Tuesday, July 24, 2018

Memahami Kesejahteraan Perempuan


Oleh: Tri S, S.Si

Kesejahteraan adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan hidup masyarakat. Pendefinisian secara rinci terhadap apa saja yang termasuk kebutuhan hidup masyarakat, bisa saja berbeda antar masyarakat di satu tempat, atau satu waktu tertentu dengan masyarakat di tempat atau waktu yang lain. Ada kelompok masyarakat yang mendefinisikan bahwa mereka sejahtera selama mereka masih bisa hidup berdampingan dengan serasi dengan alam. Karenanya mereka menolak dibuka pertambangan emas dilingkungannya, hal ini akan merusak alam, mengganggu keserasian hubungan mereka dengan alam. Kelompok masyarakat ini berbeda pendapat dengan pejabat pemerintahan setempat yang menginginkan dibuka pertambangan, karena dengan adanya pertambangan akan membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan penduduk, yang berarti mensejahterakan penduduk. Pejabat ini kurang memperhitungkan keserasian hidup penduduk dengan alam sebagai sesuatu kebutuhan bagi penduduk. 

Pendefinisian kebutuhan hidup yang mungkin berbeda antar anggota masyarakat inilah yang menjadi alasan mengapa aspirasi masyarakat sangat penting untuk diperhatikan ketika hendak mensejahterakan mereka. Tapi benarkah aspirasi kaum perempuan pasti berbeda dengan aspirasi kaum laki-laki? Dan benarkah hanya perempuan saja yang bisa memahami dan merealisasikan aspirasi kaum perempuan?

Aspirasi seorang perempuan tidak selalu sama dengan aspirasi perempuan lainnya. Terkadang aspirasi seorang perempuan sama dengan aspirasi seorang laki-laki. Menurut petinggi partai perempuan ternama di negeri ini, yang dengan tegas menolak kuota perempuan di parlemen yang dianggap merendahkan martabat perempuan. Ia mendorong agar perempuan Indonesia berjuang dan tidak minta dikasihani dengan kuota. Ia sependapat dengan banyak laki-laki di partainya mengenai hal ini dan berbeda pendapat dengan banyak perempuan yang memperjuangkan adanya kuota perempuan di parlemen. 

Dari sisi lain, walaupun mungkin ada rincian yang berbeda mengenai kebutuhan dalam hidup antar individu dalam masyarakat, secara umum manusia, laki-laki atau perempuan akan dikatakan sejahtera apabila kebutuhannya akan pangan, pakaian, rumah, bahan bakar, listrik, sarana transportasi, pendidikan, pelayanan kesehatan, dan keamanannya terpenuhi. Kalaupun ada kebutuhan perempuan yang berbeda, misalnya pakaiannya yang berbeda dengan pakaian laki-laki, adanya kebutuhannya akan pembalut saat menstruasi, kebutuhannya akan ruangan khusus untuk menyusui, dan lain-lain, sebenarnya tidak sulit bagi laki-laki untuk memahami kebutuhan ini sehingga mereka pun bisa memenuhinya. Laki-lakipun bisa menjadi perancang baju perempuan, menjadi koki untuk konsumen perempuan, juga bisa menjadi anggota perwakilan rakyaat mewakili rakyat yang perempuan, dan menjadi kepala negara bagi rakyat yang perempuan. Yang penting laki-laki mau mendengar, mau memahami dan mau memenuhi kebutuhan perempuan. 

Jadi, aspirasi perempuan memang penting untuk disuarakan serta didengar. Namun kesejahteraan perempuan tidak harus direalisasikan oleh perempuan sendiri, laki-lakipun bisa merealisasikannya. Mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat secara umum, berarti juga mewujudkan kesejahteraan bagi perempuan. Perjuangan perempuan akan lebih baik diarahkan kepada perjuangan mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara umum, bukan perjuangan mewujudkan kesejahteraan bagi perempuan saja. 

Terwujudnya kesejahteraan tiap individu warga negara tergantung pada kualitas penguasa (penentu perundang-undangan bagi warga negara) dan ketaatan warga negara pada penguasa serta kerja keras warganegara sendiri. Kesejahteraan bisa diwujudkan apabila penguasa memiliki komitmen, kapabilitas/kemampuan dan kejelasan serta ketepatan konsep untuk mensejahterakan tiap individu rakyat, bukan hanya sebagian rakyat. (Tri S.)

*(Penulis adalah pemerhati perempuan dan generasi)



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!