Tuesday, June 5, 2018

Ulama yang Dirindukan Sepanjang Masa


Oleh: Nor Aniyah, S.Pd


Seiring meningkatnya semangat keberagamaan masyarakat dalam beberapa tahun terakhir, forum pengajian dan majelis taklim semakin menjamur. Momentum Ramadan pun menambah semarak kegiatan keagamaan. Maka, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pun mengungkapkan  pihaknya menerima banyak pertanyaan dari masyarakat terkait nama muballigh yang bisa mengisi kegiatan keagamaan. Sehingga merasa perlu merilis daftar nama muballigh.


Menurut Menag, tahap awal Kementerian Agama merilis 200 daftar nama muballigh, yang dihimpun dari masukan tokoh agama, ormas kegamaan, dan tokoh masyarakat. Jumlah daftar ini mungkin akan bertambah seiring masukan berbagai pihak. Namun, tidak sembarang muballigh, hanya yang memenuhi tiga kriteria, yaitu: mempunyai kompetensi keilmuan agama yang mumpuni, reputasi yang baik, dan berkomitmen kebangsaan yang tinggi. Rilis daftar nama muballigh ini diharapkan bisa memudahkan masyarakat dalam mengakses para penceramah yang mereka butuhkan. (https://kemenag.go.id/berita/read/507786/kemenag-rilis-daftar-200-nama-muballigh). 


Rilis nama mubaligh itu menuai banyak kritik dari berbagai pihak. Banyak yang menyayangkan, beberapa nama Ustadz yang dianggap masyarakat layak ada dalam daftar, tapi nyatanya tidak ada, seperti UAS dan UAH. Bahkan, ada beberapa penceramah meminta namanya dikeluarkan untuk menghindari perpecahan di antara ulama.


Salah satunya, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak. Ia menilai keputusan Kemenag keliru dalam menerbitkan daftar 200 penceramah yang direkomendasikan. Ia menyarankan agar Kemenag segera menganulir kebijakan tersebut. Menurutnya, keputusan itu berpotensi menimbulkan perpecahan antarmubaligh dan juga rasa ketidakpercayaan umat terhadap mubaligh. Hal ini tidak baik untuk umat. 


Dahnil memahami keputusan tersebut dibuat karena kekhawatiran pemerintah terkait adanya isu ulama atau mubaligh yang kurang Pancasilais. Kalaupun ada kekhawatiran itu, menurutnya pemerintah tidak perlu mengeluarkan daftar penceramah yang direkomendasikan. Kalau pun seperti itu, menurutnya ada baiknya diundang mubaligh-mubaligh itu dialog, jangan monolog dengan membuat list tersebut. 


"Kalau Kemenag bersikukuh harus tetap ada daftar itu, saya harap nama saya dianulir karena saya menolak dengan banyak hal, karena saya tidak layak sama sekali," katanya. (https://m.detik.com/news/berita/4029176/pemuda-muhammadiyah-minta-kemenag-anulir-daftar-200-penceramah)


Islam merupakan agama yang sempurna dan menyuruh. Tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT, tapi juga mengatur hubungan manusia dengan dirinya sendiri dan mengatur hubungan manusia dengan sesamanya. Islam diturunkan kepada baginda Rasulullah saw untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia, karena Islam itu membawa rahmat bagi seluruh alam bila diterapkan di tengah-tengah umat manusia. Oleh karena itu, mengemban dakwah Islam secara keseluruhan adalah misi agung dan mulia untuk kesejahteraan umat manusia. Agar bahagia dunia dan akhirat, sebagai solusi bagi segala permasalahan kehidupan. 


Allah SWT berfirman, 

“Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan itulah orang-orang yang beruntung.” (TQS. Ali-Imran: 104). 


“Siapakah yang lebih baik ucapannya dibadingkan dengan orang-orang yang menyerukan Islam dan beramal shalih sembari berkata, 'Sesungguhnya aku adalah bagian dari umat Islam.” (TQS. Fushilat: 33). 


