideologi Islam, bisa dipastikan kebutuhan rakyatnya akan terjamin, sehingga permasalahan  Anjal, Pengangguran, Orang Gila pun akan bisa terselesaikan.

Syaikh Abdulah AL-Ghazali dalam Risalah Tafsir menyampaikan sebuah riwayat (hadis) sebagai berikut :” Pada suatu hari Rasullullah SAW berjalan melewati sekelompok sahabat yang sedang berkumpul . Lalu beliau bertanya kepada mereka:“Mengapa kalian berkumpul disini“ Para sahabat tersebut lalu menjawab: “Ya Rasulullah, ada orang gila yang sedang mengamuk. Oleh sebab itulah kami berkumpul disini.”

Maka Rasulullah SAW lalu bersabda : “ sesungguhnya orang ini tidaklah gila (al-majnun), tapi orang ini hanya sedang mendapat musibah. Tahukah kalian, siapakah orang gila yang sebenar-benarnya disebut gila ( al-majnun haqqul majnun)”. Para sahabat lalu menjawab : “ Tidak ya Rasulullah, Hanya Allah dan Rasul-Nya jualah yang mengetahuinya.”

Kemudian Rasulullah SAW menjelaskan: “ Orang gila yang sesungguhnya gila (al-majnun haqqul majnun) adalah orang yang berjalan dengan penuh kesombongan, yang membusungkan dadanya, yang memandang orang dengan pandangan yang merendahkan, lalu berharap Tuhan akan memberikan surga, padahal ia selalu berbuat maksiat kepada-Nya. Selain itu orang-orang yang ada disekitarnya , tidak pernah merasa aman dari kelakuan buruknya. Dan disisi yang lain, orang juga tak pernah mengharapkan perbuatan baiknya. Nah, orang yang semacam inilah yang disebut orang gila yang sebenar-benarnya gila (al-majnun haqqul majnun). Adapun orang yang kalian tonton ini hanyalah sedang mendapat musibah dari Allah”

Jika melihat hadits tersebut, maka bisa dikatakan bahwa saat ini , kriteria gila yang disampaikan oleh Nabi SAW,banyak yang mengidapnya.

Semoga tiap-tiap individu terkhusus para pemilik kebijakan mau intropeksi diri, jangan sampai termasuk kategori gila dari kriteria yang disebutkan dalam hadis diatas. Semoga sang pemimpin mau besegera membuang sistem yang ada dan kembali kepada sistem Islam. Wallahua’lam




SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!