Thursday, July 26, 2018

Berhijab Tapi Pacaran


Oleh Nawfa Andini (Pemerhati Remaja dan Penggiat Revowriter)


Hijab merupakan perintah Allah yang wajib dilaksankan bagi seluruh kaum muslimah. Muslimah yang berhijab adalah sebagai bentuk ketaatannya pada Rabb Semesta. Namun apa jadinya saat hari ini aktivitas pacaran itu sudah dianggap sebagai hal yang lumrah. Hal yang dianggap biasa saja yang kemudian dilakukan juga oleh muslimah yang sudah istiqomah mengenakan hijabnya. Hm, disatu sisi dia melaksanakan kewajibannya dengan sempurna tapi dilain sisi dia membuka lebar jalan kemaksiatan kepada Allah. Tapi, lagi dan lagi ini fakta. Hari ini banyak terjadi dikalangan kaula muda yang katanya sedang menapaki jalan hijrah dan atau malah terjadi pada kalangan remaja aktivis dakwah.


Dalihnya tak mau pacaran tapi nyata-nyata aktivitasnya sama saja. Menjalin komunikasi berlebihan hingga rasa yang belumlah saatnya terus tumbuh bersemayam dalam hatinya. Merusak fitrah suci yang dimiliki manusia dengan nafsu ingin memiliki tanpa adanya komitmen yang pasti. Hingga akhirnya banyak para akhwaty yang terjerembab pada aktivitas maksiat. Perasaan yang belum saatnya itu kemudian menjelma menjadi suatu aktivitas yang melabrak hukum syara'. Pacaranlah diambil sebagai jalan kompromi. The islamisasi pacaran alias pacaran islami dijadikan dalihnya.


Hijrah Butuh Ilmu


Dear muslimah, istiqomah itu butuhkan ilmu. Sebab kalau tak memiliki bekal ilmu maka sebenarnya kita sedang merajut kain tanpa benang alias nihil hasilnya. Sebab yang namanya ilmu adalah penerang. Ilmu adalah cahaya. Oase dalam gurun pasir yang gersang. Disanalah suatu hal yang baik dan buruk menurut Allah akan jelas terindera. Jika tanpa ilmu ? Jelas kita tak akan menemukan jalan. Semakin jauh denganNya dan akan tersesat.


Begitupun dengan keistimewaan tubuhmu yang dibalut kain penutup aurat dengan sempurna. Baluti juga hatimu dari kemaksiatan padaNya. Aktivitas menjalin komunikasi dengan yang bukan mahram adalah suatu hal yang dibenci Allah dan RasulNya. Tanamkan rasa malumu pada Allah. Sebab rasa malupun sebagian dari iman. Ingatlah, kelak di yaumul hisab, hujjah apa yang hendak dikatakan dihadapan Allah, duhai engkau para muslimah yang hari ini masih berpacaran ?


Hijrah Kaffah


Hijrah tidaklah setengah-setengah. Hijrah itu haruslah totalitas. Seperti para sahabat dan para sahabiyah yang rela mengorbankan apapun bahkan nyawa sekalilun untuk dienul islam. Kitapun sama. Hijrah itu bukan hanya berkoar di semua akun sosmed bahwa kita sudah berhijrah. Tidak. Tidak seperti itu dear. But, lakukan dalam dunia nyatamu.


Saat tahu jika aktivitas pacaran adalah suatu hal yang dibenci Allah. Maka yuk kita hijrah secara kaffah, secara menyeluruh. Alihkan perasaan itu pada suatu hal yang baik menurut Allah. Carilah sahabat yang sejalan, sevisi dan semisi. Agar saat kita futur ada teman yang mengingatkan. Satu hal, sebab istiqomah butuhkan ilmu. Maka bersahabatlah dengan ilmu dan para pencari ilmu. Datangi majelis-majelis ilmu yang akan menguatkan azzam kita. Hijrah menjadi lebih baik kearah Islam secara menyuruh. Pakailah hijabmu karena itu kewajiban. Tinggalkanlah pacaran karena itu suatu keharaman.

Wa'allahu a'lam bishowab.



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!