Sunday, July 22, 2018

Islam Nusantara VS Islam Radikal


Oleh: Arsih Rahmawati


Di tengah deraan ekonomi yang menimpa umat, berupa naiknya harga BBM, gas, dan harga bahan pokok. Lalu  munculah suguhan politis belah bambu dari rezim yang sengaja seolah mengalihkan perhatian umat kepada bobroknya pengurusan penguasa terhadap urusan rakyatnya. 


Kini lagi-lagi umat Islam yang menjadi sasaran. Dirusak aqidahnya dengan  jurus  penyesatan opini di tengah rakyat dengan dikampanyekan secara masif ide Islam Nusantara


Bicara Islam nusantara adalah kata lain dari Islam liberal yang di gulirkan lebih halus agar umat islam bisa menerima kehadiranya. 


Islam nusantara adalah Islam  yang 

penuh toleransi, bisa kompromi.  Dipertentangkan dengan  Islam radikal atau Islam Arab  yang mereka gambarkan  sebagai  Islam yang tidak ramah dan fanatik, disebarkan untuk menjajah bangsa lain dan penuh peperangan. 


Hal ini akan sangat membahayakan umat Islam. Karena akan terjadi pengkotak-kotakan umat islam.


Harus kita pahami bahwa Islam itu hanya satu tidak ada label Islam nusantara atau Islam radikal.


Bahaya lain dari semua itu adalah suguhan yang sengaja dihadirkan  agar umat Islam sejatinya tidak berada dalam ketaatan yang total terhadap Al'Quran dan Assunah. 


Islam nusantara mengajak umat memilah milah, yang sesuai dengan budaya dan karakter nusantara.

 

Padahal Islam hanyalah satu menuntut umatnya untuk melaksanakan Islam kaffah. Dalam Al-Quran jelas disebutkan:


"wahai orang-orang beriman masuklah kedalam islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh ia musuh yang nyata bagimu" (Q.S Al Baqarah: 208)


Ayat ini menjelskan kepada manusia agar menerepakan Islam di berbagai aspek kehidupan mulai dari aspek pribadi,  bermasyarakat dan bernegara. 


Penerapan Islam secara menyeluruh inilah yang akan mewujudkan  Islam yang rahmatan lil'alamin  dan di rasakan oleh seluruh umat manusia dan alam semesta.


"Kami tidak mengutus engkau, Wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia” (QS. Al Anbiya: 107)


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!