Tuesday, July 10, 2018

Jilbab Bukan Pilihan Tapi Kewajiban


Oleh: Lilih Solihah (revowriter Karawang)



Di zaman era globalisasi sekarang ini Alhamdulillah sudah banyak muslimah yang mau mengenakan jilbab termasuk para publik figur, meskipun belum secara syar'i tapi langkah mereka untuk menjadi lebih baik patut d acungi jempol


Karena terkadang banyak orang yang beranggapan bahwa jilbab dan akhlak harus berbanding lurus padahal itu adalah dua hal yang berbeda, jilbab merupakan suatu kewajiban karena itu perintah dari Allah bagi setiap muslimah.


Allah SWT berfirman: 


"Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."

(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 59)


"Dan orang-orang yang tidak mampu menikah hendaklah menjaga kesucian (dirinya), sampai Allah memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan jika hamba sahaya yang kamu miliki menginginkan perjanjian (kebebasan), hendaklah kamu buat perjanjian kepada mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa hamba sahaya perempuanmu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri menginginkan kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan kehidupan duniawi. Barang siapa memaksa mereka, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang (kepada mereka) setelah mereka dipaksa."

(QS. An-Nur 24: Ayat 33)



Sedangkan akhlak merupakan tingkah laku atau perbuatan kita yang sudah tercermin dalam syariat islam. Pun tidak sedikit muslimah yang berkata "saya ingin memperbaiki akhlak dulu baru mau berjilbab" bahkan sering juga kita dengar "untuk apa berjilbab tapi akhlaknya buruk" 


Padahal kalau kita sudah berjilbab secara syar'i maka insyaallah pelan pelan akhlak juga akan mengikuti baik, karena hidayah itu harusnya di cari bukan kita yang menantikan hidayah


Teringat zaman Nabi, suatu ketika ada perintah atau turun ayat tentang menutup aurat dari atas kepala sampai ke ujung kaki kecuali muka dan telapak tangan dan seketika itu juga para muslimah langsung memakai pakaian yang tertutup atau baju kurung, karena zaman dulu belum begitu banyak jilbab/gamis seperti sekarang maka kain apapun yang ada seperti kain gordeng kain seprei mereka pakai demi tertutupnya aurat dan sami'na wa atho'na terhadap perintah-Nya


Seharusnya begitu juga yang kaum muslimah lakukan saat ini sami'na wa atho'na terhadap semua perintah dan larangan-Nya, karena dalam islam itu tidak mengkotak kotakan bahwa jilbab syar'i untuk wanita yang mulia dan jilbab yang tidak syar'i untuk wanita biasa, tidak, sama sekali tidak. 


Siapapun kamu setelah baligh kamu wajib memakainya (menutup aurat)

Karena untuk menjadi muslimah yang sejati adalah yang benar-benar taat kepada Allah, melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Dengan berjilbab syar'i juga kita bisa menjaga diri dengan rasa malu kita. Jadi lakukan semuanya hanya karena Allah...



Wallahua'lam bish-shawab...


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!