Monday, July 30, 2018

Ketika Allah Menginginkan Seorang Hamba


Oleh: Mira Delvianti, S.Pd.I 


Di saat kita menghadapi sebuah kesusahan, apapun itu bentuknya kegelisahan, kehilangan, permohonan yang belum diijabah Allah, rasa sakit pada tubuh, kecelakaan, kekurangan harta, banyak rintangan di jalan dakwah dll adalah cara Allah ingin menyatakan "rindu" pada kita. 


Begitu hamba-Nya datang menjumpai Allah, bersujud, banyak beristighfar, berdoa kepada Allah seraya bermohon dengan berbagai lafadz "Ya Allah, Ya Rabbiy, Dzat Penguasa Langit dan bumi...." sambil berserah diri kepada-Nya. Saat itulah yang dinanti-nantikan dan paling dirindukan Allah SWT dari kita. 


Sobat, janganlah mengeluh tapi terus bersyukur, bersabar serta istiqomah. Jadikan tantangan dan cobaan itu bagaikan jembatan untuk muhasabah diri atas kealpaan, sarana mengasah segala potensi dan keterampilan diri serta pelengkap keimanan kita.


Ketika kita mau bersabar sejenak untuk menghadapi berbagai cobaan tersebut, Allah SWT telah sediakan pahala yang cukup besar untuk kita di sana dan menjadikan kita 'The Winner' alias pemenang di akhirnya. Daripada diberi kenikmatan, justru membuat kita tidak pandai bersyukur bahkan justru amnesia kepada Allah. Na'uudzubillahi min dzalik. 


Firman Allah SWT:


ْ ۖ ﻭَﻋَﺴَﻰٰ ﺃَﻥْ ﺗَﻜْﺮَﻫُﻮﺍ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﻭَﻫُﻮَ ﺧَﻴْﺮٌ ﻟَﻜُﻢْ ۖ ﻭَﻋَﺴَﻰٰ ﺃَﻥْ ﺗُﺤِﺒُّﻮﺍ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﻭَﻫُﻮَ ﺷَﺮٌّ ﻟَﻜُﻢْ ۗ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﻳَﻌْﻠَﻢُ ﻭَﺃَﻧْﺘُﻢْ ﻟَﺎ ﺗَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ


"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui". (QS. Al-Baqarah: 216) 


Ketika kita diberi berbagai kemudahan dan kenikmatan, yang dengan itu kita tidak lupa, justru paling ingat dan malah semakin bersyukur, di situlah Allah merasa sangat dan paling bahagia kepada kita sebagai hamba-Nya. 


Khusyu'lah dengan penuh tunduk kepada-Nya. Dialah yang Maha Mendengar walaupun langkah seekor semut yang berjalan di tengah kegelapan malam.


Yakinlah...


Dibalik apapun yg dihadapi, ada bahagia yang menanti setelah kesabaran yang panjang serta keajaiban yang membuatmu lupa betapa pahitnya ujian hidup ini. 


ﻓَﺈِﻥَّ ﻣَﻊَ ﺍﻟْﻌُﺴْﺮِ ﻳُﺴْرا ﺇِﻥَّ ﻣَﻊَ ﺍﻟْﻌُﺴْﺮِ ﻳُﺴْﺮًﺍ 


"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan". (QS. Al-Insyirah: 5-6)


Sobat, temukanlah kebahagiaan hakiki dalam menjalani kehidupan dengan terikat pada Syari'ah-Nya Allah. 


Bersyukurlah kita menjadi pribadi yang dirindukan Allah SWT dan Syurga-Nya. 


Wallahu a'lam bish-shawwab.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!