Wednesday, June 6, 2018

Stop Jadi Bunglon 


Oleh: Dewi Puspita, S.Si

(Member Writing Class With Has)


      Firstly, tulisan ini nggak ada maksud membahas about animal. Apalagi bahas siluman bunglon, melainkan gambaran kegundahan hati melihat trend di bulan ramadhan yang penuh keberkahan ini dan tak terasa sebentar lagi akan segera berlalu.

     Di jaman now, kalo tetangga biasanya putar lagu dangdut yang volumenya gila abis, bikin kuping jadi panas. Mendadak berubah dengan lagu religi yang bikin hati jadi adem, kalo biasanya para kaum hawa tebar aurat sana sini, di bulan ini terlihat menutup aurat. Kalo biasanya kaum pemuda dan pemudi pada sibuk pacaran, di bulan ini ditunda dulu sampe waktu berbuka tiba. Pokoke semua berubah menjadi rada-rada islami.

Why? Karena setelah Ramadhan berlalu merekapun kembali ke aktivitas semula. Nah loh hubungannya dengan bunglon ada nggak? Yups, karena bunglon memiliki cara beradaptasi dalam lingkungan dengan mimikri, mampu mengubah warna kulitnya sesuai tempatnya berpijak. Ibaratnya apa yang terhampar di mata kita sekarang ini, suasana islami akan segera sirna dengan kemaksiatan setelah Ramadhan usai. Naudzubillah mindzalik, jangan sampai kita terkategori seperti bunglon (maaf yah bunglon nggak bermaksud menjelek-jelekkan kok, ini hanya perumpamaan). Nah ini terjadi karena ide sekularisme (pemisahan agama dari kehidupan) yang telah terinstal dalam pemikiran umat sehingga membuat merasa takut bermaksiat di bulan ramadhan tapi tak malu mengumbar maksiat di bulan lainnya, padahalkan malaikat tetap mencatat sepanjang nafas dikandung badan. Lalu apa yang perlu dilakukan biar nggak jadi bunglon? 

Kuncinya belajar islam kaffah. Kaffah berarti menyeluruh bahasa kerennya sih komprehensif. It's mean that islam bukan melulu mengurusi masalah ibadah ritual, seperti shalat, puasa, zakat, haji  but islam is complete, paket lengkap deh dari Allah sebagai tuntunan hidup. So, apapun masalah kamu, islam solusinya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

[البقرة/208

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian kepada Islam secara kaffah (menyeluruh), dan janganlah kalian mengikuti jejak-jejak syaithan karena sesungguhnya syaithan adalah musuh besar bagi kalian.” [Al-Baqarah : 208]

       Belum cukup dengan mempelajari islam, kudu diamalkan dan didakwahkan. Artinya nggak berteori aja, harus sampe ke praktiknya. 


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لا تَفْعَلُونَ . كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لا تَفْعَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. As-Shaff: 2-3). 

Allah juga mencela perilaku Bani Israil dengan firman-Nya,

أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ أَفَلا تَعْقِلُونَ

“Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, Padahal kamu membaca Al kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?” (QS. Al-Baqarah: 44). 

Dari Usamah, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Akan didatangkan seorang pada hari kiamat lalu dicampakkan ke dalam neraka. Di dalam neraka orang tersebut berputar-putar sebagaimana keledai berputar mengelilingi mesin penumbuk gandum. Banyak penduduk neraka yang mengelilingi orang tersebut lalu berkata, ‘Wahai Fulan, bukankah engkau dahulu sering memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran?’ Orang tersebut menjawab, ‘Sungguh dulu aku sering memerintahkan kebaikan namun aku tidak melaksanakannya. Sebaliknya aku juga melarang kemungkaran tapi aku menerjangnya.'” (HR Bukhari dan Muslim). 

Horor begete yah pembalasan Allah bagi yang tidak melaksanakan perintahNya, semoga Allah mengampuni dan menjauhkan kita dari yang demikian. Sebab islam bukan hanya untuk menjadikan diri sendiri menjadi baik tapi juga menjadikan orang lain menjadi baik maka dakwah menjadi keharusan. So kalo ada yang menasehati menuju kebaikan (islam) artinya dia sayang, nggak mau lihat kamu terus terusan maksiat, neraka itu berat loh kita tak akan sanggup. 

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّـهِ … ﴿١١٠﴾

“Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf,  dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS: Ali Imron 110). 

        Mendakwahkan islam tidaklah mudah. Rasulullah, sang kekasih Allahpun pernah ditolak dakwahnya, apalagi kita yang hanya manusia biasa. Lantas mau dakwah kita diterima atau tidak, itu perkara si dia. Karena urusan kita dengan Allah adalah mendakwahkan islam, menyeruh pada kebaikan dan mencegah dari yang mungkar. Jadikan masa hidupmu mulia dengan dakwah. Jangan takut karena Allah telah berjanji menolong hamba yang menolong agamaNya. Kalo manusia bisa lupa janjinya, Allah tidak akan pernah lupa. 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

“Hai orang-orang mu’min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. " (QS. Muhammad : 7) 


So, stop deh jadi bunglon. Singkirkan jauh-jauh si sekularisme dari kehidupan kita dengan menerapkan islam secara menyeluruh. Jadi manusia ajah, manusia yang walaupun bulan ramadhan telah usai tetap membenahi diri dan terus belajar untuk meraih ridhoNya. Wallahu'alam bishowab.



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!