Monday, July 16, 2018

Hijabi hati? 


Oleh : Enchy Tholiqul


Pernakah kita mendengar kalimat "saya Hijabi hati dulu baru kepala/rambut". ? Kalimat ini sebenarnya aneh, lah kok tutup hati buka aurat? Maksudnya apa? Seribu alasan untuk membenarkan diri bahwa kitalah yang paling benar dari aturan Allah SWT secara tidak langsung lo teman-teman. 


Padahal Allah memerintah dengan tegas dalam Firmannya (QS. An-Nur :31 dan Al-Ahzab ayat :59) untuk menutup aurat bukannya hati. Emang hati kamu aurat?, mengapa harus bela-belain untuk ditutup. Apa nggak kebalikan?


Nutup aurat buka hati. Ya hati harus dibukan selebar-lebarnya untuk menerima perintah Allah dan menjauhi larangannya dan aurat harus ditutup pertanda kita taat akan aturan Allah. Bukan malah membuat aturan sendiri seperti sekarang ini. 


Ada apa dengan muslimah zaman sekarang, menganggap diri lebih pintar dari aturan Allah SWT sampai berani mengeluarkan stegmen kabur semacam itu. 😡


Sudah jadi rahasia umum, wanita tak berhijab dikarenakan alasan "mau menghijabi hati dulu baru rambut". Karna akhlaq yang masih rusak, Padahal akhlak dan menutup aurat adalah sesuatu hal yang berbeda dan terpisan, tidak satu paket. Lain halnya dengan wudhu dan shalat, yang ketika tak berwudhu maka sholat kita tidak sah karna memang kedua hal ini berbeda, tapi berkaitan antara satu sama lain yang tak bisa dipisahkan (satu paket) . 


Lalu kenapa akhlaq dan menutup aurat harus dicampur adukkan? Ya mungkin karna kurangnya tsaqofah dan ilmu agama yang mereka peroleh. Sehingga tak mampu membedakan mana yang terpisah dan mana yang satu paket. Padahal sudah jelas dalam Islam Allah sudah mengatur semua, hanya saja tergantung dari kita bagaimana menyikapi itu. Apakah dengan ilmu atau dengan nafsu kita. 


Ya, begitulah keanehan yang terjadi ketika Islam dipisahkan dari kehidupan. Kebebasan meraja lela, kemaksiatan dimana-mana, umbar aurat sudah bukanhal yang baru lagi. Miris banyak yang mendiamkan itu sebab karna mengikuti hawa nafsunya. 


Menjadi budak nafsu memang hal yang buruk ketika kita sebagai manusia. Karna mengikuti nafsu berarti mengukuti syaiton yang itu adalah musuh yang nyata bagi kita manusia. 


Allah SWT berfirman. 

“Dan janganlah kamu mengikuti langkah- langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.”

(Al-Baqarah 168)


Setan memiliki tahapan dalam mengajak manusia menjadi pengikut setianya. Perlahan tapi pasti dia merekrut manusia sebanyak-banyaknya agar bernasib sama dengannya.


Ya, dengan menumbuhkan rasa kagum akan kecantikan kita sendiri, merasa bangga dengan kemelokan tubuh hingga dengan bangganya memamerkannya pada khalayat jutaan ikhwan. 


Naudzubillah...

Semoga kita terhindar dari fitnah dunia, dan godaan syaiton yang terkutuk untuk mengikuti jejaknya. 

Jadilah wanita yang dirindukan penduduk langit dan bumi. 


Semoga bermanfaat


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!