Saturday, July 14, 2018

BENARKAH SISTEM ZONASI SOLUSI PEMERATAAN KUALITAS PENDIDIKAN ?


Oleh : Siti Ruaida S.Pd


Mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) RI Nomor 14 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi, proses penerimaan murid baru tahun ajaran 2018-2019 serentak dilakukan di Indonesia.

Secara bertahap, proses penerimaan siswa baru ini mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).


Dalam Permendikbud Nomor 14/2018 bertujuan untuk merevitalisasi pelaksanaan penerimaan peserta didik baru agar berlangsung secara lebih objektif, akuntabel, transparan, nondiskriminatif, dan berkeadilan sehingga dapat meningkatkan akses layanan pendidikan. Salah satunya mengatur tentang sistem zonasi yang mulai diterapkan dalam PPDB tahun ini.  Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin, HM Faisal Heriyadi mengakui sistem zonasi merupakan langkah strategis untuk pemerataan kualitas pendidikan nasional. Sebab dengan sistem zonasi calon murid tidak lagi menumpuk di  sekolah tertentu serta tidak ada label sekolah favorit dan non unggulan,” ucap Faisal Heriyadi kepada jejakrekam.com, Rabu (4/7/2018)


Sistem Zonasi berpatokan pada jarak rumah dengan sekolah, yang menjadi pertimbangan calon siswa untuk diterima. Adapun zonasi sekolah tersebut ditetapkan oleh pemerintah daerah masing- masing. Jadi kreteria PPDB tahun ini berdasarkan sistem zonasi bukan lagi hasil ujian nasional (UN). Semua Sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah wajib menerima calon peserta didik yang berdomisili pada radius zona terdekat minimal 90% dari total keseluruhan daya tampung sekolah untuk peserta didik, dan termasuk didalamnya alokasi 20% untuk calon siswa dengan kreteria tidak mampu harus tertampung.

Adapun 10% sisanya diperuntukkan bagi siswa yang berada di luar zonasi. Dengan ketentuan 5% daya tampung sekolah dialokasikan untuk siswa berprestasi, sedangkan 5% lainnya untuk siswa pindahan atau siswa yang  terdampak bencana alam.



Peraturan PPDB dengan sistem zonasi ini harus diatati oleh sekolah, pelanggaran akan berujung pada  sanksi bagi sekolah mulai dari teguran tertulis, penundaan atau pengurangan hak, pembebasan tugas, hingga penghentian sementara.

Sebenarnya penggunaan sistem zonasi sudah mulai diterapkan tahun lalu. Namun tahun ini diklaim lebih baik sistemnya dari tahun yang lalu. Namun ada beberapa catatan kekurangan àtau ketidak siapan dilapangan terkait pelaksanaan PPDB dengan sistem zonasi, seperti masih terlihat begitu jomplangnya kualitas fisik bangunan antar sekolah, terutama sekolah pinggiran dan sekolah yang berada di pusat Kota Banjarmasin. Termasuk didalamnya pasilitas pendukung sekolah seperti minimnya kelengkapan perpustakaan , laboraturium, ruang kelas, tenaga pengajar yang tersedia dan sebagainya. Tentu hàl ini berpengaruh pada animo masyarakat dalam menentukan dan memutuskan untuk mendaftarkan anaknya disekolah tersebut. Dikarenakan umumnya orangtua ingin anaknya sekolah di sekolah yang mereka anggap terbaik atau favorit. Belum lagi banyak keluhan pendaftar karena ribetnya masalah administrasi,  Karena pendaftaran harus melalui dua langkah. Online dan offline untuk verifikasi data. Ini tentu merepotkan orang tua dari sisi waktu dan tenaga yang harus mengantri berjam-jam ditambah dag dig karena khawatir anaknya tidak diterima karena ada kreteria lain seperti nilai apabila sekolah yang dituju peminatnya.memblodak.


Sebenarnya tujuan Pemerintah mengatakan kebijakan sistem Zonasi ini dilatar belakangi untuk menciptakan pemerataan pendidikan demi meminimalisasi kesenjangan antar sekolah yang unggulan dan non unggulan. Sehingga tidak ada lagi istilah sekolah favorit dan tidak favorit. Tujuan pemerintah ini sebenarnya patut untuk diaprisiasi, jika ada sosialisasi  yang matang dan kesiapan dilapangan, terkait dengan daya dukung atau sarana prasarana yang seharusnya sudah siapkan sebelum sistem zonasi ini dilaksanakan, sehingga tidak terkesan asal -asalan atau tambal sulam. Permasalahannya pendidikan adalah perkara pokok dan mendasar yang harus disiapkan oleh negara untuk mengokohkan negara. karena menyangkut kelanjutan pemegang estafet dalam bernegara, tentu harus menyiapkan siswa/generasi  yang tangguh dari pelosok, pinggiran hingga kota dengan pendidikan yang terbaik yang memiliki visi dan misi yang jelas, kalau ingin negara ini tetap bertahan tidak digerus ataupun dilumat habis oleh negara asing yang memiliki kepentingan untuk menguasai negara kita. Sekali lagi perlu ada upaya yang sangat serius dari kita semua terutama para pengambil kebijakan untuk menyiapkan dan membuat program pendidikan yang berdampak positif dalam membangun generasi yang kokoh untuk pertahanan sebuah bangsa, dan hal ini juga adalah bagian dari kewajiban atau tanggung jawab pemerintah sebagai pengelola negara.


