Tuesday, July 24, 2018

Antara Drama Terorisme dan Upaya Mengukuhkan Islam Moderat


Oleh : Anisa Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin

Tahun ini banyak sekali kejadian pemeboman atau peledakan yang lebih sering dikenal dengan kasus terorisme. Dengan adanya kasus ini menyebabkan kekhawatiran dan ketakutan di masyarakat, karena terjadinya peledakan ini terjadi di tempat ibadah dan tempat dimana banyak orang.

Seperti halnya yang terjadi pada Sabtu 14 Juli 2018 dimana antara Densus 88 antiteror dan 3 orang yang diduga teroris terjadi baku tembak di Jalan Kaliurang KM 9,5 didekat Kantor Polsek Ngaglik, Sleman. Dengan adanya perlawanan diantara kedua pihak, 3 orang yang diduga teroris meninggal dan 2 anggota Densus 88 terluka. Karena pihak dari Densus 88 mengatakan bahwa 3 orang yang diduga teroris sangat membahayakan petugas dan masyarakat, sehingga pada saat Densus 88 melakukan penangkapan 3 orang tersebut melakukan perlawanan yang menyebabkan ketiganya meninggal. (Liputan 6.com)

Berlanjut pada Minggu 15 Juli 2018 dini hari terjadi penyerangan di Markas Kepolisian Resort (Mapolres) Indramayu, Jawa Barat. Pada saat itu terdapat 2 orang yang menggunakan sepeda motor dan melemparkan 1 buah panci yang berisi bahan peledak ke arah penjagaan Polres. Kapolres Indramayu, AKBP Arif Fajarudin mengatakan bahwa para pelaku yang melakukan penyerangan telah diamankan oleh petugas kepolisian, dan Pak Arif juga mengatakan bahwa 2 orang tersebut juga merupakan pasangan suami istri. Bom panci yang dilemparkan tidak sempat terjadi ledakan, dimana pasangan suami istri itu diduga hendak melakukan aksi bom bunuh diri dengan sasaran Kapolres Indramayu Jawa Barat. (Liputan 6.com)

Dari beberapa kasus terorisme yang terjadi hampir semua dituduhkan terhadap satu agama yaitu Islam, baik melihat dari pakaian pelaku terorisme ataupun kehidupan sehari-hari dari pelaku terorisme. Tuduhan itu diberikan atas dasar Islam merupakan agama yang bukan hanya agama spritual saja melainkan agama yang mengatur segala kehidupan manusia, baik ekonomi ataupun politiknya. Tuduhan itu juga diberikan karena kasus terorisme atau pemeboman hanya terjadi di tempat-tempat ibadah non muslim dan bukan tempat ibadah muslim.

Sehingga banyak orang yang merasa takut dengan aturan kehidupan yang dibawa oleh agama Islam, seperti hal nya dalam jihad. Orang yang tidak mengenal Islam menganggap bahwa Islam merupakan agama yang keras. Ditambah lagi dengan banyaknya kasus terorisme yang terjadi, banyaknya nyawa yang tidak berdosa meninggal yang semuanya dituduhkan terhadap Islam, yang hanya karena pelaku terorisme nya berpakaian seperti seorang muslim atau mengaku dirinya sebagai seorang muslim maka tuduhan itu dinyatakan untuk Islam. Seperti halnya dalam kehidupan seorang muslim yang berpakaian sesuai dengan hukum syara misalnya seorang wanita yang memakai cadar maka dia dapat dicurigai sebagai terorisme. Padahal pakaian yang digunakan belum menggambarkan bagaimana tingkah laku seseorang. 

Adanya kasus terorisme atau pemeboman itu merupakan cara atau drama yang diciptakan oleh mereka yang membenci Islam menjadi agama yang mengatur segala kehidupan. Agar Islam menjadi agama spritual saja maka adanya pemeboman terhadap tempat-tempat ibadah non muslim atau tempat dimana terdapat banyak orang, sehingga masyarakat baik muslim ataupun non muslim takut akan aturan hidup yang dibawa oleh Islam. Karena akibat dari kasus terorisme itu membuat non muslim semakin anti akan Islam dan muslim sendiri semakin menjadi sekularis atau menjauhkan agama dari kehidupan sehari-hari. Hal itulah yang menjadi tujuan utama dari mereka yang membenci islam dalam menciptakan kasus terorisme yang ditujukan pada Islam, baik agamanya ataupun orangnya. 

Padahal di dalam Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan seperti itu, apalagi membunuh seseorang yang tidak berdosa tanpa hak baik itu muslim ataupun non muslim. Adanya jihad dalam ajaran islam sendiri merupakan cara yang digunakan dalam berdakwah apabila ada yang menentang ajaran agama islam. Dakwah yang disampaikan Islam pun tidak dipaksakan pada siapapun tapi diterima dengan sepenuh hati.

Bagi mereka yang mengaku beragama Islam seharusnya mengetahui bahwa apabila mereka memahami ajaran islam secara menyeluruh maka Islam tidak pernah mengajarkan untuk membunuh seseorang yang tidak berdosa tanpa hak baik itu muslim ataupun non muslim, sehingga apabila ada kasus terorisme yang ditujukan pada Islam itu tidak lah benar karena islam tidak pernah mengajarkan hal itu bahkan perbuatan itu dilarang dalam Islam. Lalu bagaimana mungkin tuduhan itu ditujukan pada Islam, karena apabila seseorang memang benar beragama Islam dan memahami ajaran Islam maka tidak akan melakukan apa yang dilarang di dalam aturannya. 

Dengan adanya hal itu merupakan cara dari mereka yang membenci islam agar islam tidak pernah menjadi aturan dasar dalam menjalani kehidupan. Karena kasus terorisme yang dituduhkan dalam islam telah membuat masyarakat umum takut akan agama Islam ataupun orang yang taat pada Islam. Padahal dengan Islam dijadikan sebagai aturan dasar dalam menjalani kehidupan baik dalam spritual ataupun dalam hal ekonomi dan juga politik maka kehidupan akan lebih maju dan sejahtera. 



 



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!