Thursday, July 19, 2018

Hikmah Kisah Nabi Sulaiman a.s


Oleh : Tuti Rahmayani,dr

Muhammad ibn Ka'ab al Qiradhy menceritakan:

Seorang lelaki mengadu kepada nabi Sulaiman a.s, "Ya Nabi Allah, seorang tetanggaku telah mencuri angsaku." ujarnya.

Lalu Nabi Sulaiman a.s pun menyeru,"Wahai orang-orang, marilah kita shalat berjamaah!"

Seusai shalat, Nabi Sulaiman menyampaikan khutbah kepada mereka. Kemudian, di tengah-tengah khutbahnya, beliau berkata,"Salah seorang di antara kalian telah mencuri angsa tetangganya dan kemudian masuk ke masjid ini dengan bulu angsa itu di atas kepalanya!"

Sontak, seorang lelaki langsung mengusap kepalanya. Begitu melihatnya, Sulaiman a.s berkata,"Tangkap dia, dialah teman kalian yang mencuri itu."


Sekelumit kisah tentang kecerdikan nabi Sulaiman a.s setidaknya mengajarkan beberapa hal:

1. Nabi Sulaiman a.s sebagai nabi dan rosul bukanlah orang yang "untouchable" (=tidak tersentuh) oleh umatnya. Beliau selalu hadir menyelesaikan problem umatnya. Uzlah (mengasingkan diri) menjadi perkara yang mustahil dilakukan seorang nabi dan rosul. 

Kita pun hendaknya demikian. Umat nabi Muhammad disebut sebagai umat terbaik karena aktivitas amar ma'ruf nahi mungkar-nya. Dan dakwah ini mengharuskan dia untuk senantiasa mengikuti problematika umat dan hadir sebagai problem solver. 

2. Nabi Sulaiman a.s mengajarkan kita untuk tidak reaksioner dalam menyikapi problem yang ada. Namun, berpikir dulu dan merumuskan solusi yang adil dan tepat. Ketika marak jargon, bahaya pemimpin kafir, bisa kalah kalau tidak memilih alias golput dsb. Maka, seorang pengemban dakwah tidak serta merta reaktif. Tapi berpikir dulu sebwlum beramal. Karena setiap amal ada halal-haramnya. 

3. Nabi Sulaiman a.s memiliki kecerdikan dan kecerdasan. Dan keduanya digunakan untuk menegakkan keadilan dan menghilangkan kedzaliman. Inilah bentuk syukur atas nikmat, yakni menggunakannya untuk semakin taat. Saat ini banyak dijumpai orang pintar di negeri ini, namun justru kedzaliman merajalela. Inilah buah sekulerisme. Saat agama dijauhkan dari kehidupan sehingga orang lupa hakikat dirinya sebagai hamba yang harus taat. 


 “Allah menganugerahkan hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).” (QS. Al-Baqarah [2]: 269).


Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita dalam mengambil hikmah, sehingga dapat mengambil pelajaran dan istiqomah di dalam keimanan dan kebenaran. Aamiiin.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!