Sunday, July 29, 2018

Karena Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga


Oleh : Endang Noviyani

Semua manusia pasti pernah melakukan salah, masalalu yang suram ataupun mempunyai masalalu yang tersesat dan juga salah arah. Baru saja satu langkah belajar taat, syetan begitu gencarnya menggoda agar hamba Allah selalu terjerumus dalam maksiat. 

Tapi Allah selalu mengingatkan dalam al quran bahwa syetan adalah musuh yang nyata bagi manusia. 

Memang sangat berat langkah ini untuk taat kepadaNya, terlebih jika sekeliling kita tak mendukung untuk kita lebih bersemangat dalam perbuatan yang lurus dan tak melawan arus. 

Kadang kita malu dengan Allah, karena sudah terlalu banyak dosa yang kita perbuat dan tak terhitung jumlahnya.

Sehingga menghalangi kita untuk taat, karena merasa rendah diri dengan segudang dosa yang diperbuat, astagfirulloh.. 

Padahal Allah sang Maha penerima Taubat, tak pernah ia merendahkan Hambanya yang bergerak menuju taat, hanya karena masalalunya berlumur dengan maksiat. 

Maha Baik Allah melihat hambanya bermunajat sambil memohon ampun dari yang Maha Kuasa, hingga bercucuran air mata yang berderai melewati lembah pipi. 

Dengan melihat kebaikan seorang Hamba hanya karena menyesali perbuatan yang tak disukaiNya. Allah hapus kesalahan di masa lalunya, hanya karena satu kebaikan HambaNya. 

Dan Allah  masih memberikan kesempatan untuk kita untuk berubah menjadi insan yang bertaqwa juga istiqomah.

Tapi berbeda dengan manusia, gara-gara "nila setitik rusak susu sebelanga" hanya karena satu kesalahan yang diperbuat,  mereka langsung menghapus kebaikan - kebaikan yang telah mereka terima dari saudaranya. 

Itulah manusia, yang sifatnya lemah,  licik,  dan fasik. Hanya melihat satu titik kesalahan dapat menghapus seluruh kebaikan. 

Berbeda halnya dengan Allah, yang Maha Pemurah. Dia melihat hambaNya yang sungguh - sungguh dalam melakukan satu kebaikan,  lalu dia hapus semua kesalahannya.

So,  jadilah manusia yang tak menilai hanya pada satu titik kesalahan dan sulit untuk memaafkan,  malulah kita kepada Allah, jika Allah saja maha pemberi maaf . Kenapa manusia sulit untuk memaafkan sesamanya ?

Berpegang teguhlah pada agamaNya, niscaya sifat pemaaf itu akan hadir dengan sendirinya seiring pemahaman yang telah dipahaminya. 



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!