Thursday, June 7, 2018

Yang Maslahat Dengan Zakat


Oleh : Vivin Indriani (Member Komunitas Revowriter)


Di akhir Ramadhan, zakat adalah penyempurna ibadah terakhir yang menyempurnakan rangkaian perhelatan selama sebulan. Setelah puasa, qiyamul lail dan rangkaian peribadatan lainnya maka setiap muslim baik telah baligh maupun bayi baru lahir telah terkena kewajiban satu ini. Zakat fitrah sebagai kewajiban tiap individu muslim, serta zakat mall dan lain sebagainya.


Dalam bahasa Arab, zakat memiliki beberapa makna :

Pertama, zakat bermakna At-Thohuru, artinya membersihkan atau mensucikan. Maknanya menegaskan bahwa orang yang senantiasa menunaikan zakat akan dibersihkan dan disucikan oleh Allah baik harta maupun jiwanya. Dengan catatan dikerjakan ikhlas karena Allah ta'ala, bukan untuk mengharapkan pujian manusia. Allah SWT berfirman dalam surat At-Taubah ayat 103:


“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”


Kedua, zakat juga bermakna Al-Barakatu, yang artinya berkah. Makna ini menegaskan bahwa Allah akan limpahkan keberkahan baik kepada hartanya, keluarganya juga kehidupannya didunia maupun di akherat bagi siapa saja yang menunaikan zakat.  Keberkahan ini lahir karena harta yang kita gunakan adalah harta yang suci dan bersih, sebab harta kita telah dibersihkan dari kotoran dengan menunaikan zakat yang hakekatnya zakat itu sendiri berfungsi untuk membersihkan dan mensucikan harta.


Ketiga, zakat bermakna An-Numuw, yang artinya tumbuh dan berkembang. Makna ini menegaskan bahwa Allah akan menumbuhkan dan mengembangkan harta orang yang selalu menunaikan zakat. Hal ini disebabkan oleh kesucian dan keberkahan harta yang telah ditunaikan kewajiban zakatnya. Belum pernah kita mendengar ada orang yang jatuh miskin karena sering menunaikan zakat. Atau orang yang mengalami kebangkrutan pasca menyalurkan hartanya untuk berzakat. Tentu kita tidak pernah mendengar hal seperti itu, yang ada bahkan sebaliknya.


Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqoroh ayat 261 :

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ


Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.


Keempat, zakat bermakna As-Sholahu, yang artinya beres atau keberesan, yaitu bahwa Allah akan senantiasa membereskan persoalan harta dan menjauhkan orang yang menunaikan zakat dari segala persoalan harta. Orang yang senantiasa mengalami persoalan dalam kehidupan keuangan dan hartanya boleh jadi karena selama ini dia juga lalai dari melaksanakan zakat yang menjadi kewajibannya.


Dalam konteks bernegara, sesungguhnya zakat ini adalah salah satu pilar pengokoh ketahanan keuangan negara. Islam mengenal baitul mall dimana zakat merupakan salah satu dari sumber keuangan negara. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran 59:7 “….agar harta itu jangan hanya beredar diantara orang-orang kaya diantara kamu…”.


Segala kebutuhan manusia, termasuk jumlah emas di seluruh dunia untuk memenuhi kebutuhan mata uang penduduknya, ternyata juga sudah diatur sedemikian rupa sesuai skenario Allah SWT sehingga akan selalu mencukupi. Diungkapkan oleh Allah dalam Al-Qur’an QS 54: 49 “ Sesungguhnya, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran”. 


Demikianlah keutamaan dan keajaiban dari perintah Allah tentang berzakat. Semoga bermanfaat. Wallahu 'alam bish showab.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!