Monday, July 30, 2018

Generasi Revolusioner Bukan TikTokers


Oleh : Ziyan saffana erhaff 

(Santri Darul Bayan)


Siapa sih yang gak punya gadget hari gini? Hampir semua masyarakat Indonesia masing-masing punya gadget. Tak tanggung-tanggung dengan merk berkualitas juga mahal. Bahkan tak perlu hitung usia tuk punya gawai di masa ini. Sayang, kebebasan itulah yang membuat remaja dan anak-anak di bawah umur atau kids zaman now juga ikut 'nimbrung' di sosial media. Seperti yang kita ketahui, sikap para remaja sekarang merasa 'sekarep bae' di dunia internet. Akhir-akhir ini pun sedang ramai dibicarakan aplikasi 'favorit' mereka. 

Aplikasi TikTok sendiri menyediakan sosial effect yang membuat mereka mudah membuat video pendek dan diiringi musik. Permasalahannya, Tiktok  menjadi salah satu alat sekulerisme menghedonismekan remaja khususnya remaja muslim. Mereka bahkan tak peduli lagi dengan 'iffah (kehormatan) mereka. Alat ini telah merusak rasa malu pada diri remaja muslim. Yang katanya berkerudung tapi berjoget menebar pandangan yang tak sepantasnya ditampakkan oleh muslimah. "Katakanlah (wahai Muhammad) bagi wanita-wanita mukminat untuk menundukkan pandangan-pandangan mata mereka dan menjaga kemaluan-kemaluan mereka ( An-Nur : 30 ). Sampai mempermainkan gerakan shalat. Itu semua mereka lakukan hanya demi likers, followers dan ingin tenar juga dipuja-puja. Inilah generasi sekarang, yang hilang rasa malunya dan ingin dipuji di dunia semata, sedangkan iman dan akhlak mereka hanya sebatas seujung kuku. Telah dikatakan "akhlaq islam itu adalah rasa malu" (HR.IBNU MAJAH NO.4181|shahih). 

Bila kita tengok ke masa islam dahulu, para ulama di usia mudanya berkontribusi membangun dan mengisi peradaban lewat ilmu. Mereka berlomba-lomba untuk mendapat derajat paling tinggi disisi Allah.

Allah berfirman "Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, "Berilah kelapangan di dalam majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan  memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan berdirilah  kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat". (Q.S Al mujadalah ayat 11)

Jelas, problem ini dikarenakan tidak ada penanaman ma'lumat islam di benak kaum muslim. Juga sistem kapitalis yang menyokong kemunduran akhlaq islam. Untuk itu, tugas kita yaitu menjadikan islam sebagai pandangan hukum kita, dan membentuk negara yang menerapkan syariah islam secara kaffah. So, yuk ngaji islam secara kaffah agar kuat menjaga identitas muslim kita, dan jadi remaja revolusioner bukan tiktokers!




SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!