Monday, July 2, 2018

Nikah..??? Bukan Perkara Siapa Cepat 


Oleh Fitriani S.Pd


"Kapan nikah? Kapan nyusul? Sampai kapan ngejomblo? Si anu sudah nikah tuh, kamunya kapan?"


Dan seabrak pertanyaan-pertanyaan lainnya yang seolah datang silih berganti, menghampiri telinga para single alias jojoba (jomblo-jomblo bahagia) akhir-akhir ini. Dari jawaban candaan hingga meledak-ledak penuh emosipun ada, tergantung siapa yang ditanya.

Tengoklah berita yang viral baru-baru ini. Ada seorang pemuda yang rela menikam sahabatnya sendiri karena kesal ditanya kapan nikah.


Ya. Pertanyaan kapan nikah kini seolah menjadi guyonan plus tekanan batin untuk sebagian orang, karena pertanyaan itu seolah menjadi teror mematikan yang membuat batin tertekan.

Rasa frustasi dan stress kadang menghampiri, mencoba memporak-porandakan hati yang sebelumnya tenang.


Lantas, bagaimana harusnya ini disikapi?


Menikah sebenarnya bukan berbicara siapa cepat. Sebab pernikahan bukan tentang romantisme belaka seperti di film-film korea atau telenova.

Menikah itu bukan hanya berbicara melepas lajang dan kemudian bahagia selamanya seperti dogeng cinderella.

Menikah bukan sekedar agar sahur tak sendirian, atau agar tak dikata jomblo kesepian. 


Pun pernikahan bukan sekedar mengenakan gaun indah dan bersanding dipelaminan mewah.

Atau mendatangi tempat wisata berdua, memajang foto dengan pose mesra sambil memprovokasi kaula muda.


Karena pernikahan adalah tentang merajut pakaian barakah dengan benang-benang kesabaran.

Dan kesabaran bukan hanya deretan huruf yang berjejer rapi, namun ia adalah rasa yang terimpikasi lewat perbuatan. 


Tentu, mengais ilmu tentang pernikahan dan segala pernak pernik rumah tangga, mulai soal fiqh, parenting hingga manajemen konflik sebagai bekal mempersiapkan keluarga menjadi kontributor peradaban adalah sesuatu yang diharuskan sebelum menempuh jenjang pernikahan.


Karena nikah itu menyatukan dua pandangan, kepribadian, perasaan, kebiasaan. Tanpa kesiapan akan jadi jalan menuju kebinasaan. Sehingga menikah itu bukan siapa cepat, melainkan siapa siap.


Kemudian, perihal jodoh sebenarnya sudah ada ditanganNya. Ada yang menikahnya dipercepat dan ada yang diperlambat bahkan diperlama. Ia seperti kematian, yang tidak ada yang bisa memastikan kapan datangnya. 


Bahkan, melangkahkan kaki menuju jenjang pernikahan dengan cara pacaran terlebih dahulu juga tak bisa menjamin, bahwa si dialah yang tertulis namanya di laufhul mahfuz. Karena banyak ditemukan kasus, mereka yang pacaran bertahun-tahun namun pada akhirnya bersanding dua dipelaminan dengan orang lain.


Maka tak perlu ada lagi bullyan yang kebablasan hingga membuat yang di beri pertanyaan terseok-seok batinnya. Cukuplah mendoakan agar disegerakan dan dipermudah.

Yang jomblo juga tak perlu baper dengan segudang pertanyaan-pertanyaan yang menyerang. Cukup perbaiki diri saja menjadi pribadi yang lebih baik. Karena laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik, begitu pula sebaliknya.


"...Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk perempuan yang baik pula... ( An-Nur : 26 )

Karena sejatinya, jodoh itu bukan datang di waktu yang cepat, melainkan di waktu yang tepat.



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!