Sunday, June 10, 2018

Srikandi-Srikandi Unik IAIN MADURA


Apa yang tergambar ketika menerima undangan menjadi pemateri? Baik itu dalam komunitas kecil, apalagi komunitas besar.  Bingkisannya kah? Pesertanya? Atau acaranya? Mungkin pertanyaan yang pertama menjadi lirikan yang utama. Pertanyaan yang kedua dan ketiga itu mengikuti. Bagi saya pertanyaan yang ke dua dan ke tiga yang sangat penting. Menyebar agama islam tak patut mengharapkan pertanyaan yang pertama. Yang penting yaitu jumlah peserta dan keberhasilan dalam acara atau menguasai forum. Namun yang terunik diantara organisasi lainnya yaitu Srikandi, KSEI (Kelompok Studi Ekonomi Islam) JEBIS IAIN Madura. Merupakan salah satu organisasi intra kampus di IAIN Madura. Di organisasi ini saya menemukan perbedaan yaitu pemisahan kajian laki-laki dan perembuan. Benar-benar infishal. Meskipun pada awalnya tak percaya bahwa ini adalah organisasi intra kampus IAIN, karena selama ini pastinya campur kalau ada kajian. Keika bertanya langsung kepada Fitri mantan ketua Srikandi.

Meskipun dijelaskan oleh ketua Srikandi bagian muslimah, masih sempat kurang percaya. Takut merasa tertipu, awalnya memang bilang tidak dan ketika sampai ditempat paling pesertanya laki-laki dan perempuan. Persangkaan negatif seperti ini karena tidak pernah terjadi selama masih ngampus di IAIN Madura yang dulu namanya STAIN Pamekasan. Tapi pada akhirnya saya ingin mempercayai teman-teman dari Srikandi ini. Padahal sebelumnya saya sudah minta tolong kepada teman seperjuangan yang suaminya Dosen ekonomi untuk jadi pemateri.

Ketika dalam perjalanan menuju tempat yang kebetulan, adalah masjid punya bapak kos dulu waktu masih kuliah SI di STAIN Pamekasan. Aula Masjid Nurul Huda  Jl. Raya Ceguk, Tlanakan, Kec. Pamekasan, Kab. Pamekasan. Masih sempat bepikir, semoga bukan gabungan ikhwan dan akhwat. Tapi kalau benar ini hanya khusus akhwat? seperti apakah gerangan para panitia shalehah ini. Kok! Rasanya keren sekali dapat menjaga hati, dirinya dan para anggotanya dari penyakit-penyakit kotor yang dapat merusak kemurnian hati mereka. Begitulah seharusnya cara bergaul laki-laki dan perempuan, infishal (terpisah).

Sampai di sana sempat kaget karena di luar banyak berkeliaran bagian ikhwan. Semakin was-was saja dengan kajian yang katanya khusus akhwat. Ketika di Tanya ternyata ikhwannya juga punya acara di tempat yang lain. Sedang menunggu peserta juga.

Subhanallah! Memang benar-benar terpisah. Semoga tetap istiqomah menjaga seperti ini. Karena selama ini kuliah empat tahun di STAIN belum menemukan organisasi intra kampus yang menjaga sekali terhadap pergaulan dengan lawan jenis.  Semoga dapat memberikan teladan juga kepada organisasi yang lain. Sehingga menjadi yang terunik juga diantara yang lainnya. Hal-hal yang unik pasti sulit dan dicela. Dan juga ujian banyak. Kalau dalam hadits dikatakan ghuraba’. Siapa sih ghuraba’ itu.

“Islam muncul pertama kali dalam keadaan terasing dan akan kembali terasing sebagaimana mulainya, maka berbahagialah orang-orang yang terasing tersebut.” (Hr. Muslim)

Kajian kali ini mengangkat tema Ramadhan sebagai Momentum Perubahan. Yang dilaksanakan pada hari sabtu sore 09 Juni 2018. Semoga silaturrahmi ini dapat terjaga dengan baik. Salam ukhuwah dari saya yang ingin juga belajar menjadi lebih baik seperti kalian. Tetap semangat dan menjadi mahasiswa yang revolusioner. Karena dari kalianlah masa depan bangsa akan dicetak. Selain sebagai ibu tapi juga saat ini masih mewarisi jiwa-jiwa muda harapan masa depan. Srikandi oke! Srikandi Hebat! Majulah IAIN Madura menuju perubahan haqiqi.***



Penulis: Titik Hidayati

Aktif di FLP Cabang Pamekasan



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!