Tuesday, June 5, 2018

Syahidah Tangguh dari Gaza


Oleh: Ruruh Anjar


Kembali darah seorang syahidah tertumpah di bumi Gaza, Palestina asal Khan Yunis Gaza Selatan (1 Juni 2018).  Seorang relawan medis Razan Ashraf Alnajjar (21 tahun), harus menemui ajalnya setelah sebuah peluru panas menyasar dadanya hingga tembus ke punggung dari tangan tentara wanita Israel. Padahal dalam perjanjian internasional, tenaga medis bukanlah target perang dan tindakan penembakan yang dilakukan adalah jelas sebuah kejahatan perang.  


Razan adalah seorang paramedis yang  bekerja untuk menyelamatkan nyawa dan korban-korban yang terluka.  Pada saat kejadian pun ia sedang mengenakan pakaian putih yang menandakan profesinya  dan sudah mengangkat tangannya tanda ia ingin membantu seorang demonstran lansia yang terluka.  Hingga akhir hayatnya Razan tak gentar bertugas di garda terdepan, ia adalah seorang perawat tangguh bahkan ia disebut bak “malaikat” di tengah bergejolaknya perbatasan Gaza-Israel.


Kekukuhan sikap nampak jelas dari keinginannya untuk membantu para korban, ia meyakini bahwa ini adalah tugas dan tanggung jawabnya untuk hadir karena ia tahu tentara Israel berniat untuk menembak sebanyak yang mereka bisa.  


Peristiwa ini terjadi saat aksi demonstrasi damai yang dilakukan oleh penduduk Gaza untuk menuntut kembali tanah mereka yang dijajah dan dirampas negara Israel apalagi setelah adanya penyerahan Jerusalem sebagai ibukota Israel dari tangan Palestina. Sungguh suatu peristiwa yang menyayat hati.


Pendudukan negara Israel yang mendapat dukungan dari Amerika Serikat ini sudah berlangsung sejak lama, namun tidak pernah terjadi perdamaian di bumi para syuhada tersebut. Dunia seolah tak mampu berbuat apa-apa terhadap Israel, negara ini begitu digdaya. Berbagai perjanjian perdamaian yang dihasilkan lembaga-lembaga internasional tak mampu mencegah berlanjutnya kematian-kematian para wanita, anak-anak, orang tua, dan para pahlawan Palestina. Bahkan perlawanan mereka untuk melepaskan diri dari penjajahan dianggap teror bagi Israel.   


Alangkah rindunya akan sosok Shalahuddin al Ayubi yang mebebaskan tanah Palestina, juga Abdul Hamid II sang Khalifah yang mempertahankan tanah Palestina dari keinginan Israel memilikinya.  Kekuatan dan perisai yang sedianya ada di tangan kaum muslimin dan melindunginya dari pertumpahan darah  kini entah berada dimana. 


Cukuplah darah kaum muslimin tertumpah seperti sabda Rasulullah bahwa kematian seorang muslimin seperti kematian manusia seluruhnya. Sudah saatnya kaum muslimin bersatu padu untuk menyelamatkan saudara-saudara kita, agar tidak terjatuh Razan-Razan berikutnya. Mengikuti jejak  Shalahuddin al Ayubi dan Abdul Hamid II dalam naungan Islam yang nyata menjaga kehormatan dan darah kaum muslimin yaitu Khilafah ala minhaj Nubuwwah.







SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!