Saturday, June 2, 2018

Solusi Tuntas Kerusakan Generasi


Oleh : Siti Ruaida, S.Pd


Belum selesai kasus Agung (16th) anak lelaki asal Dusun  Krajan, Desa Krebet, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo Jawa Timur yang tega membakar rumah orang tuanya hanya gara-gara tidak segera dibelikan ponsel . Nitizen mengonggah peristiwa tersebut dan  mengutuk aksi yang dilakukan Agung. Sebagai tindakan yang sangat keterlaluan dan durhaka terhadap orang yang sudah mengasuh dan membesarkannya serta berupaya memenuhi kebutuhannya. (18/5/2018)


Kasus serupa terulang lagi kali ini menimpa seorang ibu bernama Tri Iswanti di Bantul Yogyakarta beliau dianiaya dan rumahnya dibakar oleh anaknya sendiri Izzan Abdullah (23 tahun) alias Brekele. Tingkah Brekele ini bukan pertama terjadi tapi sudah sering dilakukannya sejak dari usia 14 tahun karena kecanduan minuman keras. Selalu mengamuk dan meminta uang untuk membeli minuman keras. Sudah berulang kali dilaporkan ke polisi karena melakukan penganiayaan pada orang tuanya dan direhabilitasi dari kecanduan minuman keras bahkan dimasukkan ke pesantren tapi tidak mampu membuatnya jera. Untuk kasus kali ini Brekele terjerat pasal penganiayaan dan pasal pembakaran. Sang ibu sendiri belum mau menengok dan masih enggan memaafkan karena takut berulang lagi. Dan mengkhawatirkan dampak buruk atau trauma terutama bagi adiknya Brekele yang masih anak-anak(26/5/2018)



Sungguh ini merupakan gambaran buruk perilaku anak zaman now yang dirasuki sifat materialis dan konsumtif. Tanpa peduli dengan kondisi orang tua,

Yang penting mereka merasa keren dengan gaya hidup dan pergaulannya. Kumpul-kumpul dengan komunitasnya dan bergaya layaknya orang barat dengan kebabasan hidup ( liberalisme).Meninggalkan nilai- nilai luhur terutama nilai-nilai agama dan menggantinya dengan nilai baru yang sejatinya bukan berasal dari leluhur mereka.


Hal ini adalah kondisi umum generasi zaman sekarang yang maunya instan . Ingin punya   sesuatu dengan bim salabim  langsung ada, tanpa perlu usaha dan kerja keras penuh pengorbanan seperti bekerja sendiri dan menabung untuk memenuhi keinginannya.


Pemahaman asing telah merusak generasi menghancurkan secara perlahan namun pasti. Hasilnya adalah apa yang bisa dilihat dari kondisi umum generasi hari ini yang dirundung masalah demi masalah tanpa bisa diuràikan dan diselesaikan.

Penyelesaian yang ditawarkan adalah penyelesaian yang tak menyentuh akar masalah. Sehingga kasusnya terus berulang dan bahkan menimbulkan masalah baru.

Mulai dari gonta ganti kurikulum, penyuluhan dan pembinaan serta sosialisasi untuk mengatasi kerusakan generasi seakan-akan terpental dan terhempas oleh angin.


Akhirnya manusia harus menyadari bahwa manusia adalah makhluk yang serba terbatas sehingga sudah sewajarnya untuk mengembalikan segala aturan kepada sang pencipta yang mengendalikan kehidupan. Allah menciptakan manusia bukan seperti batu yang dilemparkan begitu saja ke bumi . Tapi Allah menyertakan peraturan kehidupan untuk keteraturan manusia dan mengutus seorang Rasul yaitu Muhammah SAW untuk dijadikan role model. sebagai tuntunan dan teladan bagi umat manusia.


Pertanyaannya Masihkah bersikeras untuk merasa mampu mengatur manusia dan dunia dengan aturan sendiri. Menjadi pesaing sang pencipta. Semoga kita semua bisa merenungkan dan memikrkan secara benar untuk tidak menghabiskan energi dengan memaksakan kelemahan dan kekurangan kita dalam membuat aturan dan mengabaikan kesempurnaan yang Allah miliki dalam membuat aturan yang pasti akan mampu menyelesaikan masalah manusia.

Allah SWT berfirman:


أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ


“Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” [TMQ al-Maaidah (5): 50]


Akhirnya peran negara sebagai pemangku kekuasaan sangat menentukan. Mau mengambil petunjuk Allah dalam mengatasi berbàgai persoalan atau tetap kekeh dengan hukum jahiliyah buatan manusia.


Aisyah ra bahwa Nabi SAW berdoa :  *Ya Allah, barangsiapa yg diberikan amanah mengurus urusan umatku lalu dia mempersulit mereka maka persulitlah mereka, dan barangsiapa yg diberikan amanah mengurus urusan umatku lalu dia berlaku baik kepada mereka, maka, perlakukanlah dia dengan baik pula*

HR.Muslim, Ahmad, Ibnu Hibban dll.


Semoga pemangku jabatan dan pihak yang berwenang yang diamanahi urusan untuk mengurus umat, khususnya masalah generasi benar-benar menjalankan amanah. Mendudukkan masalah dengan mencari akar persoalan yang selama ini membelit generasi karena diabaikan aturan /Syariat Allah dalam kehidupan. Dengan dikembalikannya Syariat Allah insya Allah akan Menuntaskan persolan kerusakkan generasi untuk menjadikan mereka mutiara umat.


Wallahu'alam



Penulis adalah Guru IPS di MTs Pangeran Antasari Martapura


Member Akademi Menulis Kreatif(AMK)

KalSel



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!