Tuesday, July 31, 2018

Membangun Kembali Cinta Dalam Rumah Tangga


Oleh Uthie Siti Solihah(Ibu Rumah Tangga)

Bandung


Satu hari penuh dilewati pasutri (pasangan suami istri) dengan menjalankan peran masing masing, dimulai pagi buta istri sudah mulai bekerja menyiapkan segala kebutuhan anak anak sekolah dan suami untuk bekerja. Mulai dari memasak, menyiapkan baju, menyiapkan tas dan perintilan kecil lainnya. Ditambah jika sudah beres lanjut pegang anak yg kecil untuk memandikan  dan menyuapinya,  tak kalah sibuk suami pun membantu menyuapi anak-anak besar.

.

Kegiatan pagi beres waktunya mereka  berangkat namun tidak lantas istri bisa lega, di sela sela mengasuh bayi istri lanjut mencuci dan kembali menyiapkan makanan untuk kepulangan suami di sore nanti. Jika stok makanan habis terpaksa bawa bayi untuk dibawa belanja ke pasar tradisional.

.

Tiba di sore hari semuanya sudah berkumpul di rumah dan kembali memandikan anak anak, menyuapi mereka juga bersiap untuk istirahat.

Istri sudah lelah seharian mengerjakan pekerjaan rumah, suami pun demikian tak kalah lelahnya setelah bekerja. Lalu kapan ngobrol dan waktu bersama untuk saling berdiskusi membangun rasa dalam  rumah tangga yang setiap hari dipenuhi kesibukan oleh anak anak?

.

Kebanyakan pasutri pasti pernah mengalami kejenuhan akibat rutinitas yang dijalani oleh perannya masing masing. Namun karena waktu terus berjalan maka terkadang oleh beberapa pasangan hal-hal yang membuat bosan ini bisa dibiarkan begitu saja sampai menghilang, atau ada juga pasangan yang terus mencari ilmu dan belajar mencari cara bagaimana rumah tangga nya tidak dilanda kebosanan.

.

Berikut Tips Yang Bisa Dilakukan

.

Hadirkan Rasa Cinta Seperti Di Awal

.

Masa indah di awal pernikahan, siapa yang masih ingat masa-masa pengantin baru? Dunia serasa milik berdua yang lain ngontrak he, apa sekarang juga masih ngontrak ya? Ya...masa awal pernikahan adalah masa-masa manis yang dirasa, wujud nyata naluri kasih sayang dari Allah terpotret dalam bingkai pernikahan.

.

Nah siapa yang bisa menghadirkan rasa cinta di awal pernikahan sampai saat ini?di usia pernikahan yang sudah lebih dari 5 tahun mungkin? Masya Allah bagus sekali. Dengan mendahulukan rasa cinta kepada pasangan karena Allah kemudian menemukan sesuatu yang membuat jenuh dalam berumah tangga, yakin semua nya akan terlihat kecil, akan lebih mudah memaafkan dan menerima kembali kenyataan hidup bersama beralaskan cinta, karena tak mudah untuk bisa bersatu dalam kehalalan yang menyelamatkan dari perbuatan maksiat sebelum akad digelar.

.

Memberi Respon Terbaik

.

Baik suami atau istri berikanlah respon terbaik kepada pasangan, walau hal kecil sekalipun. Misalkan istri sedang berbicara pada suami, menolehlah ke arahnya tatap matanya jika perlu beri sentuhan seperti memegang tangannya atau pundaknya sebagai penguatan jika pembicaraannya mengundang perhatian.

.

Memberi respon terbaik juga bisa dilakukan saat bahasa tak bersuara, tapi gerak tubuh, kejelian pasangan melihat suami atau istri nya butuh bantuan, tentu tangan atau badan lagi yang bergerak bukan sekedar ucapan yang dibutuhkan.

.

Lancar Komunikasi

.

Siapa yang tak senang diajak ngobrol? Apalagi ngobrolin masa depan pernikahan, impian-impian dalam rumah tangga diangkat menjadi wacana jelang istirahat malam pasti ini mengasyikan. Membicarakan pendidikan anak-anak, menanyakan kabar pekerjaan suami, kabar keuangan rumah tangga bisa jadi ada yang tak terduga selama perjalanan berumah tangga sehingga bisa sama sama menyiapkan cara mengahadapinya.

.

Jika sudah menikah bukan jatuh cinta lagi yang dibutuhkan tapi bisa jatuh cinta berkali kali pada pasangan itu sesuatu yang Masya Allah harus disyukuri dijaga dan diikhtiarkan tetap terjaga, karena pasangan adalah rekan di dunia juga kelak yang akan membawa kita ke surga atau neraka Nya.

.

Mari kembali membangun cinta dalam mahligai rumah tangga supaya Allah memberi keberkahan dan menjadikan keluarga kita keluarga yang sakinah mawadah warahmah aamiin.

Wallahua'lam bishowab


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!