Saturday, July 28, 2018

Fenomena Gerhana, Tanda Kebesaran Allah


Oleh : Lilik Yani


Alhamdulillah, segala pujian milik Allah yang telah memperjalankan matahari, bumi, bulan dengan sangat teratur. Bulan berputar  mengelilingi bumi. Bumi berotasi mengelilingi porosnya. Kemudian keduanya bersama-sama mengelilingi matahari. Semua tunduk taat mengikuti perintah Allah Sang Pencipta.


Saat bulan dan bumi mengelilingi matahari. Ada kalanya berada dalam satu garis lurus. Ketika posisi bulan, bumi dan matahari sejajar, cahaya matahari tidak sampai ke bulan karena tertutupi bumi. Maka terjadilah gerhana bulan. Seperti yang kita lihat dini hari tadi, Sabtu 28 Juli 2018. 


Subhanallah, fenomena alam terjadi lagi. Bagi orang-orang yang belum paham tentang ilmu alam, ada yang mengkaitkan dengan hal-hal mistik. Ada roh jahat yang mengganggu bulan, sehingga bulan tidak bersinar. Kemudian mereka membuat sesaji untuk mengusir roh jahat. 


Ada masyarakat yang berkeyakinan kalau bulan dimakan raksasa, sehingga mereka membunyikan kentongan, panci, lesung, dan semacamnya untuk mengusir raksasa dan mau melepaskan bulan yang dimakan tersebut. Hingga perempuan-perempuan hamil harus dibangunkan, disuruh mandi dan dibuatkan sesaji agar selamat.


Sementara dulu, pada masa Rasulullah saw juga pernah terjadi gerhana. Ketika itu terjadinya gerhana setelah putra laki-laki Rasulullah yang bernama Ibrahim, meninggal dunia. Jadi orang-orang masa itu mengkaitkan fenomena gerhana itu, ada hubungannya dengan kematian seseorang.


Matahari dan bulan adalah tanda kebesaran Allah. Terjadinya gerhana tidak ada hubungan dengan kehidupan atau kematian seseorang. Jika kita menyaksikan terjadinya gerhana baik gerhana matahari atau gerhana bulan, kita dianjurkan untuk memperbanyak doa, membaca takbir, bersedekah, menjalankan sholat gerhana dua rokaat, memperbanyak istighfar mohon ampun kepada Allah.


Rasulullah saw setelah mendirikan sholat gerhana berjamaah, kemudian beliau berkutbah. Mengingatkan umatnya bahwa fenomena gerhana itu adalah tanda kekuasaan Allah yang harus kita perhatikan.


"Dan sebagian dari tanda-tanda kebesaran Allah adalah malam dan siang, matahari dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan jangan pula kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya." (TQS Fushilat : 37)


Rasulullah melanjutkan kutbahnya, dengan menceritakan apa yang beliau saksikan. Andai kalian tahu tentang apa yang aku saksikan, maka kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.


Rasulullah saw diperlihatkan tentang kejadian umatnya di akherat secara detail. Betapa sangat indah dan nikmatnya surga yang dipersiapkan buat orang-orang yang beriman. Dan betapa mengerikannya adzab dan siksa di neraka buat orang-orang yang ingkar kepada Allah.


Rasul menyaksikan ada orang lelaki yang keluar dengan isi perut terurai. Ada seorang perempuan disiksa karena dulu saat di dunia menyiksa seekor kucing yang kelaparan tidak dikasih makan. Justru dikurung hingga kucing itu mati. Ada fitnah kubur, juga fitnah dajjal yang akan datanh di akhir zaman menjelang terjadinya kiamat.


Jadi fenomena gerhana, tidak ada kaitannya dengan kehidupan atau kematian seseorang. Apalagi ada gangguan roh jahat atau raksasa. Gerhana adalah fenomena alam yang bisa jadi isyarat bahwa perlahan tapi pasti akan menuju akhir zaman. Kiamat sudah semakin dekat.


Menurut perhitungan, dengan kemajuan tehnologi sudah bisa diperkirakan akan terjadi gerhana bulan lagi pada bulan Januari 2019. Sebuah peringatan dari Allah untuk hambaNya agar menyadari. Bahwa alam semakin tua dan akan bergulir terus menuju berakhirnya kehidupan.


Maka hendaklah menjadikan diri kita untuk muhasabah diri. Coba perhatikan diri. Rambut mulai berubah warna, menjadi putih beruban. Kulit mulai tampak keriput, tidak kencang lagi. Tulang terasa gemetar saat berdiri. Semua perubahan diri ini sebagai isyarat bahwa usia kita semakin tua dan beranjak menuju kematian.


Dengan demikian, semoga kita makin menyadari keberadaan diri saat ini. Mumpung masih ada kesempatan, mari kita tundukkan hati kita untuk taat kepada aturan yang digariskan Allah. Kita tingkatkan iman dan taqwa kita. Dengan meningkatkan amal sholeh dan memperbanyak istighfar, mohon ampunan Allah. 


Saudaraku, semoga fenomena gerhana ini jadi peringatan buat kita semua. Agar terus berupaya memperbaiki diri. Tanda kiamat sudah semakin dekat. Baik kiamat sugro (kecil) maupun kubro (besar). 

Kematian datang tidak selalu diawali dengan rasa sakit. Ada orang yang pagi segar bugar masih bekerja tetapi sore hari jatuh kemudian meninggal. Kematian juga tidak menunggu usia tua. Ada remaja gagah perkasa pagi masih sekolah, malamnya meninggal tanpa sebab. Ada juga bayi baru lahir langsung meninggal, sebelum sempat menikmati hijaunya dunia. Sebaliknya ada orang sudah tua renta tetapi belum meninggal. 


Semua terjadi atas kehendak Allah. Tugas kita hanyalah taat menjalankan semua aturan-Nya. Dengan tunduk patuh tanpa banyak protes atau melawan. 


Saudaraku, semoga Allah meridloi kita dan berkenan menutup episode kehidupan kita dengan husnul khotimah. Dan kita bisa bertemu kembali di jannahNya dengan penuh kebahagiaan. In syaa Allah. Aamiin.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!