Tuesday, June 12, 2018

Rocky Gerung Sebut Kitab Suci Fiksi, Ini Kejanggalan Pendapatnya!


Ada ketersinggungan di dalam diri saya mendengar pendapat RG. Demikian berikut ini pendapat saya:


Beberapa point kejanggalan pendapat RG:


1. Telah membuat frame dengan batasan: "kalau tidak fiksi ya fiktif, kalau tidak fiktif ya fiksi." Lalu dimasukkanlah Al Qur'an ke dalam hanya terminologi ini. Sementara Al Qur'an tidak bisa dan tidak layak dimasukkan ke dalam terminologi ini. Sebagaimana dahulu, pernah Khalifah Al Ma'mun yang terkenal dalam ilmu filsafat, memaksa untuk memasukkan Al Qur'an ke dalam hanya dua istilah, yakni Khalik atau Makhluk. Lantas ia mengeluarkan pendapat kontroversialnya yang menyebut Al Qur'an adalah makhluk. Padahal Al Qur'an adalah Kalamullah. Hal yang tidak bisa disandingkan dengan kalam manusia ataupun dimasukkan dalam terminologi hasil olah karya kalam manusia.


2. Bila fiktif mengandung unsur kebohongan, sementara fiksi memiliki unsur: "bisa jadi akan benar-benar terjadi di masa depan", maka berarti akan ada unsur "bisa jadi tidak terjadi di masa depan".  Dengan demikian istilah fiksi pun tidak memenuhi syarat untuk menyebutkan tentang Al Qur'an. Karena Al Qur'an adalah fakta yang benar-benar akan terjadi di masa depan. Bahkan Surga dan Neraka telah diciptakan. Dengan demikian maka Surga dan Neraka pun telah ada. Namun masalahnya kalam manusia tak mampu menjangkau realita ini, karena manusia terperangkap dalam dimensi ruang dan waktu. Tentang hal yang ghaib ini, hanya Allah Azza wa Jalla yang Maha Mengetahui, wa Huwa 'Aliimul Ghuyuub. Dia Maha Mengetahui hal-hal yang ghaib, tidak dibatasi dimensi. Kullu man 'alaihi faan wa yabqo wajhu robbika dzul Jallaali wal Ikraam. Semua yang ada di bumi akan binasa, tetapi Wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal.


3. Bahayanya pendapat RG, adalah karena akan memerangkap Al Qur'an ke dalam dimensi manusia. Sehingga akan membuat manusia tidak akan memiliki derajat keyakinan sebesar 100%. Bila Al Qur'an dikatakan fiksi, sebagaimana terminologi RG, maka berarti ada unsur: "bisa jadi tidak terjadi." Hal ini adalah penghinaan dan pelecehan terhadap Al Qur'an sebagai Kalamullah. Yang dengan demikian berarti melecehkan Sang Pemilik Kalam itu sendiri. Allah Subhanahu wa Ta'ala. Maha Suci Allah dari kerendahan sifat demikian.


4. Sesungguhnya Al Qur'an bukanlah fiksi dan jauh dari kerendahan sifat sebagaimana fiksi. Seluruh yang ada dalam Al Qur'an adalah benar. Sungguh 100% kebenarannya. RG tidak layak membuat penilaian terhadap Al Qur'an. Ia bahkan tidak memiliki dimensi untuk menilai seluruh kejadian yang disampaikan dalam Al Qur'an. Sementara Allah Subhanahu wa Ta'ala telah mengetahui bahkan hingga detilnya fakta kejadian di masa yang akan datang. Termasuk ada dimanakah RG kelak? Di Surga atau di Neraka. Ini bukan fiksi.


Wallahu a'lamu bish showab.[Lathifah Musa]


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!