Saturday, July 28, 2018

Baperware, ya Islam


Oleh : Bintunapan Sastrawetjana



Ada yang suka baper-an?

Atau ga punya tempat buat menyimpan perasaan. Kamu perlu _baperware_ tuh.

Oops, bukan lagi ngomongin perabot ya.

Baper, bahasa gaul yang muncul saat ini. Artinya bawa perasaan. Ga ada di KBBI. Konotasinya bisa baik bisa juga buruk. Tergantung apa dulu yang di _baper_ in.

Misalnya begini,

Nani: "gue masih galau kalo liat foto mantan...

Lia: "alah baper loo"

Iyes, ini jelas baper.


Atau, saat kamu kumpul, ada sahabat kamu yang sedikit bersikap jutek, terus kamu ngambek, ini juga baper.


Nah, baper yang begini ga pada tempatnya. Seharusnya Nani bersyukur kalo sudah jadi mantan, berarti terlepas dari dosa pacaran, bukan baper seolah mnyesali putus cintanya. 


Begitu juga kalo kamu dijutekin teman, take n' easy aja laah.. Kan ga akan berpengaruh apapun buat kamu. Mungkin pada saat itu memnag dia lagi bete. Tetap berbaik sangka. Jadi pahala.


Lain cerita kalo kejadiannya begini, misal ada sahabat kamu yang kesusahan, kehabisan bekal kemudian kamu tau. Nah, ini sih kudu baper. Dengan kamu baper, kamu akan berusaha untuk membantunya. 


Atau seperti yang terjadi akhir - akhir ini di Negara yang banyak terjadi pembantaian Muslim, Suriah, Afganistan, Burma, Kashmir, Palestina misalnya. Bagaimana sikap kita..?

Jelas lah kudu baper.


Dalam Islam, membunuh yang bukan hak nya adalah haram, tapi apa yang terjadi dengan Suriah? Mereka semua menjadi sasaran pembantaian. Ini jelas tidak ada dalam Islam. Kenapa ini terjadi pun karena ummat Islam hari ini lemah sebab tersekat-sekat dalam negri - negri kecil. Islam tidak dijadikan sebagai aturan maka pantaslah ummat terbaik ini menjadi seperti buih dilautan. Banyak namun tak berarti.


Kita selaku Muslim punya suri tauladan yang sempurna akhlaknya yaitu Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam.


Dalam hadits, 

“Perumpamaan kaum mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain akan susah tidur atau merasakan demam.” [HR.Muslim]


Jikalah ibarat satu tubuh, seharusnya apa yang mereka rasa kitapun merasakan. Selayaknya satu anggota tubuh yang sakit maka semua akan merasakan dampaknya.


Maka sudah saatnya kamu menempatkan baper pada tempatnya. Jika kamu baper, maka kamu akan peduli dan bergeraklah, menjadi generasi yang akan memperbaiki kerusakan. Dan gimana sih baper yang tepat?


*Ngaji*


Dengan ngaji ilmu dan pemahaman kamu tentang Islam akan bertambah, kamu akan tahau bagaimana Islam mengatur kehidupan.


*Dakwah


Ilmu dan pemahaman tidaklah hanya untuk hiasan kepala. Melainkan ada beban lain, yaitu diamalkan juga didakwahkan. Dakwah adalah menyeru kepada Islam.

Terbukti Islamlah yang menjadikan rahmat bagi sekalian alam sebagaimana Allah janjikan.  Ratusan tahun mampu  menjadikan beragam agama, ras dan suku bangsa ada dalam satu kesatuan. Maka hanya kembali kepada aturan Islam lah semua akan berjalan sebagaimana mestinya.


Istiqomah


Berpegang teguhlah pada tali agama Allah. Dan berjamaah, karena istiqomah tanpa berjamaah itu sulit. Perbanyak hadir ke taman - taman surga. Perbanyak sahabat yang mampu membawamu lebih taat. Ibarat sapu lidi. Kuat jika bersatu.


So mau dibawa kemana perasaan kamu?

Mau merubah keadaan dengan menempatkan baper pada tempatnya yaitu Islam atau malah memperburuk keadaan dengan baper hanya urusan pacaran.

Semua pilihan ditanganmu kawan. Baperlah sesuai hukum syara.


Wallahu a'alam


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!