Wednesday, July 18, 2018

Makna Seorang Ibu


Oleh : Lilik Yani


Susunan 3 huruf yang membuatku bangga jika disematkan di depan namaku. Terdengar sangat indah di telingaku, saat anak-anak kandungku juga anak didikku memanggilku. Ibu.


Tergelitik rasa penasaran dalam benakku. Apa makna kata ibu? Kapan seorang disebut ibu? Apakah kata itu hanya dipersembahkan kepada seorang perempuan yang pernah melahirkan? Atau kata itu berupa status? Apakah kata itu sebagai kata benda atau kata kerja?


Adanya berbagai pertanyaan itu, mendorongku mencari makna ibu lebih jauh. Sasaran pertamaku adalah membuka laptop, kemudian jemari tanganku mengetikkan kata 'definisi ibu' pada kolom sebuah mesin pencari di internet.


Keluar definisi umum dari kamus-kamus. Ibu (kata benda) : perempuan yang telah melahirkan seseorang. Ini berarti sebutan yang disematkan kepada siapapun perempuan yang pernah melahirkan anak-anaknya. Berarti aku termasuk kategori di dalamnya. Karena aku sudah melahirkan 3 anak dari rahimku.


Definisi selanjutnya, ada pemaparan yang menarik dari berbagai individu yang membuat definisi masing-masing tentang makna seorang ibu. 


Ibu adalah seseorang yang mencintai tanpa syarat, sepenuh jiwa raga dan kasih sayangnya diberikan untuk anak-anak tercintanya.


Ibu adalah seseorang yang memberikan waktunya 24 jam sehari untuk anak dan keluarganya, tanpa meminta bayaran (imbalan).


Bahkan ada definisi yang menyebut ibu sebagai kata kerja. Ibu adalah seseorang yang selalu mencintai, mengayomi, melindungi, mendidik, membimbing, memberi kenyamanan, memelihara, mendukung, merangkul, menghargai, menyemangati, memberi teladan.


Dengan definisi-definisi seperti itu, aku jadi evaluasi terhadap diriku sendiri. Apakah aku sudah pantas disebut seorang ibu? Sudahkah aku menjalankan tugas itu dengan baik?


Selanjutnya kucari makna ibu yang lebih luas melalui banyak kutipan menarik tentang ibu. 


Ibu adalah madrasah (sekolah) pertama bagi anak-anaknya. Jadi ibu harus siap mengajari anak-anaknya tentang banyak hal, sebelum anak sekolah di tempat umum.


Ibu adalah seseorang yang bisa mengambil tempat siapapun, tetapi tempatnya tidak bisa tergantikan oleh siapapun 


Ibu bisa mengerti apa yang dipikirkan anak-anaknya, padahal mereka belum mengatakannya.


Ibu adalah seorang perempuan yang memiliki cinta tak terbatas, yang tidak bisa diungkapkan dengan keindahan kata-kata. Karena cinta ibu kepada permata hatinya adalah manifestasi sifat Rahman dan Rahim Allah swt yang ada pada dirinya.


Subhanallah. Semakin aku mencari, semakin aku membaca, maka semakin banyak pertanyaan untuk diriku sendiri.


Seberapa pantaskah aku menyandang predikat mulia itu?

Sudahkah gelar itu disematkan pada diriku?


Kini, terbayang dalam benakku. Ada sosok perempuan mulia dengan usia lebih dari 60 tahun. Beliau sudah bersusah payah merawatku, mendidikku dan membesarkanku dengan segenap jiwa raganya. Hingga aku menjadi seperti sekarang ini.


Beliau adalah ibuku, yang cintanya tak akan habis walau setiap saat diberikan kepada anak-anaknya.


Perempuan terkasih yang menjadi penyejuk jiwa dan tempat curahan hati yang paling nyaman.


Aku mencintainya sepenuh hati, mensyukuri keberadaannya setiap hari. Aku perhatikan semua nasehat dan pesan-pesannya.


Doa tulus selalu aku panjatkan, agar Allah berkenan memberikan panjang umur dalam keadaan sehat dan dimudahkan dalam beribadah.


Pertanyaan yang terselip di hatiku. Apakah anak-anak yang sudah aku lahirkan, juga merasakan hal yang sama? Memiliki perasaan yang kuat sebagaimana perasaanku terhadap ibuku?


Aku memang bukan ibu yang sempurna. Betapapun besarnya upaya yang kulakukan untuk mempersembahkan cinta terbaik buat permata hatiku. 


Berharap agar mereka bisa merasakan cinta dan kasih sayang dari perempuan yang setiap waktunya dipenuhi doa dan harapan terbaiknya agar buah hatinya selalu dalam lindungan Allah.


Perasaan sama yang menggelayuti benak banyak perempuan, sesama ibu di seluruh dunia.


Ibu pencetak generasi mulia, penolong agama Allah. 

Mari kita berjuang sekuat tenaga, menghantarkan anak-anak kita menjadi generasi rabbani yang memperkuat barisan pejuang. Untuk memenangkan dan mengembalikan kejayaan Islam.

In syaa Allah.



#MaknaSeorangIbu

#Surabaya150718


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!