Thursday, July 19, 2018

F O K U S


Oleh : Wahyu Supangkat (Member Akademi Menulis Kreatif)


 

Kini banyak orang yang menganggap bahwa berdakwah itu adalah kewajiban da’i, ustadz, atau orang-orang yang faham agama. Konotasi dakwah juga terbatas pada majelis ta’lim. Orang yang berdakwah akhirnya hanya identik dengan orang yang berceramah. Dengan pandangan ini, seorang muslim yang bukan da’i atau ustadz merasa tidak punya tanggung jawab dakwah.


Dakwah seharusnya menjadi komitmen setiap muslim untuk menyebarkan Islam kepada orang-orang terdekatnya dan menyebar ke lingkungannya. Dakwah seperti ini tidak harus menunggu menjadi pakar. Kalau dakwah harus menunggu seseorang menjadi pakar, maka Islam akan kalah oleh orang-orang kafir atau Syiah yang sangat gencar menyebarkan ajarannya dengan mengerahkan semua potensi pemeluknya.



Namanya dakwah itu pasti tak mulus kawan,banyak ujiannya dan banyak penghalangnya. Dan diantara mereka banyak juga sama dari saudara se-aqidah


Diantara mereka ada yang menghalangi dakwah secara terang-terangan dengan membubarkan kajian-kajian islami, dan ada pula yang suka nyinyir di sosmed. Itulah mereka dengan segala kekurang kerjaannya.


Kita sebagai hamlud dakwah juga terkadang jadi baper tatkala menghadapi mereka. Ketika mereka mulai melancarkan nyinyiran mereka kita justru malah terpancing meladeni nyinyiran mereka. Niat kita baik supaya mereka sadar akan perbuatan mereka.


Tapi perlu di ingat tugas pengemban dakwah adalah menyampaikan risalahNya. Bukan untuk menutup mulut mereka. Mereka adalah salah satu pernak pernik ujian dakwah yang telah menjadi sunnatullah. 


Jadi tetaplah fokus dengan tujuan dakwah menyampaikan risalah islam kaffah keseluruh bumi ini walaupun halangan dan rintangan itu selalu ada.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!