Thursday, July 26, 2018

KETIKA DUNIA PENDIDIKAN MENJADI ANCAMAN PERADABAN


Oleh : Ummu Al Javier


Beberapa waktu terakhir masyarakat dihebohkan dengan video asusila yang tersebar di media sosial, Video yang menunjukkan kegiatan Mahasiswa Baru (MaBa), Fakultas Hukum, Universitas Sam Ratulangi ( Unsrat ) Manado, Sulawesi Utara ( Sulut ) pada senin 23 juli 2018 memperlihatkan kegiatan Ospek Mahasiswa baru. Dalam video tersebut terlihat para Maba beramai-ramai melakukan perbuatan asusila atas dasar perintah kakak seniornya. Perbuatan asusila yang dilakukan secara bersama-sama bahkan sengaja direkam dan disebarkan di media sosial. (Tribun Timur.com 26 juli 2018)



Sebagai orang tua tentu saya merasa miris melihat video tersebut. Mengelus dada serta membayangkan bagaimana jika anak-anak saya berada disituasi yang dapat membahayakan akhlaknya di kemudian hari. Ternyata dunia pendidikan sudah sebegitu parahnya di zaman ini. Akhlak dan moral sudah bukan menjadi prioritas untuk membentuk kepribadian anak didik, hanya tuntutan nilai akademik yang tertuang di kertas menjadi acuan utamanya. Bahkan kadang tak sedikit pula orang tua yang melakukan berbagai macam cara hanya untuk mengejar nilai akademik tersebut dengan tujuan membentuk anak-anak yang berprestasi dalam dunia tanpa memikirkan kehidupan akhiratnya. Apalah gunanya jika tingginya nilai akademik yang tidak diiringi dengan nilai Budi Pekerti dan Akhlak yang sesuai dengan syariat. Lingkup sekolah sendiripun seolah lepas tangan dan membebankan perilaku akhlak 100% ke pihak orang tuanya. Padahal dalam hal ini berbagai kubu tentu mempunyai peran yang besar dalam pembentukan karakter dan akhlak seorang anak didik. 



Siapa saja yang berperan dalam pembentukan Akhlak dan Kepribadian seorang anak sesuai tuntunan Syariat?

1. Peran orang tua

Orang tua menjadi dasar utama dalam pembentukan karakter dan keimanan yang kuat. Karena keluarga  adalah Fakultas pertama seorang anak dalam menyerap berbagai macam ilmu, mulai dari pendidikan agama sebagai dasarnya. Penanaman rasa Takut Akut hanya sama Allah menjadi acuan pertama karena dengan ketakutan itu akan menjadi cakram yang kuat ketika terbesit pikiran akan kemaksiatan. Menjadi keluarga yang solid dan saling mengingatkan adalah kunci utama dalam pembentukan karakter seorang anak. Untuk itu sebagai orang tua wajib mempunyai bekal yang cukup, keilmuan yang cukup dan motivasi yang cukup. Tinggalkan pemikiran bahwa prestasi utama hanya tertuang dalam bentuk angka diatas kertas, prestasi utama adalah ketika seorang anak mampu memadukan antara ‘Aqliyah (pola pikir) dan Nafsiyah (pola sikap) yang berdasar pada akidah Islam. Berhenti menjadi orang tua egois yang hanya bisa menuntut segala yang terbaik dari anaknya tanpa berfikir bahwa anak juga berhak menuntut orang tua untuk menjadi contoh utama yang terbaik pula.


2. Peran pendidik di Lingkungan Sekolah

Ketika seorang anak sudah mulai memasuki dunia belajar mengajar di sekolah tentu sebagian besar waktunya akan dihabiskan di sekolah. Dalam hal ini peran guru atau pendidik menjadi sangat penting karena saat itu mereka menjadi kepanjangan tangan orang tua untuk memberikan berbagai bekal keilmuannya. Bukan hanya menekankan nilai akademiknya melainkan juga pengawasan dan pembentukan akhlak secara berkelanjutan. 


3. Peran Pemerintah atau Negara

Negara berperan sangat penting disini, karena sebagai penyusun segala kurikulum pendidikan yang akan diberikan ke anak-anak bangsa. Memilih dan memilah kualitas pengajar yang bisa diandalkan sebagai pemaximalan pembelajaran. Pemerintah juga yang mempunyai otoritas penuh mengontrol berbagai pemahaman dari luar yang sangat bisa mempengaruhi dunia pendidikan seperti sekulerisme, liberalisme, dan kapitalisme. Sebagai negara dengan mayoritas Muslim harusnya Islam menjadi acuan utama dunia pendidikan di Indonesia bukan pendidikan yang berpatokan dengan dunia barat.




Ketika kita menarik garisnya bahwa penanaman Akidah yang kuat sejak dini akan membentuk manusia-manusia yang berakhlak dan berbudi. Pemisahan antara Ilmu dan agama hendaknya dihentikan dan mengupayakan untuk menyatukan keduanya karena apalah gunanya ilmu jika pemiliknya tidak menggunakan agama sebagai pengontrol tingkah lakunya dan apalah gunanya agama jika tidak diiringi ilmu didalamnya. Kembali ke syariatlah itu yang utama karena ketika syariat diterapkan mulai dari akar sampai daun, mulai dari keluarga sampai negara maka segala tingkah laku akan terkontrol di segala bidangnya.



Wallahu’alam Bishowab



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!