Tuesday, June 5, 2018

Takut Yang Diperbolehkan


Oleh : Ummu Faqih


Sudah pada tahu khan..kalau setiap manusia yang lahir ke dunia di karuniai Allah tiga Naluri, yaitu : Gharizatul Nau' atau Naluri Melestarikan jenis, Gharizatul Baqa' atau Naluri Mempertahankan Diri,  Gharizatut Tadayyun atau Naluri Mensucikan Sesuatu.


 Dan setiap naluri mempunyai manifestasi yang berbeda beda. Nah, Yang akan kita bahas di sini adalah manifestasi dari Naluri Mempertahankan Diri. Manifestasi dari naluri mempertahankan diri  diantaranya adalah adanya rasa cinta kekuasaan, membela diri, kasih sayang, rasa takut dan sebagainya. 


Jadi dari sini bisa di pahami bahwa rasa takut adalah  manifestasi dari naluri mempertahankan diri. Artinya bahwa rasa takut itu pasti ada dalam dalam diri setiap manusia. Dan itu wajar,  karena dia adalah bagian dari penciptaanNya.

 

Perlu di ketahui, bahwasanya manifestasi dari naluri itu tidak akan muncul kecuali jika ada rangsangan/stimulus yang mempengaruhinya. Stimulus ini bisa berupa fakta yang terindera dan bisa juga berupa pemikiran.

 Jadi jika tidak ada pemikiran dan perasaan tentang sesuatu yang menakutkan maka  tidak akan muncul rasa takut. 


Meskipun rasa takut ini bersifat naluriah, tetapi rasa takut ini harus diatur . Karena di sana ada rasa takut yang berbahaya, ada rasa takut yang diperbolehkan dan ada rasa takut yang di haruskan. 


Pertama, rasa takut yang berbahaya adalah rasa takut yang berasal dari suatu bayangan atau ilusi atau sesuatu yang mengada ada. Misalnya anak kecil yang takut pada hantu, solusinya harus merasionalkan apa yang mereka takuti menjadi sesuatu yang realistis sehingga hilang rasa takutnya. 


Atau orang yang takut pada sesuatu akibat terbatasnya informasi. Misal seorang yang takut pada  wanita yang bercadar, karena adanya kesalahan dan keterbatasan informasi bahwa teroris seringkali bercadar. 

Maka solusinya adalah mengajak mereka berfikir secara mendalam dan meluruskan pemahaman salah yang di milikinya.

 

Kedua, rasa takut akibat tidak adanya kemampuan mengidentifikasi secara benar. Contoh, Seseorang yang takut pada singa yang berada dalam kerangkeng, karena khawatir kalau tiba tiba kerangkeng terbuka dan singa menyerangnya, sehingga dia takut untuk mendekatinya.


 Nah..takut yang seperti ini juga bisa di samakan dengan takut untuk menulis makalah, takut menulis opini, takut berkhutbah, takut menyampaikan kebenaran, takut berdiskusi dengan penguasa maupun tokoh masyarakat, karena takut membawa akibat buruk baginya. Adakah yang merasa terciduk?😀


Nah, takut yang seperti ini boleh tidak? Tentu saja tidak boleh. Karena rasa takut ini bisa memangkas kreatifitas seseorang dan bisa menghalangi seseorang untuk melaksanakan kewajiban.


Rasa takut yang lain adalah rasa takut karena ketidak mampuan membandingkan akibat dari suatu perbuatan. 


Misalnya rasa takut untuk mengoreksi penguasa yang dzalim.  Nah, rasa takut pada kondisi ini, adalah rasa takut yang tidak perlu dan bahkan tidak boleh bagi seorang muslim.


Karena kalau seorang muslim takut untuk menyampaikan kebenaran, takut untuk mengoreksi penguasa, maka tentu hal ini bisa berakibat fatal. Yaitu menyebabkan kedzaliman tetap akan merajalela yang tentu akan menyebabkan bencana bagi umat. 


Seorang muslim harus tetap melakukan dakwah menyampaikn kebenaran dan mengoreksi penguasa meskipun itu beresiko membahayakan keselamatan dirinya. 


Karena perlu dipahami bahwa resiko bahaya ini bukanlah suatu kepastian.Dan sesuatu yang tidak pasti, itu artinya bisa terjadi dan bisa juga tidak terjadi. Sehingga rasa takut pada sesuatu yang tidak pasti itu adalah hal yang tidak perlu. 


Sedangkan rasa takut yang harus di miliki oleh seorang muslim adalah takut pada Allah dan adzabNya. Ini adalah rasa takut yang penting dan wajib, karena rasa takut ini akan bisa menjadi penjaga dan pengekang bagi dirinya.


 Maka seorang muslim yang takut akan adzabNya, dia akan berusaha untuk menjalankan perintah perintah Allah dan berusaha menjauhi larangan laranganNya.


 Dia tidak akan mudah untuk berbuat maksiat. Dia akan ringan dalam menjalankan kewajiban.


Jadi kesimpulannya adalah rasa takut yang diperbolehkan bahkan di haruskan adalah takut pada Allah dan Adzab Nya. Dan ketika kita bisa menempatkan rasa takut dengan benar, maka insya Allah hal itu akan menjamin terselamatkannya umat dari bencana dan malapetaka. 


#CamilanUntukBatin

#WritingClassWithHas


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!