Saturday, July 28, 2018

Menimbang Urgensi Investasi Asing


Oleh.Tety Kurniawati ( Anggota Akademi Menulis Kreatif


Kapolres Ketapang AKBP Sunario dicopot dari jabatannya. Hal ini menyusul viralnya foto terkait plakat kantor polisi bersama RI-China di Ketapang, Kalimantan Barat. Meski pihak Polres Ketapang membantah telah terjadi kerjasama. Bahkan Kepolisian Indonesia menyatakan bahwa kerjasama dengan pihak asing hanya bisa dilakukan atas seijin Mabes Polri. Namun publik sudah terlanjur berspekulasi. Pasalnya viralnya foto tersebut hanya satu dari serangkaian temuan fakta dilapangan yang menunjukkan eksistensi dan kuatnya intervensi asing di bumi pertiwi.

Pernyataan Mabes Polri mau tidak mau semakin menguatkan asumsi publik bahwa kerjasama demikian memungkinkan tuk terjadi seiring investasi besar yang masuk ke dalam negeri. Dengan dalih memastikan keamanan investasi. Berbagi teritori kerja merupakan syarat yang harus dipenuhi. 

Investasi memuluskan jalan masuk asing mengintervensi segala kebijakan dalam negeri. Turnkey Project Management yang disepakati oleh pemerintah Indonesia-Cina mengatur bahwa konsekuensi masuknya investasi meniscayakan penggunaan manajemen, materiil, marketing, tenaga ahli,  metode hingga tenaga kasar ( kuli)  di impor dari negeri panda. Maka tak mengherankan jika Turnkey Project membuat Cina leluasa mengirim warganya ke Indonesia. 

Akibatnya mimpi mempercepat pertumbuhan ekonomi tak terealisasi. Jangankan uang ataupun alih teknologi yang negeri ini dapat atas investasi. Posisi kuli yang menjadi harapan warga sekitar mengangkat kondisi ekonomi pun diambil oleh kuli-kuli impor asal Cina yang ribuan banyaknya. Potensi masuknya miras, narkoba dan PSK guna mensuplay kebutuhan TKA Cina tak bisa dibendung keberadaannya. Banjir produk konsumen dari Cina. Hingga ancaman dikuasainya aset vital negara nyata di depan mata. Lihat saja bagaimana Cina menguasai pelabuhan Srilangka dengan Project serupa. Zimbabwe dan Anggola yang terpaksa mengganti mata uangnya dengan Yuan karena hasil investasi  proyek infrastruktur yang tak sesuai ekspektasi. Kiranya patut dijadikan sebagai bahan peninjauan kembali. Haruskah mimpi mensejahterakan negeri harus kita raih dengan menggadaikan kedaulatan bangsa sendiri. 

Sistem ekonomi liberal-kapitalis membius negeri pengusungnya dengan mimpi manis percepatan pertumbuhan ekonomi melalui investasi asing. Padahal sejatinya investasi asing hanyalah wajah lain dari invasi ekonomi. Sarana mengukuhkan hegemoni dan mengeruk sumber daya alam dari negara penerima investasi. Memiskinkan penduduknya dan menciptakan banyak pengangguran lewat serangkaian kebijakan yang diintervensi. Hingga kedudukan rakyat tak ubahnya dalam jeruji besi. Tahu ada yang harus diperbaiki namun tak bisa berbuat apa-apa karena terkungkung oleh regulasi. Ancaman pencaplokan wilayah pun sulit dihindari. Manakala proyeksi keuntungan proyek infrastruktur tak sesuai ekspektasi, investor bisa membeli dan menguasai proyek yang tadinya ia biayai. Perlahan kita tergusur dari tanah air sendiri tanpa disadari. Tentu sebagai bangsa yang besar kita tak ingin kondisi ini terus berlarut-larut kita alami. Maka tak ada solusi hakiki kecuali kembali taat kepada perintah Ilahi. 

Kedaulatan dan martabat negeri yang tergadai harus kembali dimiliki. Dengan jalan berlepas diri dari segala kerjasama investasi yang menjadikan asing dan aseng menguasai negeri. Firman Allah : "dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk menguasai orang-orang yang beriman"  ( QS. An Nisa : 141).

Semua hanya akan terwujud jika sistem ekonomi Islam diterapkan. Sistem yang mampu menghindarkan negari dari segala bentuk invasi berkedok investasi. Meningkatkan martabat bangsa dipercaturan global karena mampu berdikari. Terutama menjamin terwujudnya janji Allah dalam kehidupan. Firman Allah :"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri tersebut beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (Qs. Al-A’raf: 96).  Wallahu a'lam bish showab. 




SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!