Wednesday, June 6, 2018

Sang Pemegang Bara Api


Oleh : Trisnawati (Revowriter Aceh)


Kau kah orangnya? Sang pemegang bara api?

Di zaman now berbagai tingkah polah manusia sangat beragam dan kemaksiatan pun bak wabah yang menetap dalam tubuh manusia. Bahkan ia tak sadar dia sedang terserang wabah dan sedang menghadapi masa-masa krisis dalam kehidupannya.

Zaman yang penuh dengan fitnah dan menjamurnya kemaksiatan sampai-sampai keteguhannya dalam menjalankan syariatNya seperti memegang bara api karena kemaksiatan yang mengelilinginya. Ketika manusia tidak bisa lagi membedakan mana yang halal dan mana yang haram. Tak tahu lagi mana perbuatan terpuji dan perbuatan tercela.  Perbuatan yang haram dianggap seperti hal yang biasa. Riba, suap, korupsi dianggap biasa karena  memang sudah zamannya. Seks bebas dan prilaku menyimpang terpampang nyata didepan mata. Bayi-bayi tanpa dosa dibuang begitu saja seakan tidak pernah ada hati nurani didalam dirinya. Ayah perkosa anak sendiri, ibu bunuh anak, suami membunuh istri seakan nyawa manusia tak ada harganya di zaman serba canggih.

Zaman dimana menuduh sesama muslim bukan suatu hal yang aneh, walau harus memakan bangkai saudaranya sendiri. Mencap saudara serimannya sebagai teroris dan radikal padahal mereka seiman. Di sisi lain orang kafir menari di atas panggung penuh darahnya kaum muslim atas nama membasmi terorisme.  Mengusir saudaranya seiman hanya karena saudaranya mendakwahkan syariat dan khilafah. Hilang sudah rasa persaudaraan seiman yang seharusnya lebih kental dari hubungan sedarah. Benarlah dalam hadist Rasulullah Saw.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَأْتِى عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ

“Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api.” (HR. Tirmidzi no. 2260. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan bahwa di suatu masa, orang yang bersabar menjaga agamanya dengan meninggalkan dunia seperti sabarnya orang yang menggenggam bara api dalam hal kesulitan dan puncak ujian. Demikian diterangkan dalam Tuhfah al-Ahwadzi (2/1822).

Masya Allah, sudahkah kita saat ini seperti memegang bara api yang begitu panasnya ketika kita tetap berpegang teguh dijalan yang benar. Tentu secara fitrahnya tidah ada yang sanggup memegang bara api dikarenakan begitu sulitnya untuk tetap berpegang teguh dijalan kebenaran, namun hanya orang-orang memiliki kesabaran yang sangat kuat dan keteguhan yang kokoh akan terus memegang bara api ini sehingga ia selamat dari fitnah-fitnah dunia.

Ingatlah janji Allah,

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az Zumar: 10).










SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!