Tuesday, July 31, 2018

Cintai Yang Halal


Oleh: Trisnawati


Dalam hal makanan, kita tentu sangat menjaga agar makanan yang kita makan halal dan Thoyyib. Karena sejak dini kita sudah diperkenalkan mana makanan yang halal yang boleh dimakan, mana yang haram untuk di makan. Bahkan kekhawatiran makanan yang haram masuk kedalam tubuh pun diketahui dapat menjadi daging buruk didalam tubuh dan menjadi alasan api neraka untuk membakar tubuh tersebut.


Rasulullah Saw Bersabda: 

“Tiap tubuh yang tumbuh dari (makanan) yang haram maka api neraka lebih utama membakarnya” (HR. Ath-Thabrani)


Maka makanan yang halal pun menjadi pilihan. Maka jika makanan saja ada yang halal dan yang haram dan ada konsekuensinya, begitu pula dengan Cinta. Cinta yang merupakan fitrah yang diberikan Allah. Sehingga tentu bukan sembarangan begitu saja memenuhinya tanpa memperhatikan pemenuhannya dengan cara yang halal atau yang haram.


Cinta pun ada yang halal dan ada yang haram. Cinta yang halal adalah cinta yang berikan kepada sesuatu yang diperbolehkan secara syar’i dan tentu didasarkan kecintaan kepada Allah SWT. Mencintai seseorang yang dihalalkan seperti cinta kepada suami, cinta kepada orang tua, cinta kepada saudara, dan cinta kepada saudara seiman. Cinta ini adalah cinta yang halal yang diperbolehkan oleh syariatNya.


Namun terkadang cinta yang menyangkut masalah hati sering tak kuasa mengkhianati hati nurani yang seharusnya condong kepada ketaatan kepadaNya. Cinta haram pun dilakukan untuk memenuhi perut syahwat dan hawa nafsu. Hanya dengan rayuan mautnya Dilan, membuat milea menerima cinta yang tak seharusnya diikat dengan nama pacaran atau sejenisnya. Perhatian dan kasih sayang dari teman sejenis menjadikan cinta haram homoseksual dan lesbian pun lahir kepermukaan. Seolah itulah cinta yang halal bagi mereka. Padahal cinta mereka menjadi alasan api neraka membakar cinta haram keduanya.


Tak cukup dengan yang cinta yang halal dirumah, cinta haram pun hadir mengisi ke kosongan dalam ikatan pernkahan suci suami istri dengan hadirnya pelakor yang mengekor sang nafsu syahwat. Jika dalam makanan mereka bisa langsung menyadari makanan yang halal dan yang haram. Namun dalam masalah cinta mereka seolah buta dan tak ingin membuka mata pada jalur yang benar.

Allah SWT berfirman:


Surat Al-Baqarah Ayat 165

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ ۗ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ

Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). 




SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!