Monday, July 30, 2018

Mengenal Cinta  (Bag. 2)


Oleh: Trisnawati 


Hari yang dinantikan telah tiba. Setelah menerima berbagai penolakan atas niatnya untuk menikah akhirnya di sambut oleh seorang wanita yang pandai dan paling cantik dari Bani Tsaqif.


Beliau adalah Saad Assulaim. Beliau berasal dari Bani Sulaim. Namun ia memiliki kulit yang hitam, bahkan ada yang mengatakan hitamnya melebihi hitamnya Bilal bin Rabbah. Karena kulitnya yang hitam Bani Sulaim menolak keberadaan Saad Assulaim.


Kesedihan akan fisiknya yang buruk membuat Julabib  (panggilan Rasulullah kepada Saad) datang menghadap Rasulullah Saw, Ya Rasulallah, apakah hitamnya kulit dan buruknya wajahku dpt menghalangiku masuk surga?


Tidak, selama Engkau yakin kepada Rabbmu dan membenarkan Rasul dan risalah yang dibawanya jawab Rasulullah saw. Kemudian Julabib menegaskan, Demi Allah, sesungguhnya Aku bersaksi bahwa tiada Ilah yg berhak disembah selain Allah & Rasul-Nya.


Wahai Rasulullah Aku pernah mencoba sekitar sini dan ke tempat yang jauh untuk melamar, namun mereka semua menolakku, " keluh Julabib kepada Rasulullah. Lalu Rasulullah menawarinya untuk menikah dengan putrinya Amr bin Wahb dari bani Tsaqif. Putrinya cantik dan pandai. Awalnya Julabib ragu karena terlalu sering di tolak lamarannya. Namun karena Rasulullah yang menjaminnya. Ia pun memantapkan langkah kakinya menuju rumah Amr bin Wahb.


Singkat cerita lamaran pun diterima. Walau awalnya di tolak karena Amr bin Wahb berfikir Jalabib berdusta. Bagaimana mungkin Rasulullah meminta Julabib yang hitam menikahi anaknya yang cantik dan pintar. Namun karena perintah Rasulullah putri Amr bin Wahb pun rela mengikuti apa pun yang telah Allah dan Rasul relakan untuknya.


Julabib pun bahagia lantaran lamarannya diterima namun terkendala karena tidak adanya biaya untuk menikah. Kemudian Rasulullah saw. berkata pada Julabib, Pergilah pada beberapa orang Muhajirin, datanglah kepada Abdurrahman bin Auf, Utsman dan Ali.

Maka Julabib mendatangi mereka semuanya, Abdurrahman bin Auf r.a. memberi (semacam diberi sangu/hadiah) bahkan dilebihkan, Utsman bin Affan r.a. memberi serta melebihkan, begitu pun Ali bin Abi Thalib r.a. memberi bahkan melebikan pemberiannya.


Ia pun mendapatkan biaya untuk menikah. Uang tersebut pun dibawa ke pasar untuk ditukarkan untukkeperluannya menikah.

Namun saat di pasar terdengar seruan, "Wahai kuda-kuda Allah, bergeraklah-bergeraklah!" tanda seruan untuk berjihad.


Julabib menatap ke langit dan ia berkata, Ya Allah, kecantikan istriku mungkin takkan sebanding dengan kecantikan surgaMu, ku penuhi panggilan jihadMu.


Uang yang rencana akan di pakai untuk menikah akhirnya Julabib membelanjakannya untuk keperluan berjihad. Dan ia pun terjun dan ikut berjihad bersama Rasulullah. Saat perang uhud terjadi, Julabib maju dengan penuh semangat dan sangat lincah, hantam ke kiri dan ke kanan, hingga kudanya kelelahan. 


Peristiwa perang uhud menjadi akhir kisah cinta Julabib. Jasadnya ditemukan berada di tengah-tengah tujuh mayat orang kafir. Kemudian Rasul berjalan menuju jasad Saad As-Sulami (Julabib), diletakkan kepalanya dipangkuannya dan dibersihkannya dari debu dengan kain. Lantas Rasulullah Saw menangis, kemudian tersenyum, dan kemudian memalingkan wajahnya yang telah memerah. Maka ditanyakanlah, Ya Rasulullah, tadi kami melihat Engkau begini, begini, dan begini (menangis, tersenyum, lalu memalingkan wajah)?


Beliau Rasulullah menjawab, Aku menangis karena aku akan merindukan seorang Saad As-Sulami (Julabib). Kemudian Aku tersenyum karena Ia sudah menggenapkan separuh agamanya (nikah), hingga Aku melihat Ia telah berada di tepian telaga jernih yang tepiannya terbuat dari intan & permata (surga). Lalu Aku malingkan wajah karena melihat bidadari berkumpul berlarian menghampiri Julabib, sedang gaunnya tersingkap hingga Aku melihat betisnya. Aku malu melihatnya, karena bidadari itu hanya milik Julabib.


Kemudian Rasulullah Saw mengumpulkan semua barang & kendaraan milik Julabib untuk diserahkan kepada putri Amr bin Wahb, seraya berkata, Katakanlah pada Amr bin Wahb, Sesungguhnya Allah telah menikahkan Saad As-Sulami dengan wanita yg lebih baik dari putrimu.


Cinta Julabib kepada Allah dan Rasulnya mengalahkan cinta dan keinginannya untuk menikahi seorang istri yang cantik dan pandai. Namun ia mendapatkan cinta hakikinya dengan balasan surga dan menjadi pengantin surga. Itulah cinta hakiki, cinta yang benar dan sejati yang tidak hanya sebatas di dunia namun menembus akhirat yang dilakukan because Allah.




SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!