Saturday, July 28, 2018

Mengenal Cinta (Bag. 1)


Oleh: Trisnawati


“Eh, tahu nggak sih si Dilan nembak gue”, Milea menelpon sabahatnya dengan penuh kebahagiaan namun terbersit sedikit keraguan.


“Jadi kalian udah jadian donk”, tanya sabahat Milea ingin memastikan status terkini keduanya


“ Belum sih, rada berat nerima cintanya Dilan karena Aku masih ragu Say”, Milea menjawab dengan nada suara melamban karena rasa ragunya akan cinta Dilan padanya.


“ Kenali dulu Melia ama cintanya Dilan itu jenis cinta apa. Jangan-jangan cintanya cuma snack donk, yang kelihatan gede tapi isinya angin doang.” sahabat Milea mengingatkan sahabatnya yang semakin menambah rasa ragu di relung hati Milea.


***


Yuk kenalanan dengan jenis – jenis cinta

Cinta itu ada tiga jenisnya lo Milea


1. Cinta Palsu

Namanya aja palsu, ya semacam bohong-bohongan. Kebanyang donk ketika nenek-nenek makai gigi palsu, pasti nggak bakal ngadar deh kalau tu si nenek pakai gigi palsu.


Nah lo apa hubungannya gigi palsu ama tu cinta. Ia yang merasakan cinta palsu nggak bakalan ngadar kalau bahwa yang di sangka itu cinta ternyata bukan. Apa lagi yang doyan ngegombal bilang cinta, rindu itu berat. Eh ternyata hanya di bibir tak sampai di hati dan perbuatan. 


Ngakunya cinta Allah dan RasulNya. Giliran di suruh taat dengan perintahnya pucat pasi seribu bahasa, no respon. Selain cinta hanya di bibir, cinta palsu juga disebabkan karena ia salah atau keliru dalam menentukan yang dicintai. Ia mencintai wanita belum halal baginya, ia mencintai kemaksiatan. Mencintai orang-orang kafir, padahal semua itu merupakan hal yang tidak disukai oleh sang pencipta. 


Jangan sampai cinta menemui jalan yang sesat ketika hendak berlabuh ke muara cinta dengan aktivitas pacaran, berzina, dan seks bebas. Maka itu semua adalah palsu. Jadi kalau Dilan ngajaknya pacaran bukan nikah maka rayuan pulau kelapanya adalah palsu.


2. Cinta Semu

Cinta semu ini cinta yang benar, hanya saja ia tidak langgeng. Batasnya hanya sampai dunia tak sampai menyentuh langit, jangankan ngetuk pintu langit nyampek juga enggak.


Seseorang mencintai istri atau suami hanya karena statusnya sebagai istri atau suami maka ini cinta semu walau sudah menjadi fitrahnya untuk mencintai lawan jenisnya atau pasangannya halalnya. Lo kok bisa? Bukannya sudah halal ya? 


Jawabannya ada di QS. Ali Imran: 14. Sesungguhnya Allah berfirman,


زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ


"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)"




SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!