Monday, July 30, 2018

Dampak Negatif Budaya Barat untuk Umat


Oleh : Ummu Al Javier


Setelah aplikasi TIK TOK beberapa waktu lalu menjadi trend di kalangan masyarakat, baru-baru ini trend baru muncul di media sosial. Trend yang dinamakan dengan In My Fellings Chalenge yaitu sebuah atraksi dance atau menari yang dilakukan diluar mobil dalam keadaan mobil berjalan. Kehebohan ini berawal mula pada 29 juni lalu, Drake merilis album Scorpion, bersamaan dengan itu seorang komedian bernama Shiggy  mengunggah sebuah dance dengan In My Fellings yaitu salah satu judul lagu dari Scorpion. Dia menyebut dance itu dengan nama #DoTheShiggy. Tanpa butuh waktu lama dance menjadi viral dan banyak yang menirunya mulai dari masyarakat umum sampai artis-artis Indonesia. Video yang diunggah Shiggy di aku Instagramnya telah ditonton enam juta kali sampai hari ini dan mestinya akan terus bertambah. ( Kompas.con 24 juli 2018 )



Lagi, lagi dan lagi masyarakat dengan mudahnya tergiring dengan hal-hal yang tidak penting. Hal yang dilakukan ini bisa saja membahayakan diri sendiri juga pengendara lainnya ketika di jalanan. Ini membuktikan bahwa kebudayaan barat kian mendominasi tingkah laku sebagian masyarakat dalam segala aspek. Mulai dari tingkah laku atau moral bahkan cara pandang kehidupan sosial terlihat sudah mengakar di benak sebagian besar orang. Kehidupan yang tidak memperdulikan sisi-sisi moralitas dan hal yang sangat jauh sekali dari nilai-nilai Islam. Pengaruh itu sangat cepat dan tanpa disadari sebagian besar masyarakat. . Kebanyakan mereka menganggap bahwa hal itu adalah hal yang wajar dilakukan. Saat ini masyarakat dalam kondisi tidak mampu memilah dan memilih berbagai pengaruh kebudayaan negatif yang datang dari luar. Minimnya ilmu agama dan tingkat religi masyarakat yang masih rendah membuat mereka mudah terasuki budaya asing yang sebenernya jauh sekali dari nilai keagamaan. 



Dijaman ini masyarakat hidup dalam lingkup Hedonisme yang sangat tinggi yaitu cara berfikir dalam jangka pendek mengikuti kepuasan dan nafsu belaka, dimana tingkat kepuasaan itu yang akan menyesatkan dan semakin menjauhkan mereka dari nilai-nilai Islam. Ini membuktikan bahwa pemerintah sendiri lemah melindungi rakyatnya dari pengaruh budaya asing. Pemerintah terkesan memberi kebebasan tanpa memilah mana yang positif dan negatif, beban moral sepenuhnya diserahkan ke individu masing-masing dan keluarga dirumah. 



Masuknya budaya asing atau barat ke dalam negeri sebenarnya adalah hal yang wajar, namun ketika semua itu tidak diiringi dengan iman yang kuat kita akan dengan mudahnya tergerus budaya yang merugikan untuk kita. Dan kita harus sadar bahwa itu adalah salah satu cara mereka untuk semakin menjauhkan kita dari kepribadian Islam, menjauhkan kita dari aturan sang pemilik segala yaitu Allah swt. Melalui food, fun and fashion mereka berusaha mencengkram kita dari orang dewasa bahkan sampai ke anak-anak. Bahkan kita lebih menghafal jatuhnya tanggal valentine dibandingkan dengan kelahiran nabi besar Muhammad saw.



Dengan banyaknya persoalan diatas seharusnya sebagai umat Islam kita sadar bahwa kebudayaan asing memang dirancang untuk menghancurkan generasi Islam. Banyak hal yang bisa kita lakukan mulai dari lebih mendekatkan diri kepada Allah, mendekatkan diri kepada orang-orang yang sholeh, dan mendatangi majelis-majelis ilmu agama untuk menambah pengetahuan kita tentang Islam. Mulai dari diri sendiri menerapkan nilai-nilai Islam menyebarkannya ke masyarakat sehingga tercipta lingkungan Islami yang solid. Semoga kita bisa lebih mawas diri dan dengan lantang dan bangga “ Saya Bangga Menjadi Seorang Muslim “



Wallahu’alam Bishowab



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!