Wednesday, July 18, 2018

ISLAM MODERAT JEBAKAN BARAT


Oleh: Nur Fitriyah Asri

(Akademi Menulis Kreatif)


Para pemikir Islam maupun para ulama fiqh selama berabad-abad tidak pernah memunculkan istilah Islam Moderat atau Islam Jalan Tengah.


Istilah Islam Moderat adalah salah satu cara yang digunakan barat untuk mencegah bangkitnya Islam, dengan memecah belah Dunia Islam dan melanggengkan penjajahan Barat atas Dunia Islam.


NIC (National Intelligence Council), adalah suatu lembaga intelegen yang dibiayai oleh Pemerintah Amerika Serikat. Khusus untuk melakukan penelitian dan riset yang bertujuan memprediksi masa depan perpolitikan dan ekonomi dunia, 

agar Amerika Serikat (AS) bisa membuat *strategi tepat* sejak dini untuk menghadapi masa depan.


Dari hasil risetnya National Intelligence Council (NIC) menyimpulkan bahwa pada tahun 2020 akan berdiri kembali Negara Khilafah Islamiyah. Sehingga segala daya upaya dikerahkan untuk membendung tegaknya kembali Khilafah.


Yang dilakukan Barat adalah memberikan stigma buruk kepada Islam, yang diawali dengan peristiwa runtuhnya gedung WTC tanggal 11 September 2001, Islam sebagai pihak tertuduh pelaku terorisme. Selaku komandan, Amerika Serikat menghimbau negara-negara untuk bersama-sama memerangi terorisme secara global (War On Terrorism). Nampaknya strategi propaganda busuk ini sudah tercium dan umat sadar bahwa sesungguhnya teror itu tidak ada, tapi merupakan skenario dan propaganda barat imperalis,  mereka sendirilah yang menciptakan teror dimana-mana.


Lebih dari itu Presiden Amerika Serikat (AS) George W. Bush dan Tony Blair ( Perdana Menteri Inggris) telah memvonis Islam sebagai  " Ideologi Setan" yang diamini dan didukung oleh para pemimpin, politikus, akademisi, ulama dan masyarakat barat umumnya (Era muslim.com, 30/3/2006).


Menurut mereka ciri-ciri ideologi setan tersebut, adalah:

1. Menolak legitimasi Israel.

2. Memiliki pemikiran bahwa Syariah adalah dasar hukum islam.

3. Kaum Muslim harus menjadi satu kesatuan dalam naungan Khilafah.

4. Tidak mengadopsi nilai-nilai liberal (kebebasan) dari barat.


Siapapun yang memiliki pemikiran tersebut digolongkan sebagai ekstrimis/radikal/teroris yang harus diperangi.


Untuk menyempurnakan skenario dan propaganda tersebut, maka Barat membentuk Islam Moderat.


Memang benar bahwa Barat pernah bangkit dengan asas Sekularisme (jalan tengah) yaitu kompromi antara kaum bangsawan dengan rohaniawan yang  menghasilkan  kesepakatan, agama hanya untuk urusan akhirat dan tidak boleh mengatur kehidupan dimasyarakat karena menimbulkan konflik (menurut mereka). Ide ini diamini dan disebarluaskan keseluruh penjuru dunia termasuk negeri-negeri muslim.


Moderasi Islam bagian dari perang pemikiran, ide ini adalah ide asing  yang justru bertentangan dengan Islam. Di dalam Islam sendiri tidak dikenal istilah moderat (jalan tengah). Yang haq dan yang batil selamanya tidak bisa dikompromikan.


Kafir penjajah sengaja mengelompokkan dan memberikan label pada Islam dengan membuat istilah Islam Moderat,  Islam Radikal, Islam Tradisional, Islam Liberal. Harapannya tentu saja untuk diadu domba,  Islam Moderat dibenturkan dengan Islam Radikal.


Dan itu bentuk penjajahan pemikiran, *umat terjebak* sehingga tidak menyadari bahwa Barat menginginkan kaum muslimin seperti mereka,  yang tunduk dan mau mengemban ideologi sekuler dan mengikuti gaya hidup mereka.


Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, lahirnya gagasan *Islam Moderat* dibidani  oleh Barat dan digunakan untuk melemahkan Islam, membendung kebangkitan Islam yaitu tegaknya Khilafah (Ankara, 11/11/2011).


Untuk menjajakan ide Islam Moderat dengan memanfaatkan penguasa-penguasa, birokrat, ormas, politikus akademisi, ulama-ulama sebagai kaki tangan kafir penjajah.


