Wednesday, July 11, 2018

Kenapa remaja bisa lebay Dan lalai? 



Oleh Azzah Sri labibah S. Pd


pengasuh majelis taklim remaja pantura 


Fenomena tik tok makin ngetop dikalangan remaja,apalagi dengan datangnya bowo yang sampai saat ini masih menjadi pembicaraan di media.banyak remaja yang tergiur untuk mengikutinya, mengidolakannya, bahkan menggadaikan keyakinannya demi dia, seperti yang tampak di media sosial beberapa chattingan yang bagi kita terlalu lebay untuk diungkapkan.

Misal "bikin agama baru yuk! Kak bowo jadi tuhannya,yang mau jadi nabinya chat aku ya. "

"bowo orang mana sih? Ganteng banget ya gak kayak laki  Indonesia.Aku rela gak masuk surga asalkan perawanku pecah sama dia"


Astagfirullahal adziim, bukankah yang mengatakan itu anak Islam? Dia juga sholat, memakai kerudung, puasa romadhan juga.tapi kenapa bisa sampai mengucapkan kata kata hina walaupun mungkin hanya bercanda tapi itu tidak layak diucapkan oleh muslimah.


wajar mereka mengucapkan hal demikian karena mereka terbiasa menyepelekan dan meninggalkan perintah Allah salah satunya adalah mengkaji Islam kaffah/menyeluruh.seperti yang dikabarkan nabi melalui sabdanya "umatku rusak karena 2 golongan :orang  bodoh yang giat beribadah dan orang alim yang jahat" bahkan para ahli hikmah memberi perumpamaan "ilmu adalah cahaya, sedangkan kebodohan adalah kegelapan".

Sehingga wajar mereka mengucapkan kata kata yang tidak mencerminkan jati dirinya sebagai muslimah karena mereka miskin ilmu islam/bodoh tidak bisa membedakan mana yang prinsipil dan cabang, mana yang harus di kerjakan dan mana yang dikabarkan, mana yang harus diucapkan atau harus diam.karena kegelapan itulah yang membuat mereka tidak bisa berfikir jernih dalam menghadapi segala masalah termasuk adanya Fenomena tik tok ini. 


Ada beberapa faktor yang  bisa menyebabkan remaja  lebay dan lalai diantaranya adalah

1. Abainya orang tua terhadap aqidah 

Banyak orang tua yang tidak memikirkan kondisi iman dia dan anaknya dikarenakan jauh dari pemahaman Islam. Namun  juga takut jika anaknya mengikuti kajian kajian untuk mempertebal iman karena takut anaknya ikut aliran sesat. Padahal mencari ilmu Islam adalah wajib dan orang tua juga wajib menanamkan pemahaman Islam pada anaknya,jika tidak bisa maka mendatangkan ustad /ustadzah untuknya,seperti yang dilakukan ibunya Imam syafi'i yang mengantarkan anaknya pada ulama Sehingga membuahkan Imam syafi'i yang cerdas dan menjadi ulama pula.  

2. Peran sekolah yang kurang berfungsi 

Sekolah adalah lembaga yang mendidik anak agar memiliki pola pikir Dan sikap yang baik namun saat ini kebanykan sekolah hanya mementingkan akademis dan  banyak murid sehingga pola sikap yang baik anak sering terabaikan. 

3. Masyarakat yang belum cerdas 

Saat ini masyarakat jauh dari syariat sehingga bisa mempengaruhi warga  baik remaja, dewasa maupun tua untuk bertindak asusila dan hanya mengejar kepentingan dunia semata. Sehingga wajar banyak remaja yang berfoya foya seakan2 hidupnya masih lama Dan lupa kalau nanti akan dipertanggung jawabkannya. 

4. Peran negara yang rapuh 

Negara adalah peran terkuat terhadap apa yang dilakukan oleh warganya, namun saat ini kekuatan itu tidaklah diberdayakan,seharusnya mudah bagi negara untuk menutup program tik tok namun ini dilakukan hanya Sementara, padahal efeknya liar biasa pada remaja, seharusnya bisan menutup situs porno dll yang membahayakan pola pikir dan sikap remaja namun semua itu tidak dilakukan. Negara yang kuat adalah negara yang patuh pada Sang maha Hebat yaitu taat syariat dan pasti akan membawa maslahat. Wallahu a'lam.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!