Friday, July 20, 2018

Islamophobia dinegeri 8000 Masjid


Oleh : Kanti Rahmillah, M.Si


Rumah Kebangsaan dan Dewan Pengawas Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M), melakukan survey kepada 100 masjid. Guna menyelidiki, seberapa besar jumlah masjid yang terindikasi ikut menyebarkan paham radikal.



Ketua Dewan Pengawas P3M, Agus Muhammad, menyampaikan, ada 41 masjid dari 100 masjid yang disurvey, yang terindikasi kuat ikut menyebarkan paham Radikal. (Liputan6.com)



Pengawasan ini, dilakukan 6 bulan setelah Pilkada DKI jakarta dan 4 Bulan setelah dikeluarkannya Perpu pencabutan Badan hukum HTI. Dari sinilah bibit-bibit Islamophobia telah menjadi tunas, dan siap merekah.



Data diambil dari rekaman audio dan video khutbah jumat, buletin yang dibagikan,  majalah dinding, kalender hingga brosur. Namun yang paling signifikan adalah dari rekaman khutbah jumat. Lapor Agus pada Liputan6.com



Islamophobia dinegeri Muslim



Apalagi namanya, jika bukan Islamophobia. Penyakit yang dipaksakan memasuki tubuh negeri muslim mayoritas. Penyakit yang dibuat, guna menyerang imunnya sendiri. Islamophobia adalah jenis penyakit sosial. Ketakutan berlebih pada sesuatu yang berbau Islam.



Islamophobia di barat, memang sudah ada sejak tragedi WTC, 11 September 2001 lalu. Hingga kini, Islamophobia masih menjadi penyakit liar yang mudah menular di AS sendiri.



Namun, yang lebih membelalakan mata, saat negeri muslim, ikut-ikutan phobi terhadap ajaran agamanya sendiri. Jika negara kufur, takut pada ajaran Islam, karena mereka tak paham utuh ajaran Muhammad ini. Lantas ada apa dengan Indonesia? negeri muslim? negeri 8000 masjid? mengapa mereka latah, ikut-ikutan alergi dengan syariat?



Menurut Agus, Indikator masjid yang terpapar Radikal  ketika konten-konten Khutbah jum’at nya mengandung sikap positif terhadap khilafah, dan sikap negatif terhadap pemimpin perempuan dan nonmuslim.



Sungguh memilukan. Padahal sudah jelas, keharoman pemimpin nonmuslim dan pemimpin perempuan dalam syariat Islam.



Dari Abu Bakrah radhiallahu anhu dia berkata, “Ketika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mendengar bahwa penduduk Persia mengangkat puteri Kisra sebagai rajanya, beliau bersabda,


“Tidak akan beruntung kaum yang perkaranya dipimpin oleh seorang wanita.” (HR. Bukhari).



Juga dalam surat Al-Maaidah, ayat 51


{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ } [المائدة: 51]


“Hai orang-orang yang beriman,  janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin,  maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Alloh tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang ZALIM.”



Dalil-dalil diatas menunjukan dengan jelas. Keharaman pemimpin perempuan dan pemimpin nonmuslim. Begitupun stigma buruk terhadap ide Khilafah. Bahkan, Hizbut-Tahrir dicabut Badan Hukumnya, lantaran terbukti menyebaran ide Khilafah. Padahal tak ada satupun ulama yang mengatakan Khilafah bukan ajaran Islam. 



Syariat Solusi, Sekulerisme Biangkeladi



Padahal, carut marutnya problematika negeri ini tak lepas dari buruknya sistem yang diterapkan. Sistem yang bertolak belakang dengan Islam. Sistem bobrok buatan manusia, yang tak akan pernah bisa menyelesaikan problematika manusia. Sistem yang berlandaskan pada paham Sekulerisme. Paham yang mengesampingkan ajaran agama. Bahwa agama tak boleh ikut campur dalam urusan negara.



Phobi terhadap ajaran Islam, berarti phobi terhadap syariat Islam. Padahal, syariat Islam adalah tuntunan hidup umat muslim dimanapun ia berada. Lantas, bagaimana mungkin seorang muslim mengidap penyakit Islamphobia? jika bukan karena ketidakpahamannya terhadap konsep Islam secara kaffah.



Sungguh, memata-matai khutbah jum’at telah melukai kaum muslim Indonesia. Dengan jelas, para penguasa telah menunjuk Islam sebagai musuh negara, yang harus diawasi keberadaanya. Padahal, negeri ini merdeka tak luput dari peran ulama. Ruh jihadlah yang mengaliri darah para pahlawan bangsa. Kalimat takbir menjadi penyemangat raga. Mengusir penjajah yang mendzolimi masyarakat Indonesia. Namun kini, Islam dituding sebagai agama pemecah belah. Agama intoleran. Agama yang tak cocok bagi negeri ini.



Jangan diam wahai kaum Muslim. Sesungguhnya agamamu telah dihinakan. Negeri yang kita cintai ini, sedang tak baik-baik saja. Negeri ini sedang dirongrong oleh manusia-manusia yang tak paham agama. Kekayaan negeri ini sedang dikuras oleh manusia-manusia rakus yang hilang nuraninya. Pangkalya, negeri ini sedang didalam jeruji sistem kapitalisme sekulerisme. Hanya manusia yang taat agama dan sistem yang berlandaskan agama Islamlah, yang mampu mengeluarkan negeri ini dari keterpurukanya.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!