Islam Moderat atau sering disebut Islam Wasathiyah gencar di sosialisasikan ke publik, baik melalui pendidikan formal maupun non formal  yang semakin massif, yaitu Islam yang digambarkan sebagai agama yang terbuka, damai, toleran dan tidak radikal, sebagai rahmatan lil alamin.


Dalam rakornas MUI di Bogor tanggal 28 November 2017, Menteri Agama RI Lukman Hakim Syarifuddin mengatakan,  "muslim wasathi atau muslim moderat adalah muslim yang mampu memberikan ruang bagi yang lain untuk berbeda pendapat, menghargai pilihan keyakinan dan pandangan hidup seseorang" (Antara News, 18/12/2017).


Begitu juga Ketua MUI KH Makruf Amin mengatakan "Islam Wasathi adalah Islam yang cara pandangnya moderat, tidak tekstual, tidak liberal, gerakan-gerakannya juga moderat, santun, tidak galak, toleran, tidak egois, tidak memaksa, semua dikerjakan sesuai dengan konstitusi dan sesuai dengan  mekanisme kehidupan masyarakat Indonesia dalam berbangsa".

(Antara News, 18/12/2017).


Kedua pendapat tersebut mengandung ide yang sulit dibuktikan.

Aneh, Islam seperti apa,  yang tidak tekstual tapi tidak liberal?

Padahal telah jelas nyata bahwa ajaran Islam digali dari Al Qur'an, As Sunnah, ijma' sahabat dan qiyas.

Dari sini sudah terbantahkan bahwa Islam Moderat cacat dari sejak lahir karena berasaskan sekulerisme.


Karena Islam Moderat asasnya sekulerisme yaitu pemisahan agama dengan kehidupan, artinya agama tidak dipakai sebagai pedoman hidup dalam kehidupan individu, keluarga, bermasyarakat dan bernegara.


Akibat dari bahaya yang ditimbulkan oleh Islam Moderat adalah munculnya keraguan umat Islam terhadap Islam itu sendiri, merusak akidah umat Islam, menganggap semua agama sama, dan menjauhkan umat dari kewajiban penegakan Syariah dan Khilafah.


Banyak yang tidak menyadari bahwa sejatinya kaum muslim berada dalam *jebakan barat* untuk memperdaya kita dengan gagasan dan doktrin mereka. Barat akan terus melakukan segala cara untuk melemahkan akidah kita, memecahbelah persatuan dan menghadang  diterapkannya Syariah dan tegaknya Khilafah.


Bagaimana cara menghadapinya? Islam Moderat harus ditolak. Dan jangan termakan skenario barat devide et impera. Umat Islam harus bersatu.


Karena Islam itu hanya satu.Tuhannya satu Allah, Nabinya satu Muhammad saw, kitabnya satu Al Qur'an dan kiblatnya satu ka'bah.


Islam adalah agama yang lengkap dan sempurna serta komfrehensif. Tidak lagi membutuhkan moderasi Islam yang justru malah menghancurkan nilai-nilai Islam itu sendiri.


Allah berfirman "Wahai orang-orang beriman masuklah kalian kedalam Islam secara kaffah (menyeluruh) dan janganlah mengikuti langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya syaithan itu musuh yang nyata bagimu" ( TQS Al Baqarah 208).


Islam adalah agama yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad saw, untuk mengatur hubungan manusia dengan Allah (Akidah, Ibadah),  mengatur dirinya ( makanan, minuman, pakaian, akhlak) dan mengatur hubungan diri sendiri dengan orang lain  ( pendidikan, ekonomi, sosial, budaya, pemerintahan, peradilan dan sanksi hukum serta politik luar negeri).

Dan semua Syariat Islam itu hanya bisa diterapkan dalam bingkai Khilafah ala minhajjin nubuwwah.


Jadi setiap muslim wajib masuk Islam secara menyeluruh, tidak boleh setengah-setengah, tidak 

boleh pilih-pilih hukum sesuai selera, apalagi tercampur dengan Ide-ide asing seperti Sekularisme, Pluralisme, Liberalisme dan isme-isme lainnya. Haram hukumnya.


Syariah Islam hanya bisa diterapkan secara menyeluruh dalam institusi Khilafah. Yaitu sistim pemerintahan Islam yang mempersatukan umat Islam seluruh dunia yang dipimpin oleh seorang Khalifah untuk menerapkan syariat Islam secara kaffah, mengemban dakwah dan jihad keseluruh dunia. Dengan begitu rahmatan lil alamin akan terwujud.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!