Paradigma Pendidikan Dalam Islam


Pendidikan memang perkara penting dan tidak pernah lepas dari masyarakat. Pendidikan adalah bagian hidup umat dan kebutuhan mendasar. Rasulullah Saw sendiri pernah bersabda, "Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim" (HR. Ibnu Majah)

Belajar adalah kewajiban dan ini harus tertanam pada diri anak didik, agar dalam proses belajar mengajar anàk didik menyadari bahwa ini kesempatan untuk mendulang pahala karena telah melaksanakan suatu kewajiban yaitu menuntut ilmu untuk mendapatkan keberkahan hidup, yaitu ilmu yang bermanfaat dunia dan akhirat. Berguna bagi  kemaslahatan bersama dengan menyebarkan atau mendakwahkan ilmu yang bermanfaat tersebut sehingga pahalanya pun akan berlipat-lipat yang akan menjadi bekal untuk kehidupan diakhirat nanti.

Seperti yang disabdakan Rasulullah Saw, "Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan maka baginya pahala seperti pahala pelakunya” (HR.Muslim).

Kebutuhan mendasar akan pendidikan tentu menjadi kewajiban negara untuk mengatur dan menyiapkan agar terjamin atàu terpenuhi kebutuhan pokok akan pendidikan bagi seluruh masyarakat. Mulai dari kesiapan kurikulum, strategi dan tujuan pendidikan dan kesiapan tenaga pengajar, sarana prasarana pendukung pendidikan yang tentunya disandarkan pada yang maha sempurna dengan memastikan segala sesuatunya diatur berdasarkan ketentuan àtàu syariat Allah. Pada akhirnya diharapkan dapat membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang terdidik dengan pola berfikir dan pola sikap yang islami.



Prinsipnya Pendidikan harus diarahkan pada konsep keimanan, sehingga melahirkan amal saleh dan ilmu yang bermanfaat. Prinsip ini mengajarkan bahwa yang menjadi pokok perhatian bukanlah kuantitas, tetapi kualitas pendidikan. Sebàgaimana diungkapkan daläm AlQuran  ahsanu amalan atau amalan shalihan (amal yang terbaik adalah amal shaleh). Jadi pendidikan Islam  bertujuan untuk membentuk sosok manusia yang bersyaksiah Islamiah (kepribadian Islam). Yang menyandarkan aqliyah(pemikiran) dan nafsiyah (sikap/perilaku) pada Islam semata. Sehingga setiap aktivitasnya tak keluar dari jalur syariat Allah atau melenceng dari sunnah Rasulullah. Maka dalam hal ini akan terbentuk ketaqwaan yang  menumbuhkan rasa takut kepada Allah karena  kesadaran akan hubungan dengan Allah SWT, sehingga senantiasa menegakkan kebenaran tanpa pandang bulu.


Kualitas pendidikan yang disandarkan pada ketaatan kepada sang pencipta tentu bernilai ibadah dan akan membawa kemaslahatan bagi umat manusia. Sebaliknya pendidikan yang mengabaikan ketaatan kepada Allah adalah pendidikan yang dangkal yang menumbuhkan banyak persoalan dan kerusakan yang tak kunjung bisa diselesaikan seperti persoalan yang menimpa generasi hari ini. Memusingkan dan selalu muncul masalah baru. Selayaknya kita mengembalikan urusan kita kepada Allah SWT sebagai bentuk kesadaran akan kelemahan kita sebagai makhluk yang lemah dan terbatas.


Sebagaimana firman Allah Swt :

"Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran." (QS. Az-Zumar : 9 )


Semoga Allah memberikan generasi penerus permata umat yang berilmu dan beriman yang dimuliakan dan akan membawa kemaslahatan bagi seluruh umat manusia, yang dirahmati oleh semesta alam. sebagaimana firman Allah SWT "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Mujadilah : 11)


Penulis Pengajar di MTs Pangeran Antasari Martapura

Member AMK KALSEL



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!