Ulama merupakan pewaris para Nabi yang menyampaikan ajaran Islam kepada manusia. Lewat ceramah-ceramah yang menggugah dan menggetarkan jiwa untuk semakin takwa kepada Allah SWT. Menjadikan Islam sebagai standar baik-buruk menilai dan bersikap dalam kehidupan. 


Jadi, tugas dai atau mubaligh itu adalah untuk menyampaikan apa yang diperintahkan Allah SWT kepada manusia, seraya berharap mendapatkan ridha-Nya. Bukan menyampaikan apa yang diimaui oleh penguasa dan membenarkan semua tindakan mereka. Apalagi jika tindakan penguasa itu jelas-jelas dzalim. Maka, ulama dan umat wajib untuk menasihati dan mengoreksi untuk kembali dalam kebenaran. 


Umat perlu menghindari bahaya pecah belah di balik rekomendasi penceramah ala kemenag ini. Dengan seolah ada pengelompokkan muballigh atau ulama yang sesuai kriteria pemerintah dan tidak. Karena kewajiban menyampaikan dakwah itu adalah kewajiban dari Allah SWT, tidak menunggu rekomendasi siapa pun. Sehingga umat harus bisa menilai, para ulama yang lurus dan menyampaikan dakwah murni sesuai syariah Islam itulah yang bisa terus diikuti umat Islam. 


Sejatinya, muballigh yang sedang dibutuhkan umat sekarang adalah yang menyampaikan pemahaman Islam secara kaffah. Setiap ajaran Islam yang harus diamalkan dan dijadikan solusi dalam kehidupan. Menyelamatkan negeri ini dari berbagai bentuk penjajahan yang dilakukan oleh manusia. Dengan penerapan Islam inilah yang akan mampu membangkitkan pemikiran umat Islam menuju peradaban yang mulia. 


Namun, sayangnya pemahaman Islam yang kaffah ini, hari ini tengah disematkan dengan kata yang cenderung negatif, seperti istilah radikal. Seolah dapat membahayakan, padahal sejatinya akan menyelamatkan seluruh umat manusia. Kita harus menyadari, sebenarnya label negatif ini merupakan program deradikalisasi yang terus digencarkan Barat ke negeri-negeri Muslim. 


Oleh karenanya, Barat sangat khawatir dan menyadari akan potensi kebangkitan umat Islam yang akan menghentikan langkah untuk terus menjajah dan menguasai kekayaan alam yang ada. Akhirnya, mereka berusaha menjauhkan umat Islam dari pemahaman Islam kaffah dengan berbagai cara, termasuk memanfaatkan sebagian penguasa Muslim sendiri yang tengah berkuasa untuk melancarkan rencana mereka.  


Kita amati, saat ini umat Islam semakin muncul rasa kesadarannya dalam beragama. Keimanan pun menjadi landasan persatuan dan kesatuan umat, diantaranya banyak terjadi peristiwa besar seperti aksi-aksi untuk membela Islam. Umat telah terbuka dengan segala kerusakan yang ada, akibat sistem bathil Kapitalisme dan jauh dari aturan agama. Umat pun makin haus akan pemahaman Islam yang mampu menyelesaikan permasalahan. Ulama-ulama kritis dan penyeru dakwah yang menyampaikan Islam secara kaffah, baik ibadah, mu'amalah, sampai khilafah makin diminati umat. 


Umat harus makin mendekatkan diri pada ulama yang hanif dan menjauhi segala agenda deradikalisasi yang membungkam kesadaran. Umat pun harus waspada terhadap setiap kebijakan yang malah bisa menjauhkan dari kebangkitan yang hakiki.


Bahwa kebangkitan hanya dapat dicapai dengan menjadikan Ideologi Islam untuk mengatur segala aktivitas kita. Menjadikan Al-Qur'an dan As-sunah sebagai panduan dalam bernegara, berpolitik, dan berekonomi. Dan menjadikannya sebagai jawaban segala problematika hidup manusia. Kita sangat berharap terhadap adanya dai dan ulama yang menyeru pada hal demikian. Ulama seperti inilah yang dirindukan hati umat dan layak menjadi rujukan sepanjang masa.[]



*) Pegiat di Komunitas Muslimah Banua Menulis. Berdomisili di Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalsel.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!