Saturday, July 14, 2018

MEMBURU TERORIS YANG SESUNGGUHNYA


 Oleh : Azizah, S. Pd


Sabtu, 23 Juni 2018 Densus 88 Antiteror yang kesekian kalinya menembak mati dua orang terduga teroris di kota Depok, Jawa Barat.Pihak kepolisian mengatakan bahwa kedua teroris tersebut ditembak mati lantaran melawan petugas. Seperti biasanya pihak kepolisian  menyebut bahwa terduga teroris adalah anggota JAD(Jamaah Anshorut Daulah) (Nasional Kompas. com 23 Juni 2018)

Sejumlah warga yang tinggal di sekitar rumah kontrakan korban menuturkan bahwa penangkapan tersebut berlangsung sangat singkat dan tanpa ada perlawanan(Tribunnews.com 24 Juni 2018).Kita tidak tahu apakah mereka yang diduga teroris itu adalah benar-benar teroris.Kita juga tidak tahu apakah para terduga itu melakukan perlawanan atau tidak. Yang jelas mereka telah ditembak mati.Ditembaknya terduga teroris di Depok semakin menambah daftar pajang korban pembunuhan terduga kejahatan tanpa pengadilan oleh tim Antiteror. Menurut pengamat Terorisme, Harits Abu Ulya, untuk melumpuhkan bisa diupayakan tanpa harus menembak mati. Harits mempertanyakan profesionalitas Densus 88 dalam menindak terduga teroris.Menurut Harits kualitas Densus 88 itu lebih bagus dibanding dengan polisi biasa, jadi mestinya mereka lebih profesional.Pihak pemerintah, alih-alih mendengarkan kritik justru mendesak DPR untuk segera mengesahkan RUU Terorisme no.15 tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme untuk segera menjadi UU.Presiden Joko Widodo  bahkan mengancam untuk mengeluarkan Perppu jika pengesahan tidak terjadi hingga akhir masa sidang bulan berikutnya(BBC News Indonesia 25 Mei 2018)


Tabayun Untuk Mencari Kebenaran


Islam mengajarkan kepada kita untuk senantiasa bertabayun/mengecek kebenaran sebuah berita dalam rangka mencari kebenaran berita tersebut. Kita tidak bisa percaya begitu saja  terhadap sebuah berita sebelum  sebelum benar-benar tahu kebenarannya.Tentang Teroris misalnya,orang-orang Barat menyebut para pejuang di Palestina yang mempertahankan negerinya dari jajahan orang-orang Israel dengan sebutan Teroris.Fakta lain menunjukkan bahwa mayoritas rakyat AS justru tidak percaya dengan dengan isu Terorisme 11 September 2001.Pada masa Orde Baru para pemikir muslim yang peduli dengan masa depan bangsa karena menguatnya budaya KKN yang dilakukan oleh aparat negara justru dikatakan 'Tidak Pancasilais'dan disingkirkan oleh Soeharto dengan berbagai cara. Di jaman reformasi saat ini umat Islam yang menjalankan agamanya secara kaffah, memperjuangkan hak-hak mereka sebagai mayoritas malah disebut sebagai 'Teroris'yang harus dibasmi sampai ke akar-akarnya. Tindakan teror yang semakin banyak di negeri ini perlu dipastikan dulu siapa sebenarnya pelaku dan apa motifasi mereka


Siapa Yang Layak Disebut Sebagai Teroris? 


Tidak ada istilah yang bebas nilai apalagi dalam dunia politik. Setiap istilah yang diopinikan pasti punya tujuan tertentu yang ingin dicapai. Demikian juga istilah Terorisme. Nyatanya istilah ini dipakai untuk menyerang kelompok-kelompok tertentu yang dianggap mengancam Status Quo. Salah satu kelompok yang disasar adalah kelompok pejuang Syariah Khilafah yang memperjuangkan Islam kaffah. Kelompok ini dianggap membahayakan kelompok Status Quo. Berbagai cara telah dilakukan oleh kelompok Status Quo untuk membungkam para pejuang ini.Sayangnya upaya-upaya itu nampaknya tidak membuahkan hasil.Lalu dibuatlah berbagai istilah untuk guna menjerat para pejuang.Salah satunya adalah istilah Terorisme. 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia definisi terorisme adalah penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan dalam usaha mencapai tujuan(terutama tujuan politik). Tindak terorisme bisa dilakukan oleh individu, kelompok bahkan negara. Bila istilah terorisme bermakna demikian maka adalah salah satu negara yang layak disebut sebagai Teroris. Seorang penulis barat menyebut bahwa AS telah mengebom warga sipil di lebih dari tiga puluh negara, mencoba membunuh warga di lebih dari lima puluh negara,berusaha menggulingkan lima puluh pemerintahan yang sah dan masih banyak lagi daftar kejahatan yang dilakukan oleh AS terhadap dunia.Di Indonesia sendiri berbagai tindakan yang telah dilakukan oleh Densus 88 yang telah banyak membunuh warganya tanpa dasar yang jelas dan menimbulkan ketakutan di tengah-tengah masyarakat mestinya juga layak disebut sebagai Teroris


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!