Friday, July 20, 2018

Mengelola Emosi saat Menghadapi Anak Tantrum


Oleh: Silvia Anggraeni


Anak adalah karunia yang tak ternilai harganya. Kehadirannya dinanti dan amat diharapkan. Awal kelahirannya menciptakan suka cita yang teramat bagi kedua orangtua. Mereka adalah tumpuan harapan masa depan. Bahkan mereka adalah investasi amal yang diharap kan terus mengalir meski kita telah tiada. Dari Abu Hurairah berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.


إِذَا مَاتَ اْلإنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ صَدَقَةٌ جَارِيَةٌ أوْ عِلْمٌ يَنْتَفِعُ بِهِ أوْ وَلَدٌ صَالحٌِ يَدْعُوْ لَهُ.


Jika manusia meninggal, maka terputuslah amalannya, kecuali tiga perkara; shadaqah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang shalih yang mendo’akannya. 


Namun proses perjalanan mebesarkan dan mendidik anak bukanlah suatu hal yang mudah. Terlebih ada beberapa orang tua yang Allah beri kesempatan merasakan nikmatnya memiliki anak yang sering tantrum.


Tantrum adalah suatu kondisi dimana anak mengalami ledakan emosi yang diluapkan dengan tangisan dan jeritan.  Waktunyapun beragam hingga ada yang bertahan selama 2 jam. Pada saat seperti ini biasanya anak tidak akan mendengar atau memperhatikan bujuk rayu orang tua yang ingin menenangkannya. Disinilah ujian kesabaran bagi orang tua Untuk tetap bersikap tenang.  Apalagi kita tidak dapat memprediksi kapan dan di mana anak akan tantrum. Bisa saja ditempat umum,  atau ditengah malam.


Penyebab anak tantrum bisa dari mencontoh perilaku orang dewasa disekitarnya atau karena keterbatasannya berkomunikasi. Hal ini dapat menyebabkan anak melampiaskan keinginannya dengan marah atau mengekspresikan ketidaksukaannya dengan cara berlebihan. Tidak dapat dipungkiri orang tualah sosok terdekat dari anak yang merupakan contoh utama perilaku anak. Jikalau anak mendadak tantrum, kita harus mulai dari mengoreksi tata cara berkomunikasi atau pola interaksi yang anak lihat sehari-hari.  Jika kita menemukan sesuatu yang salah yang dapat mempengaruhi mental anak,  maka sebisa mungkin kita menjauhkannya agar tantrum tak terulang kembali. 


Lalu bagaimana sikap kita ketika menghadapi anak yang tengah tantrum? Anak pada kondisi tantrum akan sulit mengendalikan emosinya, bahkan ketika keinginannya terpenuhi belum tentu ia akan segera tenang dari amarahnya. Tentu hal ini akan membuat orang tua lelah dan mudah untuk marah. Maka orang tua harus berusaha tetap sabar menghadapi kondisi ini. Marah adalah luapan emosi yang normal ketika mengahadapi masalah ini, namun yang harus diperhatikan adalah kadarnya agar tak melampaui batas dan membahayakan si anak.


Karena ketika marah setan melemparkan bara api ke hati manusia hingga membuatnya dapat berbuat di luar kendali. Hadits Rasulullah mengatakan "janganlah engkau marah maka bagimu syurga".


Maka hal yang harus kita lakukan sebagai orang tua adalah melakukan perbuatan baik yang akan memberikan pengaruh positif pada emosi anak. Saat berhadapan dengan amukan anak, maka perbanyak istigfar dan terus menjaga kesadaran agar hati tak dikuasai setan. Terus berpikir jernih serta mengingat hakikat anak adalah titipan Tuhan, yang harus di jaga dengan sepenuh jiwa. Kaitkan hati dengan sang Kholiq, kesadaran bahwa setiap apapun yang kita lakukan selalu diawasi olehNya.

Seperti yang tercantum dalam firman Allah SWT berikut:

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya diantara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya hartamu dan dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar. [At Taghabun:14,15].


Anak merupakan harta dan ujian, maka barang siapa mampu melewati ujian tersebut niscaya Allah akan memberi imbalan pahala.. 


Allahu 'Alam


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!