Saturday, June 2, 2018

Yang Ngaji Yang Berprestasi


Oleh : Tuti Rahmayani, dr

praktisi kesehatan di Surabaya


Sobat, beberapa orang ada yang berpikir, kalau seseorang mengkaji Islam dan terlibat dalam aktivitas dakwah, maka nilai akademisnya jeblok, lulusnya molor. Alasannya dakwah menyita waktu sehingga tak sempat belajar, dsb. Benarkah demikian?


Ngaji Jadi Paham


Seseorang yang meluangkan waktunya untuk mengkaji Islam dan ikut berdakwah, pasti sudah akrab dengan dengan hadits:


“Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan”. (HR. Ibnu Abdil Barr)


”Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa yang menghendaki kehidupan Akherat, maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa menghendaki keduanya maka wajib baginya memiliki ilmu”. (HR. Turmudzi)


Dengan bekal surat perintah dari Allah dan rasulNya, maka seorang muslim menuntut ilmu adalah bagian dari menunaikan kewajiban. Menuai pahala dan ridhoNya. Serta akan berusaha seoptimal mungkin, bahkan berjuang hingga mampu berkorban. 


Tidak ada ceritanya bolos sekolah atau malas berangkat sekolah. Tidak ada pula alasan tidak semangat belajar karena tidak ada motivatornya (baca: pacar). Aduh..kasian deh.. 


Satu-satunya motivasi mencari ilmu adalah menunaikan kewajiban sehungga beroleh pahala dan kebaikan. 


Terkait ilmu Imam Syafii juga menasehati tentang pentingnya orang mencari ilmu. Nasehatnya:


“Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan”.


Sungguh sebuah tamparan bagi yang malas belajar. 


Prestasi adalah Rizki


Prestasi berupa nilai baik, IPK cum laude, kelulusan, rangking dsb, sejatinya adalah rizki yang Allah berikan. Kita diminta qonaah dan husnudzon terhadap apapun hasil dari Allah. Karena kita tidak sedikitpun ditanya akan hasil ini. Namun, dalam Al Quran, Allah memyampaikan ada rahasia di balik kesuksesan yang perlu kita perhatikan.


"...Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rejeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (QS. Ath Tholaq: 2-3)


Dari ayat tadi jelas, bahwa Allah akan memberikan jalan keluar, rizki yang tidak disangka-sangka untuk orang yang bertakwa. Inilah sejatinya kunci kesuksesan hidup di dunia. Untuk meraih derajat takwa, mustahil tanpa ilmu. Karenanya, ngaji jadi sarana meraih ketakwaan. 

Ngaji berprestasi, so pasti!



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!