Wednesday, July 11, 2018

Kami pun Ingin Meraih Surga


Oleh Ammylia Rostikasari, S.S. (Komunitas Penulis Bela Islam dan Akademi Menulis Kreatif)


Ramadhan syahdu nan khusyuk telah berlalu

Rasa rindu pastilah bernaung di dalam qolbu

Ibadahku rasa-rasanya melangit di bulan itu

Saum, tarawih, tilawah, sedekah, zakat fitrah, sungguh kutunaikan dengan segenap daya upayaku


Di Ramadhan yang selalu kunanti, aku merasa sangat bahagia

Hari-harinya kupenuhi dengan segala amal kebaikan

Dini hari kubersujud kepada Ilahi

Selesai itu, karenaku sebagai ibu juga seorang istri

kusiapkan hidangan sahur untuk keluargaku

Berkah, ya karena satu di antara pintu berkah kujemput di sana

Ruhiyahku seolah paripurna di setiap Ramadhan tiba

masyaallah...


Namun, di suatu senja

Sungguh aku sangat terguncang di sana

Saat layar televisi menayangkan sebuah warta

Saudara-saudaraku yang ada di belahan dunia sana


Anak-anak kecil yang tak berdosa bersimbah darah karena gemuruh hujan peluru di Ghouta Suriah

Wanita-wanita lemah yang tua renta meronta-ronta karena dianiaya kafir harbi laknatullah

Razan al Najjar , seorang perawat Palestina ditembak membabibuta oleh tentara Israel yang sungguh mengundang murka

Saudaraku di sana,

Mereka melalui Ramadhan dengan nuansa berbeda dengan kita yang tinggal di Nusantara


Mereka ketar ketir

Mereka bertarung nyawa

Mereka diliputi kekhawatiran yang luar biasa 

Karena peluru, rudal bahkan nuklir bisa mengancamnya kapan saja

Serangan yang mematikan  siap menghabisi mereka tanpa mengenal masa atau hirau apakah mereka sedang apa


Namun, 

Mereka sungguh luar biasa

Mereka saudaraku di Palestina ataupun di Ghouta

Mereka tetap bersih kukuh bertahan di sana

Apa ucap mereka,

Kata tulus yang keluar dari bibir mereka dengan peluh air mata

 “Karena di sini, di Tanah Syam, kami lebih dekat dengan surga”


Allahu akbar

Astaghfirullah al adzim

Laa haula walaa quwwata illa billah


Ya Rabbana

Aku di sini, kami Muslim di Nusantara sungguh sangat berbeda nasib dengan mereka

Kami biasa ibadah dengan leluasa, 

Bahkan tak sedikit Muslim di Nusantara mengabaikan rasa takwa

Sering kalu pula hanya memikirkan diri dan keluarga kami saja


Di saat Islam hanya ditafsirkan hanya dengan logika semata

Di kala Islam hanya diakui ritualnya saja

Di masa Islam dijauhkan dari kehidupan dunia 

Di sanalah kecancuran senantiasa meluluhlantahkan umat dari persatuannya


Jadilah kami memasuki zaman fitnah

Di kala orang salih dibuat kalah

Di mana istiqomah dipandang bersalah

Di masa dakwah Islam kaffah untuk meneraokan syariah dibuat lemah


Namun, bagaimana pun kami akan belajar bertahan dalam dakwah

Karena Kami pun ingin dekat dengan surga 

Sebagaimana saudara kami yang ada di Palestina juga Ghouta


Ya Rabbana

Mampukan kami untuk meraihnya dengan mewujudkan takwa yang paripurna

Menyuarakan dan memperjuangkan tegaknya Islam agar selamat dunia untuk menuju surga

Karena Kami tak sanggup menerima pedihnya siksa neraka

Sebabnya, Kami akan berjuang segenap upaya menegakkan Islam


Islam yang bersatu dan tak bisa dikalahkan

Islam yang tak mengenal label Arab atau nusantara

Islam yang diterapkan dengan menyeluruh dalam sebuah institusi mulia bernama khilafah ‘ala minhaji nubuwwah

Islam rahmatan lil lil ‘alamin yang mengundang berkah


Agar Ramadhanku, Syawalku, dan bulan-bulan yang lainnya

Ada dalam naungan takwa

Ada dalam kehusyuan ibadah

Ada dalam limpahan ampunan

Ada dalam kekokohan iman

Ada dalam utuhnya persatuan


وَسَارِعُوْا اِلىَ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجنَّةٍ عَرْضُهَا السَّموتُ وَالاَرْضُ

اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ ]ال عمران:133[

“Bersegeralah menuju ampunan Tuhanmu dan bersegeralah menuju surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa” (QS: Ali Imran; 133)




SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!