Monday, July 16, 2018

Mafahim Kehidupan


Oleh : Dini Harianti, S. ST

(Anggota Komunitas Muslimah Muda Ketapang) 


Mafahim atau pemahaman merupakan salah satu pembentuk ciri dalam diri seseorang. Mafahim seseorang dapat terbaca dari jalan pikiran, tutur kata, gerak gerik, penampilan, lingkungan, serta antusiasmenya terhadap sesuatu. Mafahim dapat dibentuk dan bahkan dapat ditularkan kepada yang lain. 

Seperti apa mafahim kita dapat dilihat dari kebiasaan kita dengan memunculkan beberapa pertanyaan berikut : Selama ini apa yang paling sering aku pikirkan? Buku apa yang paling sering aku baca? Seperti siapa penampilanku? Siapa idolaku selama ini? Seberapa besar peran agama dalam hidupku? Apa tujuan hidupku? Dan kebahagiaan seperti apa yang selama ini aku kejar? Sudah kah jawaban semua pertanyaan ini mengarah kepada ideologi Islam? Atau malah kita masih belum memiliki mafahim yang jelas? Hanya sibuk memikirkan dunia. Tapi lupa dengan hakikat kehidupan sesungguhnya. 

Rasulullah SAW bersabda : "Barangsiapa yang bangun di pagi hari, namun hanya dunia yang dipikirkannya, sehingga seolah-olah dia tidak melihat Hak Allah dalam dirinya, maka Allah akan menanamkan 4 penyakit dalam dirinya yaitu :

1. Kebingungan yang tiada putus-putusnya

2. Kesibukan yang tidak ada ujungnya

3. Kebutuhan yang tidak terpenuhi

4. Keinginan yang tidak akan tercapai

Hal ini lah yang membuat kita belum memiliki mafahim yang jelas. Kita disibukkan dengan hal duniawi yang tidak ada ujungnya. Betapa banyak orang-orang yang diberikan berlimpah harta dunia tetapi kebutuhan nya seakan tak terpenuhi dan tidak merasakan kebahagiaan dengan harta yang dimiliki. Hal ini juga yang membuat para musuh-musuh Islam dengan leluasa merusak mafahim kita dengan ide-ide sekuler yang menjauhkan kita dari ideologi Islam yang menyempurnakan. 

Umat Islam ditanamkan islamophobia sehingga enggan menggunakan mafahim kebenaran dengan ideologi Islam. Rasulullah bersabda "Hampir saja bangsa-bangsa mengepung kalian, sebagaimana orang lapar mengepung makanan." Berkata sahabat, "apakah karena jumlah kita sedikit?" Rasul bersabda, "Bahkan kalian pada saat itu sangat banyak, tetapi kalian seperti buih di lautan." Seperti itu lah keadaan umat Islam saat ini. Walaupun jumlah umat Islam sangat banyak tetapi hanya seperti buih di lautan. Hal ini dikarenakan kita sudah mulai menjauh dari sistem Islam. 

"Allah akan mencabut dari hati musuh kalian rasa takut, dan Allah memasukkan kedalam hati kalian al-Wahn (cinta dunia dan takut mati)" dan ini nyata terjadi pada umat muslim saat ini. Kita patut mempertanyakan kepada diri kita. Jika aku mati saat ini, puaskah aku dengan segala pencapaian ku? Sudah kah semua yang kita lakukan Lillah karena Nya? Sudah kah tujuan kita selama ini untuk kehidupan akhirat yang kekal selamanya? Sudah cukup kah amal yang akan kita bawa nantinya? Semua berawal dari mafahim yang kita anut. 

Terlepas dari benar atau salah, baik atau buruk. Mafahim itu menular. Menyebar luas begitulah kodrat suatu mafahim. Berawal dari mafahim individu, menular menjadi mafahim kelompok hingga berujung menjadi mafahim suatu Negara. Maka hanya ada dua pilihan untuk kita. Mempengaruhi? Atau dipengaruhi? Semua pilihan ada pada dirimu. 

Wallahua'lam bishowab



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!