Sunday, July 22, 2018

Menggapai Cinta Allah dan RasulNya






Oleh: Minah, S.Pd.I
(Penulis Motivasi) 


Kehidupan dunia ini begitu gelap,
Penuh tipuan, laksana fatamorgana.
Sering yang terlihat benar
dan perkara benar seakan-akan salah.
Jalan ke surga diselimuti oleh hal-hal yang dibenci nafsu,
Sementara jalan ke neraka justru kelihatannya indah dan diminati nafsu.


Sobat muda, berbicara tentang cinta emang tidak ada habisnya, namun mencintai adalah rasa yang dimiliki oleh setiap manusia. Cinta akan benar jika semua itu disandarkan hanya karena Allah dan sebagai seorang hamba, wajib mencintai Allah dan RasulNya.


 Cinta seorang hamba kepada Allah dan RasulNya adalah menaati keduanya dan ridha terhadap segala perintah Allah dan segala ajaran yang dibawa oleh Rasulullah SAW.


Allah SWT memberikan kepada kita potensi pendengaran, penglihatan, hati dan akal hingga dapat berpikir, suatu anugerah yang tak ternilai harganya. Firman Allah yang artinya : “Allah mengeluarkan kalian dari perut ibu kalian dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun. Dia pun memberi kalian pendengaran, penglihatan, dan hati agar kalian bersyukur.” (QS. An-Nahl:78) 



Allah pula yang memberikan petunjuk hidup bagi manusia. Rasul diutus dan wahyupun diturunkan sehingga menjadi cahaya terang benderang. Firman Allah yang artinya: “ Hai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu agar menjadi saksi, pembawa kabar gembira, pemberi peringatan, penyeru manusia pada agama Allah dengan izinNya, dan cahaya yang menerangi.” (QS. Al-Ahzab:45-46).


Realitas menunjukkan bahwa segala kebutuhan manusia mulai keberadaannya di dunia, fasilitas untuk hidup dan kehidupannya serta petunjuk hidup, semuanya diberikan oleh Allah. Oleh karena itu, kita haruslah bersyukur atas apa yang diberikan Allah kepada kita, dengan mencintai Allah dan RasulNya.


Cinta seorang hamba kepada Allah dan RasulNya merupakan suatu kewajiban. Banyak nash-nash Alquran dan as-Sunnah yang mewajibkan kaum Mukmin untuk mencintai Allah dan RasulNya. Diantaranya:


“Katakanlah, “ jika bapak-bapak, anak-anak, saudara, istri-istri, dan kaum  keluarga kalian, serta harta kekayaan yang kalian usahakan, perniagaan yang kalian khawatiri kerugiaannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kalian sukai adalah  lebih kalian cintai daripada Allah dan RasulNya serta dari berjihad di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya.” Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang fasik” (QS. At-Taubah:24)


“Ada tiga perkara, siapa saja yang memilikinya ia telah menemukan manisnya iman. Yaitu orang yang mencintai Allah dan RasulNya lebih dari yang lainnya, orang yang mencintai seseorang hanya karena Allah, dan orang yang tidak suka kembali kepada kekufuran sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke neraka.” (Mutafaq’alaih)


Sobat, agar kita bisa menggapai Cinta Allah dan RasulNya maka kita harus tunduk dan taat kepada Allah. Menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi segala laranganNnya. Serta senantiasa istiqomah dijalan Allah. Dengan begitu, manisnya iman akan bisa kita rasakan. Semoga kita mampu menggapai cinta Allah dan Rasul. Aamiin.



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!