Wednesday, July 11, 2018

Jemput Ajal dengan Dakwah


Oleh: Novi Ismatul Haula S,Pd

Beberapa minggu lalu, Indonesia diterpa berita duka tentang wafatnya seorang Mantan Rocker legendaris, yang kini telah menjadi da'i. Almarhum Ustaz Hari Moekti. Beliau meninggal pada 24 juni 2018, pukul 08.49 WIB. Banyak yang terkejut seraya merasa kehilangan dengan kabar tersebut.

Almarhum selalu terlihat sehat dan enerjik, bahkan hingga akhir hayatnya. Tak aneh banyak orang yang merasa kaget mendengar berita tersebut. Cimahi menjadi akhir perjalanan dakwahnya sekaligus saksi bisu perjuangannya. Sungguh almarhum mengakhiri hidupnya dengan sangat mulia. Almarhum menjemput ajalnya dengan dakwah. 

.

Bercermin dari beliau yang hijrahnya luar biasa. Almarhum istiqomah hingga akhir hayat. Dari status penyeru maksiat, berubah menjadi penyeru taat. Hal yang amat melekat, hingga sebutan pelopor hijrah artis tak bisa lagi terelakkan.

Sebelum hijrah, kejayaannya sebagai penyanyi rock, ternyata tak membuat ia tenang. Uang dan ketenaran yang ia dapat justru menimbulkan gelisah berkepanjangan. Banyak cara telah ia lakukan, mulai dari santunan anak yatim, membantu pernikahan orang yang berpacaran, sholat tepat waktu, tidak minum minuman keras, tidak mengkonsumsi narkoba,dll. Namun tak juga menghilangkan rasa gelisahnya. Hingga suatu saat ia didatangi seorang ustaz, mendakwahi dan mengajaknya berhijrah. Diskusi ini menjadi jembatan hijrah sang Mantan Rocker tersebut.

.

Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Baik miskin atau orang kaya, berkulit hitam atau putih, orang alim atau ahlu maksiat. Semua akan mati. Mati tidak bisa ditawar-tawar, tidak bisa dimajukan apalagi dimundurkan waktunya. Mau ditempat terbuka atau bahkan didalam gedung yang kokoh, ajal pasti akan datang. Tak ada pilihan di dalamnya, kecuali satu. Yakni tentang bagaimana cara kita menjemput ajal.  Mau dalam keadaan taat kepada Allah atau maksiat?. Itu semua pilihan.  

Mari berhijrah. Jadikan diri hari ini lebih baik dari hari kemarin. Jika kemarin masih maksiat, segera azamkan diri untuk meninggalkannya. Surga itu milik Allah, memohonlah kepada-Nya untuk bisa masuk kedalamnya. Taat kepada seluruh syariatNya. Tidak memilah memilih dalam penerapannya. 

.

Ketika sudah dalam koridor syariat,  namun lingkungan, masyarakat, umat masih banyak yang terjerumus dalam kubangan maksiat, maka itu adalah tugas kita. Tugas untuk mendakwahi mereka agar taat kepada syariatNya.  Dakwah adalah kewajiban setiap muslim,  maka jika tidak dilaksanakan hanya akan menambah beban dosa dipundaknya. Apalagi ketika maksiat telah nampak di depan mata, dilakukan terang-terangan, tak lagi samar dan tersembunyi. Lihatlah gaya pacaran anak muda zaman sekarang, atau kehidupan rumah tangga yang dibiayai dengan uang haram, atau penguasa zolim yang semena-mena terhadap rakyatnya. Tumpukan fenomena yang harusnya menjadi pelecut kita untuk mau berdakwah. Agar umat ini tidak terlalu lama dalam sakitnya.

.

Dakwah itu pahala investasi. Saat kita menyampaikan sesuatu kepada orang lain dan ia menyampaikannya lagi kepada orang lain, maka ia akan menambah pahalanya dan pahala orang yang menyampaikannya pertama kali.

.

Dakwah itu menyeru. Menyeru kepada kebaikan yang sudah distandarkan oleh Sang Pencipta. Dakwah itu dengan lisan, bukan dengan kekerasan. Dakwah itu yang merangkul, bukan memukul. Dakwah itu yang mendidik, bukan membidik.

.

Dakwah itu indah. Sungguh mulia mati dijalan dakwah itu. Maka jemputlah ajal dengan dakwah. 

Wallahu a'lam bis shawab


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!