Monday, July 2, 2018

LPG Melon Turut Menghilang


Oleh: Endang Setyowati


Perjalanan gas LPG (elpiji) sungguh memprihatinkan. Menjelang lebaran, gas elpiji subsidi 3 kg mulai langka, padahal kebutuhan akan elpiji jelas meningkat di masa itu. Dari langka, lama-lama menjadii tiada, hilang begitu saja. Sama seperti premium, lambat laun yang di subsidi akan hilang dari peredaran. Mau tidak mau masyarakat dipaksa membeli yang non subsidi, yang mana harganya lebih mahal dari yang subsidi. 


Di zaman kapitalisme seperti ini, fenomena menghilangnya subsidi sudah tidak asing lagi bagi masyarakat indonesia. Bahkan untuk mendapatkan gas elpiji subsidi 3 kg pembeli harus tanda tangan, ada pula yang harus memperlihatkan KTP. Belum lagi yang harus antri di pangkalan elpiji dan itupun belum tentu mendapatkannya.Tetapi bagaimana mungkin pemerintah mengatakan bahwa gas elpiji 3 kg tidak pernah langka, kenyataan dimasyarakat berbeda 180°.


Sudahlah sekarang langka gas elpiji 3 kg yang subsidi, pemerintah akan meluncurkan gas elpiji 3 kg non subsidi. Tentunya akan semakin memberatkan masyarakat kalangan menengah kebawah. Ibu rumah tangga harus pandai-pandai menggunakannya serta bijak mengatur keuangannya, karena sekarang tidak hanya gas elpiji, semua sudah mulai dicabut subsidinya seperti hal premium dan listrik yang lebih dahulu berjalan naik. Walaupun semuanya adalah kebutuhan dasar yang semua kalangan masyarakat bawah menggunakan, tetap saja dinaikkan.


Sebagaimana yang diberitakan di laman detik.com, gas elpiji 3 kg non subsidi akan serbu pasar nasional, hal ini dipastikan oleh PLT Direktur utama PT Pertamina (persero) Nicke Widyawati "(elpiji non subsidi jadi dijual) per 1 juli 2018 (teknisnya) ya dijual aja tapi ini tidak di subsidi" ujarnya saat di temui Detik dalam acara halal bihalal di kementrian ESDM, Jakarta, Jum'at (22/6/2018).


Dengan meluncurkan gas elpiji non subsidi ini Nicke menambahkan bahwa ada permintaan dari masyarakat yang tidak memerlukan gas elpiji yang bersubsidi, karena selama ini oleh pemerintah gas elpiji 3 kg yang subsidi di katakan salah sasaran. Pemerintah seolah olah tidak perduli dengan masyarakatnya, karena subsidi di katakan memberatkan beban negara yang mana pemerintah bersikap seperti pedagang kepada rakyatnya sendiri yang tidak mau rugi yang seharusnya itu sudah menjadi tugas pemerintah untuk mengurusi hajat hidup rakyatnya. 


Semua ini terjadi karena pemerintah menerapkan sistem selain Islam yang hanya memikirkan keuntungan saja. Didalam sistem ini siapa yang mempunyai modal maka dia yang akan berkuasa.


Berbeda dengan Islam, dimana seorang pemimpin bertugas meriayah, mengayomi masyarakatnya sesuai dengan aturan Allah, serta menyediakan kebutuhan dan menjamin kebahagiaan dan kesejahteraan yang didambakan oleh umat manusia. Sudah seharusnya kita kembali kepada Islam yang kaffah yang mana semua umat manusia terjamin pendidikan, kesehatan serta keamanannya. Tidak hanya umat muslim saja, tetapi nonmuslim pun mendapatkan hak yang sama.



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!