Sunday, June 3, 2018

 Selamatkan Palestina



Oleh: Dr. Rahma Qomariyah (Peneliti Pemikiran Islam pada Forum Doktor Islam Indonesia)


#MuslimahNewsID -- Awal Romadhan kaum Muslimin mendapat kabar duka, fitnah bom yang ada di Indonesia dan kabar duka dari Palestina. Peresmian Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem Senin (14/05). KarenaYerussalem direncanakan sebagai ibukota Palestina, tentu kaum muslimin melawan kedzaliman AS tersebut. 

.

Korban pun berjatuhan, lebih dari 100 demonstran Palestina telah menjadi mati sahid oleh tembakan tentara Israel. http://internasional.republika.co.id/. Menurut Sumber yang lain, pihak berwenang Palestina menyebutkan selain puluhan yang tewas itu, sekitar 2.700 orang lainnya cedera dalam peristiwa yang mereka sebut sebagai 'pembunuhan massal'.  http://www.bbc.com/indonesia/dunia-44169701.

.

Seperti biasanya menanggapi pembantaian tersebut negara-negara Arab segera mengajukan resolusi. Dewan HAM PBB rencananya akan mempertimbangkan resolusi negara-negara Arab yang menuntut pengiriman komisi penyelidikan internasional yang independen. Zeid mengatakan dia mendukung seruan atas pembentukan komisi itu, yang merupakan tingkat penyelidikan tertinggi PBB. http://www.bbc.com/indonesia/dunia-44169701. 

.

Para pemimpin Muslim pada KTT OKI di Istanbul (18/5) meminta dibentuk pasukan internasional untuk melindungi warga Palestina. Juga meminta negara-negara Muslim harus mengenakan sanksi ekonomi terhadap negara yang mengikuti langkah Amerika memindahkan kedutaan ke Yerusalem.  https://www.voaindonesia.com 

.

.

/ Memahami Sejarah Palestina /

.

Palestina adalah milik kaum muslimin, sejak Allah subhanahu wa ta'ala menyatukan negeri ini dengan Baitulloh al Haram, ketika meng-isra’-kan Rasul-Nya dari Masjid Al Haram menuju Masjid al-Aqsha. Firman Allah QS. Al Isra’[17]; 1 : 

.

سُبۡحَٰنَ ٱلَّذِيٓ أَسۡرَىٰ بِعَبۡدِهِۦ لَيۡلٗا مِّنَ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ إِلَى ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡأَقۡصَا ٱلَّذِي بَٰرَكۡنَا حَوۡلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنۡ ءَايَٰتِنَآۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ ١ 

.

"Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui."

.

Dari ayat tersebut sungguh Allah subhanahu wa ta'ala telah menjadikan tempat tersebut sebagai bumi yang suci lagi diberkahi. Hati kaum muslimin terpaut erat dengan ibu kota Palestina (Baitul Maqdis-Yerusalem), karena Allah subhanahu wa ta'ala telah menjadikanya sebagai kiblat yang pertama, sebelum Allah memerintahkan untuk menghadap ke arah kiblat ke Baitulloh-Mekkah.

.

Sebenarnya masalah Palestina telah dirancang oleh orang-orang kafir sejak lama, dengan mendirikan negara Israel di jantung wilayah Turki Usmani/Khilafah Ustmaniyah. Tujuannya adalah menghancurkannya, dan memecah belahnya menjadi negeri-negeri kecil yang tak berdaya, dan senantiasa menghalangi kebangkitan kaum muslimin untuk meraih kejayaannya kembali (Iyad Hilal, Palestina, Akar Masalah dan Solusinya, Bogor, Pustaka Thariqul Izzah, tahun 2003, Cetakan kedua, hlm. 13). 

.

Sebagaimana dikatakan tokoh Inggris saat menyambut pendirian negara Yahudi yang diupayakan Gerakan Zionis yang didirikan oleh Theodore Hertzl tahun 1896 M. Lord Cambel sebagai tokoh Inggris menyatakan:

.

“Di sana terdapat satu bangsa yang saling berhubungan, tinggal di seputar Teluk. Bahasa mereka satu, agama mereka satu, tanah mereka saling berhubungan dan dulu bergabung (jadi satu), dan harapan mereka juga satu. Hari ini mereka berada di bawah kekuasaan kita, tetapi ia mulai menggeliat. Lalu apa yang akan terjadi pada kita jika ia bangun dan menjadi raksasa? 

.

Oleh karena itu, wajib bagi kita untuk memastikan pengikatan bangsa ini dengan mengadakan negara di tengah-tengah mereka, yang nanti menjadi teman kita dan menjadi musuh bagi penduduk wilayah itu, dan Negara itu menjadi kekuatan yang menusuk raksasa tidur itu setiap kali ia hendak bangun”. (Ali Muhammad Ash-Shalabi, Bangkit dan runtuhnya Khilafah utsmaniyah, Jakarta, Pustaka al Kautsar,  tahun 2004).

.

Selanjutnya masalah Palestina muncul sebagai masalah politik sejak tahun 1916 M, ketika wilayah Turki Utsmani dibagi-bagi diantara negara Eropa, khususnya antara negara Perancis dan Inggris-sebagai negara adidaya waktu itu) dengan perjanjian Sax-Picot, dilanjut perjanjian Balfour. Kedua negara lalu memberikan bantuan harta, senjata dan bantuan lainnya bagi berdirinya negara Israel tersebut. (Fathi Yakan, Islam di Tengah Persekongkolan Musuh Abad-20, Jakarta, Gema Insani Press, tahun 1992, Cetakan kelima, hlm.53-54).

