Wednesday, July 25, 2018

Demokrasi Meniscayakan Kriminal Jadi Pemimpin


Oleh: Setyorini


Memiliki pemimpin merupakan salah satu kebutuhan manusia. Tentu dengan adanya pemimpin baru, ada harapan baru yang ingin diraih. Pertanyaannya, pemimpin yang akan menghantarkan kita menjadi individu bertaqwa, sehingga tujuan manusia diciptakan dapat dicapai, apakah bisa lahir dari rahim demokrasi-kapitalis mengingat negeri ini masih mengambil sistem demokrasi-kapitalis. 

Ketika melihat fakta yang ada rasanya mustahil didapatkan, pasalnya banyak calon pemimpin baik tingkat desa, daerah maupun propinsi banyak diantara mereka tersangkut masalah seperti korupsi. Parahnya lagi, mereka tetap maju dalam pentas pemilihan calon bahkan memperjuangkan dirinya agar terpilih. 

Visi dan misi belum jelas ketika mereka terpilih. Hingga seringkali kita dapati solusi dalam menyelesaikan masalah umat tidak nyambung dengan akar permasalahannya, akhirnya bukan memperbaiki tapi membuat masalah baru seakan mempunyai pemimpin dengan tidak sama saja. Lalu apa peran pemimpin? 

Karena ditangan pemimpinlah segala urusan diwakilkan oleh rakyat sehingga kemudahan dalam memenuhi kebutuhan dapat tercapai. Dengan melihat fakta tersebut, hal ini merupakan keniscayaan mengingat sistem demokrasi-kapitalis memang sudah cacat sejak lahirnya. Diawali dalam sistem ini pembuat hukum  adalah manusia jadi berpeluang banyak perbedaan, tujuan tertinggi yang hendak dicapai hingga tolak ukur kebahagiaan adalah ukuran manusia(meraih materi sebanyak-banyaknya berupa pangkat, kedudukan, pujian). 

Ini sangat berbeda dengan Islam dalam memilih pemimpin. Dalam Islam, tidak sekedar memilih dengan persyaratan yang telah ditetapkan, juga terkait dengan aturan apa untuk menyelesaikan segala permasalahan sehingga penerapan hukum atas dasar ketaqwaan individu, kontrol masyarakat dan penerapan dari masyarakat bukan diserahkan kepada individu ataupun tangan besi negara. Jadi, tolak ukur perbuatan jelas(halal-haram) bahkan tolak ukur kebahagianpun jelas. 

Lebih dari itu, pemimpin dalam menjalankan amanahnya, ia harus mampu menciptakan suasana keimanan yang kuat pada rakyat dan kewibawaan negara. Dalam hadits riwayat Muslim, Rasulullah Saw senantiasa berwasiat pada setiap pemimpin yang beliau angkat agar bertaqwa dan berbuat baik sesuai aturan Allah swt. kepada semua yang ia pimpin. 

Wallahu a'lam bish-shawab



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!