Friday, June 1, 2018

Waspada! Adu Domba Ulama dan Keterbelahan Umat


Oleh: Naajiyah Muthma'innah


Dirilisnya 200 nama mubalig dan mubaligah rekomendasi Kementerian Agama RI (Kemenag) menuai kritik dan membuat gaduh umat terutama di kalangan warganet.

(kemenag.go.id/berita/read/507786)


Beberapa pihak diantaranya Pemuda Muhammadiyah menyayangkan dan menuntut dianulirnya daftar penceramah tersebut. (m.detik.com/news/berita/4029176)


Bahkan Ustaz Fahmi Salim meminta agar namanya dicopot dari rujukan Kemenag itu. (bangka.tribunnews.com/2018/05/20). Alasannya karena beliau tidak ingin menimbulkan fitnah dan perpecahan.

"Menghindari fitnah dan perpecahan antar ulama, ustadz Fahmi Salim minta dicopot namanya dari daftar 200 ustadz Rekomendasi Kemenag," ujarnya dalam posting akun instagram beliau @fahmisalimz).


Namun alih-alih mencabutnya demi meredam keriuhan, Kemenag justru menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengeluarkan sertifikasi kepada para ulama hasil rekomendasinya.


Hal ini diungkapkan oleh Ketua MUI bahwa MUI akan memberikan sertifikat kepada para mubalig yang terdaftar. "Untuk memberikan perlindungan, memberikan legitimasi bahwa mubalig ini bagus dan tidak bermasalah," kata KH. Ma'ruf Amien di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/5/2018).

(news.okezone.com/read/2018/05/24/337/1901964)


Kini timbul polemik. Aroma adu domba dan keterbelahan umat mulai terendus. Sederet pertanyaan bermunculan. Ada apa di balik rekomendasi penceramah ala Kemenag itu? Mengapa hanya 200 nama saja yang boleh dijadikan rujukan umat dan mendapatkan sertifikasi?


Sungguh di negeri mayoritas muslim ini sangat banyak ustaz dan ustazah yang kompeten dalam mendakwahkan Islam. Bukan hanya ratusan orang saja.


Lantas apa latar belakangnya? Spekulasi yang ramai diperbincangkan tak lain dan tak bukan yaitu agenda deradikalisasi. Agenda yang lama digadang-gadang ini terbukti membuat banyak ulama kritis dikriminalisasi. Setelah ada yang ditahan dan dijebloskan ke jeruji besi, kini ulama dikotak-kotak.


Padahal para penceramah 'kritis ' itu hanya menyerukan syariat Islam yang kaffah sesuai tuntunan Ilahi. Menyampaikan bahwa Khilafah adalah ajaran Islam yang menjadi solusi atas problematika kehidupan yang mendera saat ini.


Di saat masyarakat tersadarkan dan para ustaz-ustazah kian digemari dan dinanti ceramahnya maka agenda deradikalisasi semakin merintangi. Segala cara, beragam isu negatif dilancarkan agar masyarakat menjauhi para penyeru dan pejuangnya. Dan berharap dapat menjauhkan umat dengan para ulama shalih pewaris para nabi yang mengajak kepada kebangkitan yang hakiki. Kebangkitan yang berdasarkan wahyu Alloh dan bisyarah Rasulullah Saw.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!