.

Perkembangan berikutnya agar terjaga dan terjamin kepentingan AS di Timur-Tengah, AS ikut memberi saham yang cukup besar terhadap eksistensi negara Israel. Sehingga tidak heran jika berbagai kecaman terhadap Israel–hanya sekadar kecaman–mengalir. Namun, seperti biasa, kecaman itu segera lenyap ditelan waktu. Karena memang dari lahirnya Israel dipelihara AS. Perhatikan betapa kompaknya Israel dan AS saat menyalahkan Palestina pada Mei 2018. 

.

Israel dan AS mengklaim, para demonstran berusaha menerobos pagar perbatasan dan harus dihentikan. Haley (Duta Besar AS untuk PBB)  menyalahkan para pemimpin Hamas di Gaza karena memicu kekerasan pada hari Senin yang bertepatan dengan peresmian pemindahan kedutaan besar AS ke Yerusalem. (https://www.voaindonesia.com/a/palestina-kecam-dubes-as-untuk-pbb/4397867.html).

.

Sejak pendudukan Israel atas Palestina, Israel merampas tanah Palestina sehingga semakin lama wilayah Palestina semakin sempit. Disamping itu serangan Israel telah menciptakan neraka bagi Palestina. penduduknya banyak yang telah gugur, dan sisanya  semakin menderita. Sejak tahun 1938 sampai 2018 sudah 30 serangan brutal Israel ke Palestina. Ribuan orang yang sahid, luka-luka dan kehilangan tempat tinggal.

.

.

/ Selamatkan Palestina /

.

Permasalahan Palestina adalah bukan sekedar permasalahan kemanusiaan, yaitu tidak terpenuhinya hak-hak penduduk Palestina. Tapi akar permasalahan di Palestina adalah perampasan tanah Palestina (tempat suci kaum muslimin: Masjid al-Aqsha. QS. Al Isra’[17]; 1) oleh Yahudi. 

.

Selanjutnya Zionis Israel meminta tanah Palestina dibagi dua wilayah yaitu negara Israel (perampas) dan Palestina. Adapun tujuan didirikan negara Israel oleh Inggris adalah untuk menjamin kepentingan Inggris yang disusul oleh Amerika Serikat di Timur Tengah, menghancurkan Turki Usmaniyah (Khilafah Ustmaniyah) dan menghalangi tegaknya kembali sistem pemerintahan negara raksasa tersebut. (Iyad Hilal, Palestina, Akar Masalah dan Solusinya, Bogor, Pustaka Thariqul Izzah, tahun 2003, Cetakan kedua, hlm. 13). Sudah nyata, bahwa mereka senantiasa memusuhi Islam. Firman Allah QS. Albaqarah ayat 120.

.

وَلَن تَرۡضَىٰ عَنكَ ٱلۡيَهُودُ وَلَا ٱلنَّصَٰرَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمۡۗ قُلۡ إِنَّ هُدَى ٱللَّهِ هُوَ ٱلۡهُدَىٰۗ وَلَئِنِ ٱتَّبَعۡتَ أَهۡوَآءَهُم بَعۡدَ ٱلَّذِي جَآءَكَ مِنَ ٱلۡعِلۡمِ مَا لَكَ مِنَ ٱللَّهِ مِن وَلِيّٖ وَلَا نَصِيرٍ ١٢٠ 

.

"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu."

.

Dengan demikian jelas Persoalan Palestina bukan hanya persoalan bagi penduduk Palestina atau bangsa Arab saja, melainkan pada kenyataannya adalah persoalan Islam, persoalan kaum muslimin seluruh dunia. Karenanya bukan persoalan kemanusiaan semata, tapi persoalan akidah.

.

Persoalan Palestina dan tempat-tempat suci Islam adalah persoalan negeri Islam yang telah dirampas oleh Yahudi dengan bantuan negara-negara kafir adidaya yaitu Inggris dan Amerika serta penguasa kaum muslimin yang menjadi kaki tangan mereka. 

.

Dengan mengkaji latar belakang pendudukan Israel atas Palestina dan mengkaji solusi yang yang telah diberikan selama ini, maka tidak ada sousi lain kecuali kaum muslimin wajib berjuang membebaskan Palestina dan bersatu, bersungguh-sungguh menegakkan kembali institusi Islam yang dulu menaunginya, yaitu Khilafah. 

.

Mengapa demikian, karena terbukti solusi moderat atau jalan tengah, adanya dua negara berdampingan secara damai tidak akan pernah terwujud. Lihatlah betapa biadabnya pembantaian yang dilakukan oleh Israel. Lihatlah perampasan wilayah yang dilakukan Israel, betapa luasnya dan semakin meluas. Sementara semakin sempit wilayah Palestina. Apalagi solusi kecaman dan resolusi. Sudah berapa kecaman dan resolusi yang diveto negara Dewan Keamanan Tetap PBB? Masihkah kita berharap solusi yang tidak solutif?.

.

Hanya Khilafahlah yang telah melindungi Palestina hampir 13 abad (1280 tahun). Palestina dibebaskan Khalifah Umar ibn Khathab tahun 636 M. Karenanya tentu Khilafahlah yang akan melindunginya kembali, mempertahankan seluruh wilayah/tanah kaum Muslim. Rasulullah ﷺ telah bersabda:

.

إِنَّمَا اْلإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَراَئِهِ وَيُتَّقَى بِهِ

.

Sesungguhnya Imam (Khalifah) adalah laksana perisai; orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung kepadanya (HR Muslim).


——————————


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!