Monday, July 30, 2018

Islam Pondasi Utama Keluarga


Oleh: Yanti Susilowati 

(Ibu Rumah tangga)


Angka perceraian dari tahun ke tahun terus meningkat. menurut catatan pengadilan tinggi agama kota bandung ada 5415 gugatan perkara perceraian itu terjadi sepanjang tahun 2017. Angka tersebut didominasi oleh cerai gugat dari pihak perempuan dengan jumlah 4113, sementara cerai talak dari pihak pria hanya berjumlah 1302 (Ayo bandung, selasa, 6/2/18). 


Angka perceraian meningkat sekitar 5% setiap tahunya, berbagai alasan melatar belakangi banyaknya jumlah perceraian. Perselisihan suami istri dan Masalah ekonomi ada di peringkat teratas.


Jika ditelisik lebih dalam kasus perkasus, akan didapati rapuhnya pondasi keluarga Muslim saat ini. Perselisihan di dalam keluarga seringkali terjadi antara suami istri. Imbas dari peran suami Isteri yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Bahkan bertukar peran. Ibarat dunia terbalik. Isteri bekerja sementara pria di rumah mengurusi anak. Walaupun bekerja bagi seorang Muslimah hukumnya boleh, namun dengan gempuran sistem Kapitalisme saat ini banyak Isteri yang akhirnya mengambil alih peran menjadi pemimpin rumah tangga dan meninggalkan kewajibannya sebagai Ibu, pengatur rumah tangga dan pencetak generasi. Sehingga pembangkangan terhadap suami  sering kali terjadi. Disitulah muncul perselisihan, perselingkuhan, kekerasan, dalam rumah tangga. 


Mudahnya lahan pekerjaan bagi wanita sementara sulit pekerjaan bagi pria. Suami menganggur, sementara tenaga kerja asing dengan mudahnya masuk kenegara kita. Seperti Cina, sebagai investor besar bagi Indonesia. Inilah sistem ekonomi kapitalisme yang sudah merusak sendi-sendi dalam kehidupan masyarakat.  Yang kaya semakin kaya sedangkan yang miskin semakin miskin. Semua problematika yang dihadapi saat ini lahir dari sebuah sistem yang rusak. Yang menganut kebebasan. Kebebasan berpendapat, berprilaku, beragama, berkepilikan. Atas dasar inilah lahir sebuah pemikiran yang jauh dari ajaran islam. Mendarah daging di dalam masyarakat. Melahirkan kepribadian yang tidak sesuai dengan nilai-nilai islam. 


Wajarlah jika masyarakat, dari individu-individu hingga menuju tatanan keluarga tidak diawali dengan visi dan misi yang jelas. Saat menuju jenjang pernikahan, jauh dari pemikiran islam. Membentuk sebuah keluarga tidak dilandasi atas dasar ibadah dan mencari ridho alloh swt. Tetapi sebagian besar ketika memilih pasangan melihat dari materi, fisik, keturunan, sementara agama tidak terlalu jadi soal. 


Padahal tujuan utama dalam membina keluarga Islam adalah ketaatan kepada Alloh Swt. Setiap anggota keluarga menjalankan hak dan kewajibanya masing-masing, sesuai dengan peraturan Alloh Swt. Ketaatan ini di awali dengan menentukan kriteria pasangan hidup, proses memilih, khitbah, pernikahan, serta menjalani kehidupan berumah tangga, sesuai aturan yang telah di tetapkan dalam islam. Segala sesuatu di rujuk kembali pada islam. Visi dan misi yang sama tentang tujuan hidup berkeluarga dalam Islam untuk menggapai Ridho Allah SWT. Memahami fungsi dan kedudukan masing-masing sebagai suami isteri, sesuai perintah Alloh dan rosulnya. Menjadikan syariat islam sebagai solusi dari setiap permasalahan kehidupan berkeluarga. Halal dan haram di jadikan standar dalam melakukan sesuatu bukan hawa nafsu. Mengamalkan amar ma'ruf nahi  munkar. 


Yang paling penting adalah harus adanya peran negara dalam menjaga keimanan dan ketakwaan keluarga. Menjamin setiap kebutuhan masyarakat terpenuhi. Pendidikan, kesehatan, Terutama Ekonomi, lapangan pekerjaan, dan lain-lain. Sehingga "Kewarasan" setiap pasangan suami Isteri lebih mudah dikontrol. Dampaknya, fungsi dan peran suami Isteri serta negara berjalan selaras. InsyaAllah Ketahanan Keluarga dapat terjaga. Itu semua akan dengan mudah dilakukan bila aturan-aturan tadi diterapkan dalam sistem yang berasal dari Allah SWT, yakni Sistem Islam bukan yg lain.



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!